December 8, 2018

Jadilah orang sukses

Jadilah orang sukses
Agar kau tidak menyalahkan
Keluargamu...
Pendidikanmu...
Temanmu...
Lingkunganmu.

- Yuan Tamara -
Semarang, desember 2018

November 11, 2018

Self Control

Mengena tentang kebiasaan dimana manusia harus selalu mengupgrade dirinya, sudahkah kita istiqomah dalam hal ini ?

Prinsip yang memamg harus di canangkan dalam setiap individu, yang aku rasa sangat memengaruhi proses pengupgrade an ku, Istiqomah. Memaksa diri untuk merubah prinsip menuju lebih baik bukan hal salah, tetapi tegas!

Terlalu memanjakan diri sendiri dg mengatakan 'Gapapa sekali kali'. Semakin kita dewasa, harusnya kita bisa paham makna dibalik tanda kutip tersebut, dan diharuskan untuk kita tidak melakukan hal yang demikian 'lagi'. Kebiasaan yant sulit membedakan antara hal yang kita 'butuhkan' dengan yang kita 'inginkan' merupakan salah satu penyebabnya. Aku ambil contoh mengenai makan dan nyemil. Hasil akhir dari makanan, baik itu makanan yang mahal ataupun murah adalah sama. Belum tentu makanan mahal yang kita makan nutrisinya cukup untuk tubuh kita (dikaitkan dg kesehatan). Lagi lagi, hawa nafsu (yang dalam konteks ini bisa dipastikan 'kita tidak tegas dg diri sendiri') menyebabkan diri kita terlena.

Begitu juga dengan berbagai hal sepele yang sehari hari terjadi. Bisa saja hal sepele itu tidak kita pikirkan dengan matang, dan diakhir kita baru tersadar jika akibatnya membawa pada kebiasan yang merugikan, boros misalnya. Dalam keadaan ini, orang akan dibuat bingung jika terjadi keadaan 'gawat' dan 'darurat' (paham pasti yaa). Ini masih satu contoh akibat dari akibat tadi 👆🏻

Kebanyakan orang dalam situasi ini tidak berani menyalahkan diri sendiri. Melimpahkan kesalahan kepada lingkungan adalah salah satu pilihannya. Mereka mempunyai pola pikir bahwa pengaruh yang memyebabkan keborosannya adalah lingkungannya. Padahal bisa dikatakan bahwa pengaruh lingkungan tergantung dari respon kita.

Teori adapatasi mengatakan bahwa manusia menyesuaikan lingkungan, bukan lingkungan yang menyesuaikan manusia. Bersikap tegas kepada diri sendiri dan buktikan adaptasi kita bisa memberaikan feedback baik lebih dominan kepada lingkungan.

Semangat berubah! 

November 2, 2018

Luka dan Kesedihan

Aku menyadari ini setelah sekian lama merasakan luka
Luka itu dapat menjadi sebuah jalan
Tidak ada kehidupan tanpa tertiup angin
Angin harus bertiup, agar pohon dapat mengakar

Itulah sebabnya angin mengayunkan pohon
Itulah sebabnya angin mengayunkan kita semua
Luka dapat juga menjadi sebuah jalan
Kesedihan dapat pula menjadi sebuah jalan

- Yuan Tamara

September 30, 2018

Who Am I ?


Halo pembaca setiakuuuu.... sudah berapa bulan aku ga nulis ya ? hehe maafkan. Mulai sekarang diusahakan tiap bulan akan ada topik yang aku bahas disini. Btw, aku sekarang udah jadi mahasiswa :D tepatnya mahasiswa S1 perawat di salah satu univ swasta jawa tengah. Lho kok jawa tengah ? kayak di jawa timur ga ada univ aja :v eittsss

Every Happen for a Reason

Perjalanan masuk kuliahku tergolong pejalanan yang bisa kalian temukan di ig :v (you know what i mean :v). “Terimakasih, setelah ditolak 8x akhirnya aku di UGM”, “Makasih ITB tolakannya, aku masuk FEB tebaik di Indonesia #UGM”, “Dari 10 PTN, hanya Undip yang mau menerimaku”. Iyappp betul banget, aku mirip dengan mereka,hanya saja aku di univ swasta, bukan univ negeri yang hits seperti di ig itu.

Jika kalian mengenal saya, kalian pasti tau bahwa passion ku adalah didunia medis, kelihatan banget karena dar SMP s.d. SMA hidupku yang utama ada di PMR J karena memang betul, karena aku dulu PMR jadi materi dasar ketika kuliah aku udah ngerti lebih dulu. Jadi kalian yang ikut PMR kalian ga bakal nyesel hehe.

Hmmm kok bahas PMR yaa jadinya :” , oke lanjut, jadi aku dulu ikut seleksi masuk perguruan tinggi dengan berbagai jalur, dan total 10 kali aku ditolak. Aku tidak akan menceritakan detailnya karena nanti akan dijumpai satu kata, kedokteran. Intinya, aku 8 kali ikut seleksi PTN memilih prodi kedokteran, karena apa, karena ini memang yang aku ‘inginkan’. Kalau kalian kepo PTN nya apa aja, semua PTN di jatim, jateng dan jogja. Sampai ke 8 kali, aku masih belum menemukan titik terang di kedokteran. Akhirnya, 2 tes yang ke 9 dan 10, aku ikut vokasi di ugm sama unair. Nihil, ga diterima juga. Akhirnya, sampai agustus temen temen ku udah pada kuliah, aku belum dapat bangku kuliah. Tes 11 dan 12 aku ambil di univ swasta.

Sebenernya aku hanya ingin satu tes aja di swasta,  karena udah capek aja gitu, tes kemana mana haha. Tapi yaudahlah yaa, awalnya jadwal nya itu ga ada tabrakan. Aku daftar univ swasta di malang dan semarang, pengumuman di malang yang lebih dulu, dan pengumuman semarang satu hari sebelum pembayaran di malang. Univ yang malang aku tida bisa milih kedokteran, jadi aku masih berharap di semarang, misal di semarang diterima kedokteran, aku akan ke semarang, tapi jika bukan kedokteran, aku akan ambil yang di malang. Ini rencana awal.

Tetapii......

Jadwal di semarang berubah total :””””
Pengumumannya akhir bulan :” dan aku sedikit was was, karena aku masih berharap bisa masuk di kedokteran. Tanggal 27 di malang sudah harus di bayar (di malang prodi fisioterapi), dan disemarang baru tanggal 31 pengumuman, misal aku diterima kedokteran ‘beneran’ betapa menyesalnya aku, buang uang 26 juta buat ngunci yang dimalang. Bahkan disaat saat terakhir, masih aja diuji :”

Jika menginginkan sesuatu yang besar, kita juga harus siap dengan resiko yang besar.

Menunggu. Akhirnya aku memutuskan suatu hal yang resikonya lebih besar. Aku tidak memasuki yang dimalang, aku lebih memilih menunggu sesuatu yang mungkin saja pilihan yang salah. Orang orang disekitarku lebih menyarankan : “udahlah ambil aja yang dimalang, yang pasti pasti aja, soale kamu udah kepepet”.

Tapi ...

Tetep aja, yuan yang keras kepala tidak mudah luluh seperti itu. Aku memutuskan menunggu di semarang yang mana jika aku tidak diterima di kedokteran maupun perawat, mau tida mau aku harus gapyear dan hanya mengenang 12 kali aku jungkir balik berusaha masuk univ ditahun aku lulus SMA. Padahal di malang udah ada fisioterapi yang menungguku.


Kelihatannya ga berat yaa kalau dicerita :D biasa biasa aja kalau dimasukan dalam cerita blog abal abal haha. Mau tau ngga rasanya ketika lebih dari 3 bulan harus melewati itu semua?
Aku doakan jangan sampai temen temen disini ikut merasakan hal yang sama. Semoga temen temen disini dipermudah dalam urusan urusannya. Aamiin

Pernah suatu waktu aku merasa “aku lo bukan tipikal anak malas yang susah dapat univ”, “nilaiku aman aman aja”, “pengalaman organisasiku juga lumayan, jadi ketua umum menurutku suatu hal hebat dan piagamku juga berbobot”, “bahkan aku les sbm tiap hari pp 1 jam dan mengeluarkan biaya lagi karea beda dg les ku ketika un”, “apasih yang kurang dari aku ?”

Sejauh itu :”)

Dan sekarang...
Bersyukur, bersyukur dan bersyukur.
Betapa beruntungnya aku, mengeluarkan keringat lebih asin dari teman temanku yang lain. Mengeluarkan biaya yang aku bahkan gabisa menghitung habisnya berapa :”) (padahal aku peritungan), semua tabungan habis seketika daftar ujian mandiri. Belajar soal soal masuk univ yang modelan kayak gitu sampai agustus dan temanku yang lain udah di prodi mereka masing masing. Takut curhat ke ortu karena latar belakang keluargaku yang dingin. Setiap ditolak selalu ke SMA alasannya legalisir padahal mau curhat ke wali kelas :”) dear Bu Anis, dear Pak Win, dear Pak Tejo, Dear Pak Gik juga, terimakasih sudah membantu saya mengeluarkan air mata kekecewaan dan bangkit dengan soal soal ujian univ lagi. 

Bulan bulan itu, mengulang doa yang sama, masih bergantung pada harap yang sama, betapa diriku kala itu benar benar selalu menyebut sang pecipta :”) dimanapun dan dalam urusan apapun, selalu ku libatkan Dia. Terimaksih Yaa Allah, sudah berikan kekuatan hingga bisa sampai disini.

“Yuan yang di semarang bukan lagi Yuan yang di malang”

Kamu harus berproses, kamu harus berjuang, kamu harus terus berusaha. Ketika jalan yang kamu lalui terasa sulit, kamu tidak boleh menyerah.

Ingat, merantau sejauh ini bukan untuk main main, harus berani ‘terlahir’ kembali menjadi orang yang lebih baik. Karena kita semua tahu proses dan hasil tidak pernah saling mengkhianati. Selalu ada kesempatan untuk berubah.

Terimaksih sudah membaca sampai akhir :”) see yaa

August 30, 2018

Setiap Hari

Aku menulis ini di bukuku hari sabtu tanggal 4 agustus 2018, kayaknya lumayan juga untuk di share disini

---

Hari ini seharian aku bergelutan dg soal soal matematika standar masuk PTN. Aku mulai menerapkan hal hal yang kupelajari dari beberapa youtuber :v (clarin hayes sama gitasav:). Belajar setengah jam setelah itu istirahat sepuluh menit, setelah itu lanjut lagi setengah jam dan begitu seterusnya. Memang bener sih, 5 jam gakerasa gicuu.. wkwk. Ditambah kebiasaanku setiap pagi ngerjakam soal TPA sampai jam 6 pagi, baru beraktivitas.

Kebetulan nih, waktu istirahat sepuluh menit, aku main instagram. Di timeline muncul suatu video dari akun bisnis yang aku follow. Aku share aja isi dari video tersebut.

"Kehidupan seorang pengusaha"
Kebanyakan orang hanya melihat hasil akhir seorang pengusaha dan beranggapan bahwa dirinya tidak lebih beruntumg dari seorang pengusaha tsb (paham kan?). Mereka jadi merasa tidak bisa meraih kesuksesan seperti hal nya pengusaha sukses tsb. Bagi para pengusaha, kebanyakan hal yang tidak dilihat orang lain adalah yg sebenarnya terjadi (silahkan dicerna dulu kalimat ini). Perjuangan, setiap penolakan, rumor, kritikan, pengkhianatan, rekening yang kosong. Setiap malam mereka mencoba berfikir agas visi mereka dapat terwujud. Kalian bisa melihat perbandingan antara yang menyerah dan yang tidak dari mereka. Bagi yang tidak menyerah, mereka 'selalu' berusaha SETIAP HARI. Bekerja keras SETIAP HARI. Mereka semangat SETIAP HARI. ngalaman SETIAP HARI. Mereka memperbaiki diri SETIAP HARI.

Pasti kalian berpikiran sama denganku, bukan hanya seorang pengusaha yang harusnya melakukan hal yang sama. Apapun profesi kita. Istiqomah dan tawakkal. Jika terjebak pada rasa jenuh, yang harus dilakukan adalah : pertama istirahat , ibaratin aja cara belajar yg aku dapat dari clarin hayes, bekerja keras 30 menit istitahat 10 menit agar tdk jenuh, kedua ingat lagi niat, tujuan, motivasi, visi dan misi kita kenapa kita memilih jalan ini. InsyaAllah, apa yang kita inginkan akan bisa kita wujudkan. 

August 29, 2018

Atlas


Geografi, pelajaran mengenai bentuk bumi, ukuran bumi, intinya tentang seluk beluk  langit dan bumi. Aku teringat sebuah hadiah yang dulunya aku pandang sepele, tetapi ternyata sangat membekas manfaatnya. 10 tahun yang lalu, saat hal hal yang tak bisa kupikir dengan seksama, dimana sabar dan keikhlasan kita diuji, ketika waktu cepat datang dan cepat pergi.
***
“Ting ting ting, ting ting ting, tiring ting ting ting” , “Mak, aku belikan es krim dua, rasa coklat dan stroberi”, terdengar suara kakak sepupuku berteriak meminta es krim. Kakak sepupuku itu laki laki, tetapi manjanya lebih dari anak perempuan.
Di keluarga yang berketurunan cina, ada kepercayaan bahwa cucu laki laki adalah keberuntungan. Bisa dipastikan, setiap cucu laki laki orang cina sangat disayang dan sangat dimanja. Inilah realita yang kutemui di kehidupanku. Setiap orang dirumah harus bisa menuruti apa maunya, bahkan mamaku juga.
Mamaku anak ketiga dari tiga bersaudara. Ya, mamaku adalah anak bungsu, yang dalam cerita anak bungsu selalu paling dimanja, paling disayang, dan hal lain yang bersifat melebihkan. Tetapi hal itu tidak terjdi pada mamaku.
Dulu, setelah 2 tahun menikah kongku dan makku belum juga memiliki anak, akhirnya mengadopsi pamanku. Sekitar 1 tahun setelah mengadopsi pamanku, makku hamil bibiku. Hari yang telah ditunggu makku telah tiba, akhirnya bibiku lahir. Sejak kecil setiap keinginan bibiku selalu terpenuhi. Bisa dibilang semua kasih sayang mak dan kongku telah dimiliki bibi. Hanya selisih 3 tahun, makku melahirkan mamaku. Hal yang sama tidak terjadi. Mamaku selalu berjuang dalam masa mudanya, tidak semua keinginannya terpenuhi, berbeda sekali dengan paman dan bibiku yang mendapat kasih sayang lebih dari Mak dan Kongku.
***
Setiap Minggu pagi, Mak dan Kongku pergi ke gereja. Setelah selesai dari gereja, mereka pergi ke pasar untuk membeli lauk sarapan, kami tidak sempat memasak karena setiap minggu pagi ada kerja bakti di kampung. Hari itu ketika di pasar, kong tidak hanya membeli lauk, kong juga membelikan jam tangan untuk aku dan kakak. Jam tangan itu berbentuk baju, warna ungu untukku dan yang warna merah untuk kakakku.
“Kakak warna merah, adik warna ungu. Ini sama, cuma warnanya beda, gaboleh rebutan ya Nak,” kata Kong.
“Terimakasih Kong,”  kataku sambil memeluk Kong. Kakakku diam tak berkata apapun.
Mak membelikan kami lauk sayur dengan telur dadar dan bakmi goreng. Aku dan seluruh keluarga sarapan bersama. Sayangnya Mak tidak bergabung karena kakakku marah tanpa alasan. Kakak diam saja dan sibuk  melihat TV dengan volume yang sangat keras.
“Kak, kenapa kamu? kok marah marah gajelas, minta apa se? bilang ta nek mau sesuatu, gausah bikin emosi Mak!” kata Mak dengan nada tinggi.
“Adek dibelikan jam tangan warna ungu, aku mau warna ungu, aku gamau merah,jawab kakakku sambil menangis dengan nada manja.
“Dek, adek sini Nak,” suara Mak memanggilku.
Aku berlari kearah Mak dengan mulut yang penuh bakmi.
“Adek, jam tangan e ini biar di pakai kakak dulu ya, adek  nanti dibelikan lagi sama Kong.  Gapapa ya Nak, kakak e kasihan, ” tanya Makku.
Papaku datang dan bertanya kepada Mak, “Ada apa ? ”
Iki lo, kakak e minta jam sing ungu, adek sek ngalah, tak tukar uang sek dibeli kan Mama e,” jawab Mak kepada Papa.
Gausah Ma, enggak perlu ditukar uang, ” jawab Papa.
Aku memberikan jam tangan itu. Setelah itu Papa menggendongku kekamar, aku melihat Papaku menangis. Saat itu aku tak mengerti, kenapa karena hal kecil saja papaku sampai mengeluarkan air mata. Saat itu aku tak mengerti apa yang ada di pikiran orang dewasa.
***
Kongku menderita penyakit kencing manis. Walaupun begitu, kong masih kuat di usia nya untuk berkegiatan, padahal teman teman kong yang lain hanya duduk dirumah saja.
Kong itu orangnya pelit. Jika beliau memiliki rezeki, sulit baginya untuk berbagi, bahkan kepada anak anaknya. Walaupun begitu, jika kong memberikan sesuatu, beliau pasti membagi rata kepada ketiga anaknya dan tidak pilih kasih.
Saat aku masuk TK A, dan kakakku masuk TK B, kongku meninggal dunia. Masih teringat hari itu, dihari kepergian Kongku. Aku berjalan kedepan dan duduk dikursi.Tiba  tiba kakakku datang dan mendorong kursiku sampai aku terjatuh. Aku hanya menangis, dan entah kenapa kakakku juga ikut menangis. Papa datang langsung menggendong dan mengusap air mataku, tetapi berbeda dengan  Makku yang datang langsung memeluk kakaku dan bertanya, “Siapa yang jatuh ?”
Sambil menangis kakakku menjawab, “Tadi adek menyiram air putih ke aku Mak,”
Bahkan dihari kematian Kongku, kakakku masih bisa bersikap seperti itu. Aku melihat Papa, terlihat wajah yang memendam amarah, tetapi karena aku masih kecil aku hanya bisa menangis ketika terluka.
***
Setelah kematian Kong, Makku memutuskan untuk pergi merantau ke Jakarta.  Bersama temannya, beliau bekerja di perusahaan konveksi pakaian. Walaupun Mak tidak disini, tetapi sifat manja kakakku masih berlanjut. Bibi baru saja menikah dan belum memiliki anak, akhirnya kakakku beralih manja kepada Bibi.
Aku dan Kakak bersekolah di SD yang sama. Waktu itu akan ujian kenaikan kelas, sore harinya kakakku bermain sepeda dan layangan bersama beberapa anak. Saat pulang, pelipis kiri kakaku sudah sobek dan kakaku menangis terjerit jerit. Orang serumah pun bergegas ke rumah sakit. Setelah di periksa, kakakku mendapat 6 jahitan di pelipis kirinya.
“Kok bisa kak sampai kayak gini ? ngapain ae ? disuruh belajar kok malah main layangan!” Tanya Bibi sambil menangis
Lah sepedaku tertarik benang layangan, terus aku tadi di tabrak sama sepeda temanku, kaki ku kegulung benang layangan dan kena gesekan batu di pelipis, sakit Bi,” Jawab kakakku membentak kepada Bibi
“Ya Tuhan, gangerti lah, terserah!”  Ucap Bibi sambil meninggalkan kami.
Karena kejadian ini, kakakku tidak masuk sekolah satu minggu dan tidak mengikuti ujian.
Hari pengambilan rapot, orang rumah mendapatkan dua hal mengejutkan, pertama aku mendapat peringkat pertama dan nilai matematika ku sempurna. Hal mengejutkan kedua, ternyata kakakku tidak naik kelas.
Orang rumah tidak bisa berkata apapun kepada kakak. Marah, kesal, jengkel semua terlihat menjadi satu di wajah mereka. Padahal liburan tahun ini Mak memberi kabar kalau akan pulang. Tetapi cucu kesayangannya tidak menyambutnya dengan baik.                    
***
Hari dimana Makku kembali dari Jakarta, semua orang menunggu dengan bahagia, walaupun kakak telah melakukan kesalahan, tetapi seakan tidak ada yang perlu di evaluasi dari setiap kesalahannya.
Jam satu siang, Mak sampai dirumah. Mak membelikan setiap orang hadiah. Papa dan paman diberi hadiah satu stel baju lengkap dengan celana, Bibi dibelikan perhiasaan emas, mama kakaku dibelikan baju, tetapi mamaku sendiri yang tidak diberi hadiah. Kakaku mendapat banyak hadiah, pakaian, mainan dan alat tulis, tetapi saat Mak memberiku hadiah, beliau berkata, “Aku kemarin itu lupa mau beli hadiah buat adik, akhirnya di bis ada orang jualan atlas sepuluh ribuan aku belikan buat adik, maaf ya Dik Mak lupa beli hadiah buat kamu,” .
Saat itu masih jelas jika aku tidak begitu faham, Apa itu atlas ? buku bendera bendera dunia ?
“Ah mungkin di kelas 2 nanti aku akan belajar dengan ini,” Ucapku dalam hati.
 Aku tetap menerimanya dengan senang. Bahkan mama yang tidak diberi hadiah tetap senang karena Mak sudah pulang dengan selamat.
***
Aku merasa sedikit iri ketika kakakku berganti pakaian baru dan bermain dengan mainannya yang baru. Kakak tidak naik kelas tetapi hadiahnya kok paling banyak?  kenapa aku tidak dibelikan juga? kenapa aku diberi buku yang bahkan aku belum bisa mempelajarinya? aku mulai bertanya tanya.
“Ma, atlas ini aku gabisa ngerti, kakak mainan baru banyak, bajunya yang baru juga banyak.”  Kataku kepada mama
“Atlas itu buku pelajaran, nanti sampai SMA kamu masih butuh ini.” Jawab mama, aku berusaha memahami walau sebenarnya aku masih bingung apa maksudnya.  
“Gini nak, yang namanya buku ilmunya pasti mengalir jika kita mengamalkannya.  Baju dan mainan, hanya beberapa tahun sudah tidak terpakai, jadi jangan merasa begitu sama kakak. Hadiah dari Mak tetap di simpan, jangan sampai hilang,” Mama menasihatiku, akupun mengangguk.
***
Nasihat mama waktu itu selalu kuingat. Bertahun tahun aku mencoba memahaminya, mencoba mengerti sebuah arti dari setiap kejadian yang tak kumengerti.
Jika hanya baju atau mainan, setahun dua tahun sudah tidak terpakai. Kenangannya pun lambat tahun akan terlupakan. Jika ilmu yang diberikan kepada kita , kita bisa memanfaatkannya sampai nanti. Inilah rasanya mendapat hadiah dari seorang nenek yang pilih kasih terhadap cucu cucunya.  
Bertahun tahun telah berlalu. Aku beranggapan bahwa sejatinya Mak lebih sayang kepadaku, karena beliau memberikan kasih sayangnya dengan atlas sederhana ini. Sampai kapanpun akan teringat sejarahnya, bukan hanya tentang bendera dunia dan peta dunia, tetapi semua yang ada dimasa kecilku itu, akan teringat setiap kali aku melihat hadiah sederhana yang penuh makna.

---


cerita diatas adalah permintaan temen ipa 3 yang pengen tugas cerpenku di upload :") oke ini udah aku upload yaa, akhirnya kalian bisa baca berulang ulang yaa
(Tugas SMA kelas XI)

August 20, 2018

Fight

Hulaaaaaa
Aku udah se-minggu nih dirumah, habis dari semarang verifikasi data buat ujian gelombang 3. Semoga ini adalah jalan saya dan saya berhasil diterima di perguruan tinggi ini. Aamiin

Jadi ingin cerita sedikit ttg keseharianku beberapa hari ini. Jadi hari senin aku sampai di malang, sampai rumah aku tidur aja si soalnya di bis aku tidur kebangun terus jadi agak pusing, dan bersihin barang barang bawaan gitu. Selasa aku dikasih tau mama kalau sodara ada yg mau nikah, dan dari hari minggu aku dicari cari nih hmmm. Tapi apalah daya ada beberapa hal yang harus aku kerjakan dirumah -yg mana adalah pekerjaan irt- jadi selasa jg masih dirumah. Rabuu, hari h nya sodaraku nikah jadi seharian ku disana, kesana kemari nyambut gawe hehe.

Salah satu mas sepupuku ada yg cerita cerita gitu, tentang kuliah. Aku di omongin banyak hal, salah satunya ttg menghadapi hasil yg kita dapat. Beliau terkagum kagum melihatku (hmmm masa seh) berjuang ke perguruan tinggi dan ditolak bolak balik tetapi tetap kuat (dan ga sampai depresi). Katanya, beliau menyesal, kenapa dulu beliau memilih jurusan yg sekiranya diterima gampang dan itu bukan passionnya. Yaahh untung untungan kalau asal milih tapi tetap passionnya, kan masih kuat gitu jalaninya. Nah, mas ku ini bakatnya di teknik tapi kuliah ambil biologi, yaudah buyar :")
Mungkin memang di awal awal enak, udah diterima, tetapi nyatanya harus putus ditengah jalan karena memang ga nyaman, bukan jatahnya malah diambil.

Jadi intinya dari kutipan diatas itu gini "jangan menyerah sebelum berperang". Papaku selalu mengatakan hal ini ketika aku 'ingin' melakukan suatu hal, tapi saat masih 'bayangin' aja aku udah minder. Papa selalu bilang, punyalah mimpi yang tinggi, cita cita yang tinggi asalkan kamu berguna buat sesama. Ditambah kutipannya Bung Karno yanf : Gantungkan cita cita mu setinggi langit, karena jika kamu terjatuh, kamu akan jatuh diantara bintang bintang.

Hehehe, makanya kok aku suka membayangkan hari dimana aku punya name tag tulisannya 'kepala UGD' dan name tag satunya 'C.E.O' :v

Tapi bener cuyy, jika kita punya cita cita, tapi blm melangkah untuk mengejar udah minder, artinya kita udah gagal, gagal yang lebih rendah lagii, karena gagalnya sebelum berjuang. Jangan takut untuk membayangkan masa depan yg indah, walaupun menurut kita tida mungkin bisa meraihnya. Yaa bukan karena apa apa sih, karena membayangkan ga bayar jadi yaa bayangin aja. Hmmm yaa enggaklah, tapi terserah sih ini cuman saran aja hehe

Daann satuu lagii...

Ketika aku melihat mas ku itu merasa dia sdh gagal karena blm mencoba mengejar mimpinya, aku melihat ada segenggam semangat yg lain, menyampaikan kepada adik adik dan saudaranya untuk tdk seperti dia. Inilah yg kumaksut, berguna untuk orang lain walaupun mungkin melalui cerita yg sedikit receh yang kelihatannya tdk begitu berguna.

Jadi itulah beberapa kesehariannku di minggu ini, karena sebenernya ada cerita lagi yang hari kamis jumat sabtu minggu, tapi kita stop dulu yaa karena topiknya beda hahah

Hope u enjoy this story n ambil aja yang berguna, yg lain biarin aja gapapa

"Tidak ada kata terlambat untuk terus memperbaiki diri" - WM 

August 3, 2018

Ashamed

Sampai sekarang aku masih belum tau kuliah dimana, tapi hari hariku sudah terisi seolah olah aku tidak ada masalah dg kuliah. But, memang aku sedikit tidak terlalu memikirkannya, karena dalam pikiran kecil diotakku ada suatu hal simpel yang pasti akan aku lakukan di minggu depan. Aku tinggal tes dan mungkin saja tes yang ke-8 ini aku diterima . Aamiin atas izin Allah.

Aku malu kepada diriku sendiri, ketika kemarin kemarin aku berpikir perjuanganku sangat besar dan diberi cobaan bertubi tubi. Padahal dalam kenyataannya bisa sjaa aku merasa aku sudah berlari tetapi para pesaingku diluar sana sudah terbang ke langit -lupa aku kutip dari siapa-.

Rencana selalu ada,plan A, plan B, plan C bahkan plan Z. Harusnya aku lebih terbantu dg segala persiapan yang sudah saya rencanakan dg baik. Tetapi lagi lagi Allah tidak merestuinya. Sedih, pastinya, tetapi jangan sampai rasa kecewa terus menerus menguasai diri -walaupun sempat-, karena sesungguhnya selain tambah ditolak tambah semangat, rasa minder dan kurang pd sering kali datang. Aku bisa mengatasinya, tetapi juga selalu tangisanku bisa dihentikan dalam semalam.

Again and again aku bersyukur mengenalnya, seseorang yang bisa membantuku untuk selalu posthink. Background keluarga yang dingin kadang membuatku cukup kesulitan untuk menumpahkan segala rasa amarah kecewa dan hal negatif lainnya kepada lingkunganku. Tetapi syukur bisa kebantu.

Pernah gak sih kalian merasa jika kalian pernah suatu waktu terpuruk sendiri, tetapi ga ada yang bisa diajak berbagi. Akhirnya kita sakit sakit sendiri tetapi kemudian bangkit bangkit sendiri ?

Aku sering dalam bertahun tahun aku disebut sebagai remaja merasakan hal demikian. Merasa paling bisa mengatasi segala kepahitan hidup ini, merasa paling bisa bangkit dari keterpurukan tanpa orang lain. Tapi, after I though it over again, that is a big mistake.

Setelah kupelajari, tingkat ke-Perfectionist-an turut menyumbang perilaku ini. Nyatanya, seorang intrv pun butuh setidaknya 1 orang anggota keluarga yang bisa membantu bangun ketika terlanjur menangis dan terbaring dalam keterpurukan. Aku rasa ketika ada seseorang yang merasa dirinya sendiir yang bisa mengatur semuanya dan bangga mengatakan be myself, again, i think it also a big mistakes. You can read danang girindrawardana's book with title is MOU Maximum of U.

Dulu saya jga orang yang demikian, yang merasa apapun bisa kulakukan sendiri tanpa bantuan siapaun, yang merasa apapun tidak bisa dibagi dan tidak bisa patungan. Tetapi,agama dan lingkungan pernah berkata bahwa berbagi itu indah. Memang, tidak semua keterpurukan  bisa kita bagi, tetapi apa salahnya untuk meminta saran dari orang lain ?
untung untung untuk upgrade diri lah dapat saran dari orang lain

"Selagi ada kesempatan hidup, selalu ada kesempatan untuk berubah." - Be The New You a book by Wirda Mansur (buku yang waktu mau ke jogja masih ada, pulang dari jogja udah ilang aja)

Jangan lupa bersyukur dan selalu bahagia. Nikmat dan cobaan selalu menyertai kita semua kok hmmm

July 29, 2018

Berubahku karena dia ?

Habis baca blog nya gitasav nih, eaa... blog nya yang tentang nikahan dan satu pemikiran mengenai "Nikah cuma sekali" , jadinya ku ikut baper (maklumlah) dan aku ingin membahas mengenai hal yang kurang lebih sama.

Sekarang aku lagi ditempat favorit aku sambil minum kopi yang bikin perut aku sakit :v Rizky Oppa bakal tau nih aku dimana, yaap aku numpang wifi karena indosat error dan jika aku dirumah pekerjaan rumah tangga akan menyita waktu untuk menikmati hobiku.

Sebenernya ini udah aku catat di bukuku, cuman aku lupa tida nulis tanggal, jadi gatau ini aku tulis tanggal berapa. Tulisan ini kuberi judul 'Apa benar kita berubah dengan inisiatif kita sendiri ?'

Kini, usiaku 18 tahun, jujur aja menginjak usia ini aku sering baper gegara mengagumi seseorang. Tapi asal tau aja yaa aku mengagumi nya udah lama sekali, tapi kesempatan untuk diskusi barusan didapat beberapa tahun belakang ini.

Nih orang merubah aku cukup banyak. Hal hal positif yang aku dapat cukup kerasa, btw makasih yaa barangkali situ baca blog saya, maaf saya tidak tahu malu :((

Selalu hati hati, berfikir lebih kritis, selalu posthink, intinya aku lebih hati hati. Sekarang, habis baca blognya gitasav http://gitasavitri.blogspot.com/2018/07/akhirnya-hari-untuk-gita.html aku jadi tersadar lagi dan lagi,

Apakah hal positif itu akan bertahan jika rasa kagum kepada manusia itu hilang ?

Karena aku tau, aku berubahnya bukan karena sang pemberi hidup, aku berubah karena sesama ciptaannya. Aku tau diriku memiliki karakter seperti apa, tida mungkin goyah atau apalah itu, tapi aku takut jika tiba tiba sama Allah di goyahkan dan aku roboh. (Takut kepada hal yang mungkin saja tidak terjadi) tidapapalah sebagai selfreminder aja.

-Dari Sesosok YUAN yang berusia 18 Tahun-

July 27, 2018

Bulan Juli - Full of Happiness

In this month, actually i have been write some story, but u know lah yaa.. antara pikun mau nulis apa atau kalau enggak mau ngepost kayak iya kayak enggak gituu

Mungkin kalian pada kangen sama tulisanku yang katanya kalau pas baca kayak lagi nonton vlog gitu :VV (serius ada yang bilang gini hehe inisialnya galih)

Ku ingin cerita tapi gatau mau cerita apa :(( intinya bulan ini full of happiness dah. Aku sering keluar kota, pagi nya di surabaya tiba tiba siangnya udah rapat di batu haha. engga engga bukan itu, intinya 2 bulan terakhir penuh rasa bahagia jadi semua tulisan otomatis bahagia, mau membagikannya sangat sayang, mendng ku bagikan dibuku perdana nanti . EAAAAA.....

Mari kita membuletkan cerita :vvv

Sebenernya bulan ini termasuk bulan yang hari harinya terasa berat. Tapi Alhamdulillah hikmahnya sangat banyak sekalii. Banyak pelajaran yang selama 18 tahun ini baru aku dapat di bulan ini.
Sabar, tabah, ikhlas, sesuatu -yang aku pribadi- cukup sulit untuk bisa dipertahankan dan diterapkan berkelanjutan -Istiqomah-.

Aku menulis ini bukan bertujuan untuk dipahami, aku hanya bercerita hehe

Jaauuuhh dalam lubuk hati, rasa amarah dan emosi sering sekali menumpuk dan tak bisa dikendalikan. (Sebenarnya ku sangat keras kepala dan PERFECTIONST)

Kalau boleh di ibaratkan sama lagu, lagu kecewa yang biasanya dinyanyiin Gopal adalah yang cocok. Eh salah BCL wkwk.

'Ku ingin marah, melampiaskan, tapi ku hanyalah sendiri disini'

Tapiiii... lagi lagi pikiranku ini berproses lagi dan berkata 'gaboleh kecewa heee' (but ancen aku kecewa nang opo yaa)

intinya aku bahagia. banyak proses yang saya lewati lebih terjal dari yang lain. keringat yang saya keluarkan lebih asin dari lainnya. bersyukur disini karena jalan saya berbeda dg jalan yang biasa mereka lewati.

Berbeda bukan berarti gagal

Salah satu teman saya berkata : kamu sekarang gagal 7 kali tes, setiap daftar dan tes, kamu belajar, kamu berdoa, mengulang hal yang sama 7 kali, mengulang hal yang tidak dilakukan orang lain. Apa yng kamu kecewakan ? aku bangga punya teman kayak kamu (serius auto nangis) karena pada akhirnya kamu lebih mengingat setiap pelajaran daripada mereka yang hanya 2-3 kali gagal. karena kamu mengulang doa dan usaha.

entahlah aku menulis sesuatu yang harusnya tidak kutulis :((

Buat temen temen khususnya yang lulus 2018. Selamat sudah lulus dari SMA yang menyusahkan tapi menyenangkan ini. Selamat sudah dapat PTN/PTS/Politeknik/tempat kuliah lainnya. semangat kuliah, menjalani hari hari yang baruu. Doakan aku segera di terima kuliah juga teman teman. (Barangkali besok sudah diterima). AAMIIN


June 18, 2018

Hanya dengarkan saya!!


Aku pernah nulis blog yang ceritanya tidak sampai selesai yaa, itu dulu nulisnya di aplikasi di HP dan aku gatau kalau ternyata ga selesai hehe. Nah kayaknya mau aku selesain, soalnya udah beberapa bulan yang lalu aku inget lagi kejadiannya.

Jadi awal cerita dimulai saat aku pergi ke samsung, mau nyervis HP. HP aku yang lama itu rusaknya kayak gini, posisi layar mati tapi suara wa, line, dm itu masuk semua. Jadi selama beberapa waktu aku harus mengkonekkan wa ke laptop, agar tetap bisa dipakai hehe. Biaya buat servisnya sekitar 700ribu, akhirnya papa bilang beli hp baru aja yang rusak biar rusak. Yaudah akhirnya aku beli HP baru hehehe.

Setelah selesai transaksi, sama mas nya pasti dikasih tau cara caranya gitu yaa. Nah, disebelahku ada customer yang menyervis HP nya empat jam yang lalu. Cust itu datang datang ke CS sama marah marah. Aku kira HP nya jadi lebih rusak atau kenapa,ternyata orang ini marah marah karena merasa difitnah (?.

Empat jam yang lalu, mas customer ini servis HP, bilang ke mbak CS kalau ga kena air, habis itu beli belum sampai setahun jadi bebas biaya servis kan karena HP tidak kena air. Oke, sama mbak nya dikasih tau kalau mau dilihat dulu kerusakannya ada dimana. Habis itu mas cust ini di telfon kalau sebenarnya HP nya kena air. Naahh karena merasa difitnah –merasa hp nya tidak pernah disiram/kena air-- mas mas cust ini datang sama marah marah, “saya tidak masalah untuk bayar biaya servis asalkan saya tidak difitnah” “bisa jadi pegawai kalian didalam tiba tiba nyiramkan air ke HP saya” “Asal mbak tau aja ya saya beli hp baru tombol back nya udah gak fungsi, saya harus download aplikasi supaya bisa back” dan kalimat amarah yang keluar lainnya (yang aku ingat Cuma ini).

Mas mas ini marah sekali seolah olah mas nya yang paling tersakiti karena pihak samsung memfitnah masnya. Heboh se samsung siang hari itu. Orang ini ngoceh teruss sampai mbak CS nya mau menjelaskan prosedur dan lain lain kepotong terus.  

Pertama, aku ngelihat mas ini kayak alay aja gitu, kalau di logika yaa mana mungkin pegawai samsung ngerusakin HP yang harusnya mereka servis, pihak samsung pasti milih pegawai yaa yang orang bener, misal diniatin buat nyari untung lebih pastinya ada cara yg lebih gampang daripada ngerusak barang yang harus di servis.

Kedua, first impression aku sama orang kyk gini (cust) udah banyak jeleknya. Menerima masukan dari orang lain dan mendengar penjelasan orang lain merupakan salah satu ciri orang yang bijaksana. Ada waktu untuk kita berdiri didepan dan menjelaskan dan ada waktu dimana kita duduk dan mendengarkan. Orang ini marah, protes dan mengolok olok CS disana tanpa mau mendengar sepatah penjelasan dari CS nya. Salah paham ada untuk diluruskan, luka ada untuk disembuhkan. Ayolaaahhh, kesalahan kesalahan kecil yang tidak kita sadari jangan sampai ketika kita sadar kita lemparkan kesalahan itu kepada orang lain.

Ketiga, di tempat umum siapapun kita, apapun pekerjaan kita, setinggi apa jabatan kita hendaknya selalu menjaga sopan santun dan ketenangan dimuka umum. Membuat kerusuhan hanya karena masalah yang tidak terlalu jelas --karena alasan difitnah dalam konteks diatas menurutku kurang masuk akal-- . Ketika sedang emosi aku paham kalau kita pasti tidak akan bisa berpikir dampak apa yang akan terjadi selanjutnya. Setelah emosi dan pergi dari tempat kejadian, pasti kita akan menyesal dan baru bisa berpikir lebih logis. Maka dari itu, untuk meminimalisir anggapan buruk orang orang terhadap kita dan agar tubuh kita tidak terlalu terbebani secara psikis, mari kita tingkatkan kesopanan dan menjaga perilaku ditempat umum.


Not just smart, be wise – Yuan Tamara

June 16, 2018

Awal Baru

Aku telah menguraikan simpul yang terikat itu
Aku juga membuang tambang yang sudah putus
Tanpa ada yang tersisa
Tanpa ada penyesalan

Aku menegakkan posisiku
Dengan perasaan damai
Dan pikiran yang penuh percaya diri

Aku menghapus hari kemarin
Dengan harapan ...
Esok yang lebih baik

Merepotkan


Salah satu penyakit buruk yang menimpa dalam diriku adalah penyakit dori. Sebenarnya nih yaa, minggu lalu udah ada satu tulisan, tapi pas lagi enak enak nulis lupa materinya apa alhasil berhenti dulu kan ya, nah karena berhenti dan mencoba mengingat ingat ini lah yang membuat segala macam tulisanku yang udah berkonsep terhenti di tengah jalan dan gatau jg materinya apa sebenernya. Harusnya yaudahlah yaa gausah terlalu berpikir yang macem macem, tulis aja yang kamu ingin sampaikan :”)
Sekilas awalan yang tidak jelas, curhatan hati ceritanya hehehe
Masa masa ketika seorang remaja yang terbiasa melakukan apapun sendiri.
Waktu masih SMA dulu : Duduk dikelas sendiri, istirahat dikelas sendiri, ke kantin sendiri, ke kamar mandi sendiri, ke perpus sendiri, duduk di paving sendiri, nonton drama sendiri, nonton film sendiri, ngerjain tugas kelompok sendiri :D , ngerjakan apa apa sendiri. Sendiri sendiri sendiri
Sekarang : tinggal dirumah sendiri, duduk sendiri, makan sendiri, masak sendiri, belanja sendiri. Sama aja sih sebenernya kayak pas masih SMA. Haha
“Mbak lek samen sendirian ayo nang rumah” , “Yuan ndek rumah iki sendirian ? emang berani ?” , “Sekarang yuan sama siapa e ?” , “Dewean a ?”, “ketok ngenes tapi asline engga, oalah iyowes yu sembarang.”
Kalimat yang sering terdengar sampai aku udah gasuka ngejawab haha. Di masyarakat kita, hidup sendiri itu kesannya gimana sih ? seburuk itukah ? se-ngenes itu kah ?
Masa lalu yang sulit : trauma berteman dekat, sebagai tambal ban dalam pertemanan, penghianatan dalam organisasi, kepercayaan dan kepedulian yang tidak diemban dg tanggung jawab. Semua hal sulit yang terjadi dalam kurun waktu 6 tahun ini membawaku dalam 1 kesimpulan : ‘begitu sulit mempercayai sesama makhluk, aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri dan jika mampu biarkan orang lain yang mengandalkanku, yang merepotiku, asalkan jangan aku yang merepoti mereka’.  
Salah satu prinsip hidupku yg mungkin bisa kalian ikuti : ‘jangan merepotkan’
 Kalau kebanyakan temen temen lebih suka “Ah diem aja daripada nanti disuruh jadi kita yang repot” , aku lebih seneng “apa yang bisa kukerjakan ?” “gapapa istirahat aja biar aku lanjutkan”. Orangtuaku selalu menanamkan hal hal yang berhubungan untuk memikirkan kenyamanan dan kesejahteraan orang lain.
Dalam pelaksanaan untuk selalu melakukan kebaikan kepada orang lain, ada kalanya kita membutuhkan waktu sendiri untuk berpikir lebih dalam. Kalau untuk aku pribadi, kenapa aku lebih sering melakukan semua hal sendiri, karena memang aku lebih produktif ketika sendiri. Saat bersama tim aku jg produktif, tetapi ide ide dan gagasan gagasan baru akan muncul ketika aku sedang sendirian.
Karena aku punya prinsip yang sudah saya sebutkan diatas, ada kalanya saya lelah dan menunggu ke pekaan dari orang orang di lingkungan sekitar. Dalam kerja tim, sudah terbagi rata semua pekerjaan yang harus kita selesaikan sesuai deadline, karena aku merasa kita adalah tim, aku selalu berusaha mengerjakan tugasku sebelum deadline dan membuatku sempat untuk membantu tim yang lain. Jika kalian peka kalian akan bisa membayangkan ini dan akan paham maksut dari ke peka an yang aku inginkan.
Dalam hati saya tidak boleh merepotkan yang lain, tetapi fisik ini sudah lelah. Memang, punya prinsip yang menurutku luar biasa sulit menyinkronisasikan dengan dua hal ini bikin lelah lebih cepat muncul. Jika saya sudah mencapai di tingkat ini, hanya istighfar dan mengingat yang diatas yg bisa saya lakukan. Saya harus berani dan sanggup bertanggung jawab terhadap apa yang sudah saya tentukan.
Sesekali mengingat masa lalu yang suram, dimana tinggal di kandang kambing dan berusaha mencukupi kebutuhan sehari hari. Menunggu untuk sanak saudara mengerti dan berharap pada bantuannya, tetapi sampai saat susah itu hilang tidak ada sedikitpun bantuan dari yang diharapkan. Jangan jadi orang seperti ini ya yun, senantiasa saling tolong menolong, jangan merasa di repotkan.
Tetap tabah dalam menjalani pahit manisnya hidup. Berharap segala keinginan tercapai, terkhusus bulan dan tahun ini. Semoga beberapa kata diatas bisa bermanfaat untuk kita semua. Jika ada yang ingin disampaikan silahkan dm di ig/twitter : @yuantr_

May 19, 2018

Goresanku

Goresan yang kubuat
Membuat suara yang selalu teringat
Raut wajahmu yang sulit dibayangkan
Membuat goresan ini akan selalu terkenang
Tak ada interaksi yang kuinginkan
Selain hanya ikatan doa malam

April 25, 2018

Time

Ini akan menjadi tulisan yang sangat frontal

Waktu kelas XII kemarin, pernah suatu waktu (tepatnya jam 7 pagi di smaba sebelum foto ekskul BTS)  sharing sama salah satu member jatimpark group. Saya tidak akan menyebutkan nama beliau. Tujuan beliau kesekolah sebenanrnya ada urusan dengan pembina PMR. Tetapi karena jika tidak ada jam latihan yg tanggung jawab saya, akhirnya saya yang menemui beliau.

Bisa menebak apa yang disampaikan beliau ke saya ?

Ada banyak hal yang beliau sampaikan kepada saya, salah satunya adalah tentang waktu.

Seberapa besar seseorang menghargai waktu sama halnya dengan orang tsb menghargai orang lain.

Artinya jika seseorang tidak menghargai  waktu mereka sama saja dg orang tersebut tidak bisa menghargai orang lain.

Siapa yang tau tentang kesibukan seseorang jika bukan dia sendiri. Adanya pengelolaan waktu tujuannya supaya tidak ada waktu yg terbuang sia sia. Jadwal ada bukan untuk dipandang saja tetapi juga diterapkan. Saya pernah melakukan kesalahan dengan terlalu menenuhi waktu yang diberikan kepada saya. Hingga jadwal liburpun saya gunakan untuk aktivitas hari biasa. Harusnya jika orang yang cerdas dalam mengelola waktu, mereka akan tau kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya untuk istirahat. Saya mengakui ini dan saya merubah kebiasaan ini.

Kembali ke kesibukan seseorang. Jika saja kita mempunyai suatu janji untuk bertemu, harusnya kita menepati itu dengan sangat tanggung jawab. Misal janjian jam 11 siang yaudah jam segitu kalian sudah harus siap untuk menemui, jangan mengulur waktu berharga ini. Mindset kalian pasti masih tetap "jam e indonesia jam e molor" (jam nya indonesia selalu molor) aku beranggapakan jika kalian yang masih berfikiran seperti ini adalah orang yg tidak tau dunia luar itu seperti apa. Orang orang sukses diluar sana pelit terhadap waktu mereka. Apalagi orang bule bule itu, terlambat 5 menit perjanjian pekerjaan yang harusnya jadi akhirnya dibatalkan (Kebetulan salah satu member jatimpark group yang saya temui punya homestay diwiliyah batu, jadi beliau cerita seperti ini dan bisa merubah pola pikir saya). Intinya, jangan membiasakan diri untuk molor dan buang jauh jauh pemikiran jika suatu pertemuan pasti akan molor. Hal ini akan menjadi kebiasaan yang sangat buruk ruk ruk ruk.

Sekarang coba bayangkan, saya termasuk orang yang mobilitasnya tinggi (menurutku yg tau diriku sendiri). Setiap hari (setelah UN ini tepatnya) aku harus bolak balik malang batu naik sepeda motor untuk mengurus seluruh kepentinganku, baik mengenai pendidikan ataupun bisnis. Dalam minggu ini saja, customer yang memiliki janji denganku sudah menghilangkan waktuku berkali kali, padahal dalam 1 hari yang harus aku selesaikan tidak hanya berbisnis. Mulai jam 6 pagi sampai jam 5 sore aku harus aktif muter muter kesana kemari. Tetapi mereka dengan 'entengnya' menyepelekan semua susah payahku. Kalian tidak akan pernah berfikir atau bahkan kalian tidak akan membayangkan bagaimana jika berada di posisi ini. Aku berusaha kerasss menghargai kalian tetapi kalian ?

Hanya sebesar ini kah rasa menghargai kalian terhadap orang lain ?

Bahkan detik ini pun masih ada orang yang ingkar janji sampai aku spam dan aku telfon tdk diangkat. Dan orang ini tidak akan pernah tau berapa saja urusanku yang gagal karena orang ini, dan orang ini tidak akan merasa bersalah. Jika saja jawabannya nanti mengecewakan, mungkin pikirku memang benar, jika sulit mepercayai orang orang disekitar sini yang mempunyai pola pikir kurang luas.

April 9, 2018

let's learn together

UN Terakhir yeeyyy....
Maksutnya UN SMA kan udah yg terakhir wkwk, nanti pas kuliah ketemunya bukan UN, tapi sama sama ujian dengan nama lain (?) -iyain aja dah- 

Hari hari UN biasanya diisi ngapain ya ? Kalau UN kita pulang lebih awal kan yaa, apakah temen temen masih siswa siswi yang mengejar akademis secara perfectionis? -tiba tiba formal gitu ya- -yaah tijel- 

Hari ini mau sharing aja, ceritanya aku di tempat les curhat sama tentorku. Bukan curhat sih, iseng iseng cerita, maklum lah yaa Yuan sukanya cerita dan ternyata ada beberapa poin nih yang aku dapat.

Percaya akan Keajaiban Allah 

Sedikit mengganggu UN, ada beberapa pikiran yang membuat diriku sendiri kurang optimis dan minder. Bahkan perasaanku sudah sampai pada titik "kayaknya goals ku ga ada yang kesampaian nih". Nah ga sengaja cerita gini ke tentorku beliaunya menjawab, "Keajaiban Allah selalu diluar akal sehat kita Yu, dan ibu percaya karena sudah pernah mengalami sendiri, target ibu dulu sebeum anak anak masuk TK sudah harus punya rumah, dan Alhamdulillah ibu bisa beli rumah dengan uang 5Juta, hayoo masuk akal nggak ? ya tapi ini memang yang terjadi."

Pikiranku langsung kebuka aja, setelah beliau cerita seperti itu.Beberapa hari ini sedikit mempelajari tentang keajaiban kekuatan pikiran. Jadi langsung kebayang. Mungkin kalian bisa mempelajari sendiri, disini aku tidak akan membahas lebih banyak tentang ini.

Beliau juga menceritakan kepadaku mengenai  ke-perfectionist-an.

Adik beliau bukannya orang yang malas atau tidak pandai, malah adik beliau adalah anak rajin dan pandai dan termasuk orang yang perfectionist. Mungkin waktu itu adik beliau sedang dalam masa kritis -seperti aku saat ini- yang cukup parah hingga membuatnya tidak lulus UJian Nasional. Kebayang ? anak rajin dan pintar bisa tidak lulus ujian nasional, waktu itu pilihannya mengulang atau kejar paket. Otomatis adik beliau memilih mengulang. Titik beratnya adalah pada proses pemulihan terpuruknya dari kejadian yang tak terduag tersebut. Selama 2 bulan keluarganya kesulitan untuk bisa mengembalikan semangatnya. Tetapi atas izin Allah juga akhirnya adik beliau kembali seperti sedikala dan membuktikan kalau bisa saat dibangku perkuliahan.

Intinya, menjadi perfectionist boleh boleh aja, tetep realistis walaupun ada beberpa kehendak Allah yang terjadi berada diluar nalar kita. Mengapa demikian ? karena memang sifat sifat ini manusiawi tetapi jika tidak dikendalikan juga bisa menyebabkan akibat fatal, tidak lain adlah masalah psikis.

Lagi lagi kita harus selalu mengembalikan semuanya kepada Allah, entah perasaan susah senang atau perasaan yang lain. Solusi dari semua masalah kita adalah bantuan dari yang memiliki alam semesta ini.

Pesan dari sini, jika beberapa dari temen temen ada yang merasa ingin berbagi bebannya silahkan datang ke aku, sebisa mungkin kita sama sama saling support supaya tidak sampai mengalami keadaan sepeti yang aku alami atau seperti yang adik tentorku alami. Walaupun  mungkin dari aku tidak akan dapat solusi setidaknya beban kalian 60persen sudah terbagi dan akan merasa lebih lega.

Hal ini juga akan melatih kecerdasan emosional kita.

Itu aja yang mau aku sampaikan dan bagikan, semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua.

Semangat UN pejuang UNBK 2018, percaya dapat nilai sempurna semua, siapa tau Kuasa Allah menyertai kita semua.

April 1, 2018

High School Never Ends

Jarang jarang aku nunda deadline yang udah aku targetin sendiri. Harusnya aku nulis ini udah hari kamis kemarin, tapi kok ya ga diselesai selesain gitu yaa. Sekedar cerita aja, kertas aku yang isinya tulisan minggu ini udah hilang :") dan sebenarnya pas jumat libur itu aku udah ketik di HP. Ehhhh... HP ku mati lagi :") dan sekarang aku lupa mau nulis tentang apa, LTM sih.

Sambil inget inget aja, kayaknya aku mau cerita tentang ini.

Intinya hari apa gitu aku siang siang ketiduran, habis pulang ujian. (Udah hampir selesai aja nih USBN). Aku itu anaknya jarang mimpi, tapi kebetulan di hari itu aku mimpi. Gak terlalu ingat juga sih mimpinya gimana, yang aku inget itu aku mimpi hari dimana satu angkatan dikumpulin di paving tengah H-1 USBN (Tepatnya hari kamis). Baper aja sih intinya, kayak baru kemarin kumpul satu angkatan di paving tengah, sore hari lihat kaka kakak osis SUC (padahal mereka adalah kakak kakak yang galak) tiba tiba udah selesai aja masa belajar di SMAN 1 Batu :") .

"Hari ini, saya nyatakan kalian telah menyelesaikan KBM di SMAN 1 Batu...."

Kurang lebih kalimat itu yang ada di mimpiku :"). Baper lagii, hari itu HP ku maish hidup, aku buka instagram dan ada postinganku waktu MOPDB 2015. Hmmmmm.....

Kalau ada yang nanya, masa sekolah mana yang kamu sukai, aku ragu jika aku akan menjawab masa SMA. Tapi aku juga bingung mau jawab apa jadinya >.< (mungkin ini tulisan bakal tidak jelas wkwk)

Sampai hari ini aku masih bingung, apakah aku sudah bisa berguna bagi SMA ku ? Dalam hati kayak kesel aja misalkan sampai akhir pertemuan aku belum bisa berbuat apa apa untuk sekolahku. Ini sih yang aku  pikirkan terus menerus dari mulai terbangun di mimpiku itu.

Walaupun begitu, aku berharap kecemasanku yang tidak beralasan itu bisa teratasi dan terjawab.

Sekolah disini rasanya menyiksa tapi juga menyenangkan. Eh kenapa ya kok pengaruh negatif yang selalu dominan di pikiran ? kasih tau jawaban kalian di komentar yaa (yang mau aja wkwk). Oke kembali ke topik.

Suka duka nya sekolah disini itu beranekaragam. Entah kenapa aku gabisa mengeksprisakan di kata kata ya :") (yaa gini nih kalau gatau cara nulis yang bener wkwk). Apalagi kalau dikelas, hmmm kayak susah gitu bikin suasana nyaman dikelas, yaah mungkin karena aku memang seorang alien sih. Tapiii,,, ada beberapa hal yang sangat membuat aku bersyukur bisa masuk dikelasku yang sekarang ini. Apakah alasannya ituuuu ? Hanya ada dipikiranku wkwk

Semoga angkatan 38 SMAN 1 Batu ini bisa sukses semua. Amiinn

dan kalau misalkan yang baca ini dari angkatan 38 aku mengucapkan terimakasih sudah bisa berteman denganku dan aku juga senang bisa mengenal kalian semua. See u on top 38, kebanggaanku.

dan untuk pembaca juga, mungkin ini tulisan sangat hancur dan tidak tertata , tapi apa boleh buat, aku masih ingin menulis ini. Dan kalian juga jangan baper sama tulisan tuisanku yang lain, intinya ini blog adalah diary dan juga self reminder. Perasaan perasaan yang tidak bisa kuungkapkan dalam percakapn lisan.





March 17, 2018

m.g


Gaya belajar setiap orang berbeda beda. Ada yang belajar dengan mendengarkan penjelasan orang lain, menonton video pembelajaran, merangkum atau membaca berulang ulang. Kategori yang dipakai untuk membedakan gaya belajar ada 3: visual, auditori dan kinestetik. Setiap karakternya pasti berbeda, bahkan dalam satu jenis pun bisa saja gaya belajar mereka berbeda. Contoh aku sama temenku yang sama sama visual, aku kalau belajar harus melihat dan membaca, lalu aku tulis dan aku juga bisa belajar dengan mendengarkan lagu (tapi sedikit). Lain hal nya dengan temanku (yang satu ini -_-) sama sama visual tetapi gabisa belajar kalau ada suara berisik (walaupun Cuma sedikit).

Dengan adanya perbedaan ini, maka ..........

Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam berusaha mencapai cita cita mereka. [Dan aku menghargai itu]

Dan janganlah kamu mematahkan semangat orang lain dikarenakan kamu tidak bisa meraih suatu hal.[ ini perbuatan yang jahat sekali :”( ]

Masih banyak temen temen diluar sana yang secara tidak langsung membuat temennya yang lain patah semangat. Caranya banyak sekali,salah satunya adalah dengan melontarkan kata kata yang berpengaruh dan diucapkan berkali kali. Beberapa  kata yang terngiang dalam pikiranku adalah berikut : “Ojo sinau wes, lapo.. garap yo sak isomu” , “haduh gajelas i lo, mboh wes loss”, “haduhh angel, mboh wes” , “mboh kah aku wingi gasinau” .

Risih nggak kalau kita denger hal macam itu setiap hari ?? Entah kenapa mereka bicara langsung bicara tanpa memperhatikan aspek aspek dalam bertutur kata. Okelah jika kita kesel dan gabisa dalam sesuatu,  cukup aja simpan dalam hati serta perbaiki diri agar bisa mencapai hal itu, selesai kan ?

Gaperlu lah kita teriak teriak dengan mengatakan kata kata yang membuat orang lain disekitar kita menjadi patah semangat juga.  Jangan jadi orang yang kalau lagi susah diperlihatkan kepada orang lain tetapi kalau lagi seneng atau kalau lagi bisa digunakan sendiri.

Berubah itu perlu temen temen. Jangan sampai kita menjadi orang yang tetep berdiri dititik kita saat ini, dan tidak mau menerima perubahan dan MASUKAN DARI ORANG LAIN. Selain itu, MENGHARGAI TEMEN TEMEN YANG LAIN UNTUK BELAJAR adalah hal penting lainnya.

Yuan Tamara
maaf, tulisan yang ini agak sensitif

March 10, 2018

Pengabdian atau ?

Masa masa akhir SMA penuh dengan realita. Entah kenapa semakin akan berpisah semakin ada aja kendala. Masalah masalah lebih sering bermunculan, guru guru juga banyak yang baper dan masih adalagi.

Supaya berkesan baik, sebagai siswa harusnya kita memberikan kesan terakhir yang baik untuk sekolah. Walapun, tahun ini banyak masalah (seperti yang diatas) sehingga kita (rasanya) tidak diperdulikan bahkan merasa harus berjuang mati-matian demi masa depan kita sendiri. Meskipun seperti itu, sekolah telah memberikan kita lebih banyak hal daripada yang kita berikan.

Misal saja ekskul, kita diberi banyak wadah untuk menyalurkan bakat dan minat kita. Dengan hal ini, kita tidak hanya mendapat ilmu dan pengetahuan dibidang akademis saja, tetapi dibanyak bidang.

Kita ambil contoh kepemimpinan, kita belajar hal ini secara mendetail tidak didalam kelas bukan ? Kita belajar kepemimpinan karena kita aktif di organisasi atau beberapa kepanitiaan di luar kelas.

Tetapi ....

Sudah diberi jalan dan wadah seluas itu, tetap ada saja siswa yang merasa 'sekolah hanya butuh kita untuk akreditasi mereka' 'sekolah hanya butuh kita supaya piala makin banyak' 'sekolah tidak peduli kita nanti masuk perguruan tinggi bagaimana' dan banyak lagi perkataan yang memojokan sekolah.

Kembali lagi

Menurutku, aku cukup bisa memanfaatkan wadah dan kesempatan disekolah, sehingga aku bisa menjadi individu yang lebih baik. Tak hanya itu, aku cukup merasa wawasanku menjadi lebih bertambah semenjak sekolah disini, dan aku sangat menghargai itu.

Jika ada siswa yang mengatakan sekolah hanya butuh nilai kita untuk akreditasi, aku tidak setuju.
Bukankah nilai kita adalah untuk kita sendiri ? jika saja nilai kita baik yaa menurutku memang itu salah satu bentuk pengabdian kita kesekolah kita. Jika kita berusaha menjadi lebih baik agar sekolah kita maju, apa ada yang salah dengan hal ini ? Tentu kita tidak ingin sekolah kita dikategorikan sekolah yang kurang bermutu bukan ? Lalu atas dasar apa bisa berpikir hal yang demikian ?

Seharusnya kita lebih membuka mata dan berani terjun langsung mengambil kesempatan - kesempatan yang ada. Bukan hanya duduk dan melihat. Sekiranya kalian begini, kalian akan berfikir lagi, kesan terhadap sekolah yang kalian sebutkan itu.

---

February 24, 2018

Take your decision

Dulu, waktu usia 8 tahun atau kelas 2 SD, ada anak perempuan yang jadi pengurus dikelasnya, lebih tepatnya bendahara. Saat itu dia merasa gamau dan gapingin ribet jadi pengurus, pinginnya jadi murid biasa aja. Tapi, temen temennya tetep dukung karena merasa dia bisa jadi bendahara. Akhirnya dia mau jadi bendahara selama 1 semester. Awal awla dia merasa masih terpaksa dalam mengemban tugasnya, tapi seiring berjalannya waktu dia mulai menyukai dan bisa mengemban tanggung jawab dengan baik. Setelah selesai menjabat,dia kembali mejadi murid seperti biasa, yang sekolah hanya untuk belajar.

Saat itu kelas 4 SD, ada pemilihan kader UKS, anak ini yang dulunya gasuka banyak ribet dengan berbagi  kegiatan, akhirnya mulai berubah dengan mengikuti pemilihan kader UKS ini. Yaaa karena anak ini termasuk anak yang dominan dikelas, dikenal banyak guru jadi yaa langsung bisa masuk dengan posisi yang lumayan. 

Dari sinilah anak ini memutuskan untuk berani dan mulai berambisi untuk selalu jadi pemimpin. 

Mengambil keputusan semacam memanah anak panah, harus teliti agar tepat sasaran dan harus berani untuk melepaskannya.  

Beberapa hari ini ada satu hal yang cukup memakan banyak ruang dipikiranku. Masalahnya ada di cara pengambilan keputusan. Memang, jika disuatu perkumpulan tidak ada yang pasti siapa pemimpinnya, setiap pengambilan keputusan bisa jadi rumit, ujung ujungnya ga ada keputusan yang diambil. Apalagi jika partner kita kurang percaya diri dalam mengambil segala keputusannya. Selalu dalam segala hal dipertanyakan, padahal ada beberapa hal yang tidak perlu dibicarakan, tetapi bisa langsung dikerjakan. 

singkat saja, jika kita terus menerus bergantung kepada anggota yang lain dan tidak berani dalam mengambil keputusan, bagaiman kita bisa lebih maju ? bagaimana kita bisa lebih mandiri kedepannya, jika dalam hal apapun kita hanya bisa bilang 'terserah'  dan ragu ragu dalam bertindak 

Kita sama sama belajar untuk menjadi lebih baik.
Dalam hal ini, semuanya gaharus menunggu dari pemimpin, karena tim yang solid itu ketika pemimpinnya gaada, tapi tetap bisa jalan - AR 



February 9, 2018

Bertanya dan Mempengaruhi, Menyindir dan Memberi Saran

Peduli, bagi sebagian orang sulit diekspresikan, tetapi sebagian yang lain merasa mudah diekspresikan hingga harus diakui akan sikapnya. Kecenderungan sikap peduli pembawaannya berbeda, tanggapan orang lain pastinya berbeda juga.

Kepedulian yang pembawaannya bersifat keras dan mengkritik, tidak serta merta dipahami maksudnya, bahkan bisa jadi kepedulian tersebut diartikan sebagai pengaruh negatif yang harus dibuang jauh jauh, atau kepedulian itu hanya pura pura saja.

Menurut kejadian yang biasa aku alami, hal ini bisa mengakibtakan banyaknya respon berbentuk sindiran yang dilontarkan.  Yang lebih menjengkelkan, hal ini terjadi terus menerus. Seolah olah semakin kita peduli, bahkan khawatir, semakin besar pula sindiran yang dilontarkan. (Mungkin ini yang namanya kritik dibalas dengan kritik)

Aneh lagi, kepedulian dengan pembawaan sopan dan lembut juga tidak bisa langsung dipahami. Begitu juga respon yang diberikan, sama seperti hal yang tertulis diatas.

Bayangkan saja jika kepedulian seseorang dibawakan dengan bentuk sindiran ?

Akibat apalagi yang akan terjadi

Jika situasi seperti ini terus menerus terjadi, bagaimana sikap saling peduli bisa tumbuh dimasa depan ? Padahal sikap saling peduli dan saling memahami berhubungan langsung dengan kehidupan sosial individu, dimana setiap individu tersebut saling membutuhkan

January 29, 2018

Memperberat Psikis

Saat ini kelas 12 SMA lagi sibuk sibuknya mempersiapkan ujian mereka.Aku juga kelas 12 SMA dan besok ujian akhir tahun (disekolahku biasa disebut PAT). Hari hari mendekati ujian tugas tugas dan remedial harus diselesaikan agar bisa mengikuti PAT.

Kondisi seperti ini mengingatkan pada seseorang yang bercerita ke aku mengenai hal kecurangan. Dibenak kalian mungkin contek mencontek, membuat krepek atau salinan materi dan dibawa ke tempat ujian itu hal yang biasa dilakukan untuk melakukan kecurangan di sekolah. Tapi hal ini berbeda dengan cerita seseorang ini .

Ambisi bisa merugikan seseorang yang menghalalkan segala cara. Inilah cerita dari orang tersebut. Kecurangan kecurangan yang dilakukan bukan lagi saling menyontek dan mengkrepek tetapi sudah merambah kedalam mencuri soal dan melakukan kerja sama sesama geng. Bahkan mereka rela untuk menulisakan soal yang diujikan disaat teman mereka yang lain hari itu tidak mengikuti ujian. Hal yang mengejutkan bukan ?

Betapa ruginya orang orang seperti mereka yang hanya ingin memenuhi ambisi belaka terkait deretan angka, yang aku pikirkan disini adalah tekanan batin mereka dan psikis mereka.

Setelah beberapa kali mengamati, tekad mereka melakukan hal seperti itu tidak lain adalah rasa tidak atau kurang puas terhadap kemampuan sendiri, tekanan dari lingkungan mereka dan tuntutan keluarga.

Dari sinilah muncul kebohongan dan rasa ketakutan. Mereka tidak akan mengerti, dengan terus menerus melakukan hal semacam ini, dapat lebih menjatuhkan mereka daripada tetap menjadi orang yang apa adanya dengan dasar jujur  dan menghargai diri sendiri.

Pengamatanku juga, sebenarnya manusia adalah makhluk yang senantiasa jujur. Otak mereka akan merasa tertekan jika mereka berbohong. Tubuh akan merasa tidak siap untuk melakukan kebohongan. Tubuh juga sebenarnya tidaklah menginginkan kebohongan itu.

Pembuktian dari diriku sendiri adalah ketika ulangan harian bertanya kepada teman disampingku, sebenarnya aku sangat gemetar dan merasa sangat sulit untuk melakukan hal itu. Setelah ulangan pun aku akan merasa sangat sedih dan menyesal kenapa tadi aku memaksa tubuhku untuk melakukan hal tersebut.

Kita tidak akan mau melakukan hal yang tidak kita inginkan atau hal yang tidak kita butuhkan. Intinya seperti itulah tubuh kita menolak kebohongan.

Jika kita melakukan kebohongan tersebut dan berlanjut, tubuh kita akan semakin tertekan dan tertekan, karena sekalinya orang berbohong dan bisa menutupi kebohongan itu, mereka akan terus menerus berbohong lagi lagi dan lagi untuk melanjut cerita kebohongan mereka.
Bisa dibayangkan bagaimana beban yang ditanggung tubuh kita ?

Jika saja kebohongan ini terbongkar, dampaknya bukan lagi pada fisik, melainkan pada psikis. Jiwa mereka akan sangat tertekan karena kebohongan terbongkar dan tidak lagi dipercaya orang.

Lalu mengapa masih banyak orang yang tidak jujur dan memperberat psikis mereka sendiri ? bukankah jujur lebih memudahkan segala urusan ?

Janganlah risau teman teman, kita harus senantiasa mensyukuri apa yang kita miliki, dengan begini Allah akan senantiasa memberikan nikmat yang lebih kepada kita. Don't lose hope   

January 6, 2018

Teknologi menggantikan manusia

Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi semakin bertambah canggih juga. Pernah suatu waktu mengikuti seminar nasional yang didalamnya membahasan mengenai teknologi.Beberapa wacana menyebutkan seorang pegawai bank akan segera digantikan oleh mesin, sehingga para pegawainya akan di do semua. Saat ini banyak sekali mahasiswa di ilmu sosial, terlebih lagi ekonomi dan akuntan. Ini artinya sebagian kemajuan teknologi bukannya membuka lapangan pekerjaan, tetapi malah teknologi yang mengambil pekerjaan itu.

Hal ini memiliki dampak positif dan negatif, mungkin positifnya pemikiran beberapa orang akan terbuka bahwa banyak sekali bidang pekerjaan, tidak hanya menjadi pegawai bank. Akan tetapi, dampak negatifnya bisa saja orang tersebut sudah menjadi pegawai bank selama bertahun tahun dan pada akhirnya harus keluar dari pekerjaannya karena teknologi itu tadi. 

Tidak hanya dibidang ekonomi, saat ini juga banyak berita mengenai tekonologi yang sudah terlalu melampaui batas di dunia kesehatan. Pemateri dalam seminar tersebut mengatakan bahwa pasien yang akan dioperasi berasal dari indonesia yang membutuhkan operasi oleh dokter luar negeri tidak perlu jauh jauh menemui dokternya untuk operasi, karena saat ini sudah ada robot yang mampu melakukan operasi dan dipantau langsung oleh dokter dari luar negeri tersebut. Meskipun itu masih wacana, apakah para petugas medis bisa menerima ini ? 

jaman sekarang bukan lagi manusia yang memperbaiki robot, tetapi robot yang memperbaiki manusia

Tidak hanya itu, dokter yang bertugas untuk daerah pesisir dan pulau kecil juga mulai digantikan dengan teknologi medis jarak jauh (saya lupa sebutannya), dengan hanya melakukan tes sendiri dirumah dan mengirimkan hasilnya ke dokter tersebut. Mungkin beberapa orang mengira dengan hal ini para dokter tidak akan kesulitan untuk memeriksa pasien tersebut ke daerah pulau pulau, padahal sebenarnya para dokter ini lebih kesulitan karena tidak bertemu pasien secara langsung. Bagaimana mungkin seseorang yang sakit melakukan pemeriksaan sendiri tanpa menemui dokter, ya bisa saja sih, tetapi jika dilogika, pasien yang melakukan pemeriksaan secara langsung saja bisa terjadi salah diagnosa, apalagi yang tidak bertemu secara langsung ? 

Di beberapa bidang, teknologi memang sangat sangat sangat dibutuhkan dan diperlukan, tetapi memang ada beberapa bidang yang harus dikerjakan oleh manusia, tidak semua bisa digantikan oleh robot atau hal lainnya, seperti dibidang ekonomi dan kesehatan ini. 

opini saya tentang kemajuan teknologi yg berdampak

January 1, 2018

Kesepian bukan sepi

Bagi para introvert, sepi membuat pikiran kreatif mereka lebih terasah dan lebih bisa bekerja, baik itu di tempat sepi (kemngkinan masih ada orang) atau saat benar benar sedang sendiri. Inilah keadaan yang para intrv sukai yaitu suasana sepi. 

Kesepian

Seseorang merasa tertekan dikarenakan tekanan hidup seperti  masalah pelajaran, mendapat hasil yang kurang baik, masalah ekonomi, karena uang bulanan habis ? -iya yu- atau hal hal lainnya yang membawa mereka pada rasa kesepian. Ini adalah hal yang sering kita temui, tetapi kita tidak bisa menangani.

Kenapa kita tidak bisa menangani hal ini ?

Bila dilihat sebagian orang menganggap kesepian itu adalah hal sepele, mungkin mereka akan melampiaskan rasa kesepiannya pada hal seperti mengubungi teman dekat atau saudara atau lainnya.
Ini hanya dilakukan dari sebagian orang yang memang berkarakter lebih suka menceritakan masalahnya agar lebih baik dan tau bagaimana cara menceritakannya. Bagaiman dengan orang yang tidak bisa memulai cerita tentang masalah hidupnya tetapi dia butuh untuk menceritakannya ?

Sebenarnya, seluruh karakter baik itu intvr atau ekstrv tetap membutuhkan sesosok yang bisa "mendengar" segala isi hati mereka. dan disinilah nilai dari ke-peka-an kita dinilai, sudah sampai mana rasa perduli kita ? 

Jangan menunggu "sesosok" untuk mau mendengar kita, tetapi jadilah "sesosok" yang peka dan mau mendengar isi hati mereka.

Bagi kalian yang sedang dilanda masalah, kuatlah, semua pasti akan berakhir. Ingat bahwa semua orang disini pasti memiliki masalah, tinggal bagaimana kita mengcover hal ini. Menceritakan masalah ke teman atau keluarga tidak akan ada salahnya, jika kita bisa memilah siapa yang pantas mendengar cerita kita. Semua mempunyai tempat masing masing dan bercerita ini tujuannya tidak untuk mendapat solusi tetapi hanya untuk membagi beban sesaat.

kembali kepertanyaan

Mungkin kita tidak bisa menangani ini karena pengetahuan kita tentang kesepian dan dampaknya kurang dan kita tidak peka terhadap teman disekitar kita. Jadilah individu yang peka terhadap lingkungan sosialnya dan belajarlah menjadi pendengar yang baik.

Solusi hidup kita cari sendiri, tujuan teman dan keluarga disisi kita hanya untuk membantu dan mendengar kita agar tidak sampai terlalu tertekan dan depresi.

itu semua opini saya tentang kesepian dan peran teman