December 8, 2018
Jadilah orang sukses
Agar kau tidak menyalahkan
Keluargamu...
Pendidikanmu...
Temanmu...
Lingkunganmu.
- Yuan Tamara -
Semarang, desember 2018
November 11, 2018
Self Control
Prinsip yang memamg harus di canangkan dalam setiap individu, yang aku rasa sangat memengaruhi proses pengupgrade an ku, Istiqomah. Memaksa diri untuk merubah prinsip menuju lebih baik bukan hal salah, tetapi tegas!
Terlalu memanjakan diri sendiri dg mengatakan 'Gapapa sekali kali'. Semakin kita dewasa, harusnya kita bisa paham makna dibalik tanda kutip tersebut, dan diharuskan untuk kita tidak melakukan hal yang demikian 'lagi'. Kebiasaan yant sulit membedakan antara hal yang kita 'butuhkan' dengan yang kita 'inginkan' merupakan salah satu penyebabnya. Aku ambil contoh mengenai makan dan nyemil. Hasil akhir dari makanan, baik itu makanan yang mahal ataupun murah adalah sama. Belum tentu makanan mahal yang kita makan nutrisinya cukup untuk tubuh kita (dikaitkan dg kesehatan). Lagi lagi, hawa nafsu (yang dalam konteks ini bisa dipastikan 'kita tidak tegas dg diri sendiri') menyebabkan diri kita terlena.
Begitu juga dengan berbagai hal sepele yang sehari hari terjadi. Bisa saja hal sepele itu tidak kita pikirkan dengan matang, dan diakhir kita baru tersadar jika akibatnya membawa pada kebiasan yang merugikan, boros misalnya. Dalam keadaan ini, orang akan dibuat bingung jika terjadi keadaan 'gawat' dan 'darurat' (paham pasti yaa). Ini masih satu contoh akibat dari akibat tadi 👆🏻
Kebanyakan orang dalam situasi ini tidak berani menyalahkan diri sendiri. Melimpahkan kesalahan kepada lingkungan adalah salah satu pilihannya. Mereka mempunyai pola pikir bahwa pengaruh yang memyebabkan keborosannya adalah lingkungannya. Padahal bisa dikatakan bahwa pengaruh lingkungan tergantung dari respon kita.
Teori adapatasi mengatakan bahwa manusia menyesuaikan lingkungan, bukan lingkungan yang menyesuaikan manusia. Bersikap tegas kepada diri sendiri dan buktikan adaptasi kita bisa memberaikan feedback baik lebih dominan kepada lingkungan.
Semangat berubah!
November 2, 2018
Luka dan Kesedihan
Luka itu dapat menjadi sebuah jalan
Tidak ada kehidupan tanpa tertiup angin
Angin harus bertiup, agar pohon dapat mengakar
Itulah sebabnya angin mengayunkan pohon
Itulah sebabnya angin mengayunkan kita semua
Luka dapat juga menjadi sebuah jalan
Kesedihan dapat pula menjadi sebuah jalan
- Yuan Tamara
September 30, 2018
Who Am I ?
August 30, 2018
Setiap Hari
---
Hari ini seharian aku bergelutan dg soal soal matematika standar masuk PTN. Aku mulai menerapkan hal hal yang kupelajari dari beberapa youtuber :v (clarin hayes sama gitasav:). Belajar setengah jam setelah itu istirahat sepuluh menit, setelah itu lanjut lagi setengah jam dan begitu seterusnya. Memang bener sih, 5 jam gakerasa gicuu.. wkwk. Ditambah kebiasaanku setiap pagi ngerjakam soal TPA sampai jam 6 pagi, baru beraktivitas.
Kebetulan nih, waktu istirahat sepuluh menit, aku main instagram. Di timeline muncul suatu video dari akun bisnis yang aku follow. Aku share aja isi dari video tersebut.
"Kehidupan seorang pengusaha"
Kebanyakan orang hanya melihat hasil akhir seorang pengusaha dan beranggapan bahwa dirinya tidak lebih beruntumg dari seorang pengusaha tsb (paham kan?). Mereka jadi merasa tidak bisa meraih kesuksesan seperti hal nya pengusaha sukses tsb. Bagi para pengusaha, kebanyakan hal yang tidak dilihat orang lain adalah yg sebenarnya terjadi (silahkan dicerna dulu kalimat ini). Perjuangan, setiap penolakan, rumor, kritikan, pengkhianatan, rekening yang kosong. Setiap malam mereka mencoba berfikir agas visi mereka dapat terwujud. Kalian bisa melihat perbandingan antara yang menyerah dan yang tidak dari mereka. Bagi yang tidak menyerah, mereka 'selalu' berusaha SETIAP HARI. Bekerja keras SETIAP HARI. Mereka semangat SETIAP HARI. ngalaman SETIAP HARI. Mereka memperbaiki diri SETIAP HARI.
Pasti kalian berpikiran sama denganku, bukan hanya seorang pengusaha yang harusnya melakukan hal yang sama. Apapun profesi kita. Istiqomah dan tawakkal. Jika terjebak pada rasa jenuh, yang harus dilakukan adalah : pertama istirahat , ibaratin aja cara belajar yg aku dapat dari clarin hayes, bekerja keras 30 menit istitahat 10 menit agar tdk jenuh, kedua ingat lagi niat, tujuan, motivasi, visi dan misi kita kenapa kita memilih jalan ini. InsyaAllah, apa yang kita inginkan akan bisa kita wujudkan.
August 29, 2018
Atlas
cerita diatas adalah permintaan temen ipa 3 yang pengen tugas cerpenku di upload :") oke ini udah aku upload yaa, akhirnya kalian bisa baca berulang ulang yaa
(Tugas SMA kelas XI)
August 20, 2018
Fight
Aku udah se-minggu nih dirumah, habis dari semarang verifikasi data buat ujian gelombang 3. Semoga ini adalah jalan saya dan saya berhasil diterima di perguruan tinggi ini. Aamiin
Jadi ingin cerita sedikit ttg keseharianku beberapa hari ini. Jadi hari senin aku sampai di malang, sampai rumah aku tidur aja si soalnya di bis aku tidur kebangun terus jadi agak pusing, dan bersihin barang barang bawaan gitu. Selasa aku dikasih tau mama kalau sodara ada yg mau nikah, dan dari hari minggu aku dicari cari nih hmmm. Tapi apalah daya ada beberapa hal yang harus aku kerjakan dirumah -yg mana adalah pekerjaan irt- jadi selasa jg masih dirumah. Rabuu, hari h nya sodaraku nikah jadi seharian ku disana, kesana kemari nyambut gawe hehe.
Salah satu mas sepupuku ada yg cerita cerita gitu, tentang kuliah. Aku di omongin banyak hal, salah satunya ttg menghadapi hasil yg kita dapat. Beliau terkagum kagum melihatku (hmmm masa seh) berjuang ke perguruan tinggi dan ditolak bolak balik tetapi tetap kuat (dan ga sampai depresi). Katanya, beliau menyesal, kenapa dulu beliau memilih jurusan yg sekiranya diterima gampang dan itu bukan passionnya. Yaahh untung untungan kalau asal milih tapi tetap passionnya, kan masih kuat gitu jalaninya. Nah, mas ku ini bakatnya di teknik tapi kuliah ambil biologi, yaudah buyar :")
Mungkin memang di awal awal enak, udah diterima, tetapi nyatanya harus putus ditengah jalan karena memang ga nyaman, bukan jatahnya malah diambil.
Jadi intinya dari kutipan diatas itu gini "jangan menyerah sebelum berperang". Papaku selalu mengatakan hal ini ketika aku 'ingin' melakukan suatu hal, tapi saat masih 'bayangin' aja aku udah minder. Papa selalu bilang, punyalah mimpi yang tinggi, cita cita yang tinggi asalkan kamu berguna buat sesama. Ditambah kutipannya Bung Karno yanf : Gantungkan cita cita mu setinggi langit, karena jika kamu terjatuh, kamu akan jatuh diantara bintang bintang.
Hehehe, makanya kok aku suka membayangkan hari dimana aku punya name tag tulisannya 'kepala UGD' dan name tag satunya 'C.E.O' :v
Tapi bener cuyy, jika kita punya cita cita, tapi blm melangkah untuk mengejar udah minder, artinya kita udah gagal, gagal yang lebih rendah lagii, karena gagalnya sebelum berjuang. Jangan takut untuk membayangkan masa depan yg indah, walaupun menurut kita tida mungkin bisa meraihnya. Yaa bukan karena apa apa sih, karena membayangkan ga bayar jadi yaa bayangin aja. Hmmm yaa enggaklah, tapi terserah sih ini cuman saran aja hehe
Daann satuu lagii...
Ketika aku melihat mas ku itu merasa dia sdh gagal karena blm mencoba mengejar mimpinya, aku melihat ada segenggam semangat yg lain, menyampaikan kepada adik adik dan saudaranya untuk tdk seperti dia. Inilah yg kumaksut, berguna untuk orang lain walaupun mungkin melalui cerita yg sedikit receh yang kelihatannya tdk begitu berguna.
Jadi itulah beberapa kesehariannku di minggu ini, karena sebenernya ada cerita lagi yang hari kamis jumat sabtu minggu, tapi kita stop dulu yaa karena topiknya beda hahah
Hope u enjoy this story n ambil aja yang berguna, yg lain biarin aja gapapa
"Tidak ada kata terlambat untuk terus memperbaiki diri" - WM
August 3, 2018
Ashamed
Aku malu kepada diriku sendiri, ketika kemarin kemarin aku berpikir perjuanganku sangat besar dan diberi cobaan bertubi tubi. Padahal dalam kenyataannya bisa sjaa aku merasa aku sudah berlari tetapi para pesaingku diluar sana sudah terbang ke langit -lupa aku kutip dari siapa-.
Rencana selalu ada,plan A, plan B, plan C bahkan plan Z. Harusnya aku lebih terbantu dg segala persiapan yang sudah saya rencanakan dg baik. Tetapi lagi lagi Allah tidak merestuinya. Sedih, pastinya, tetapi jangan sampai rasa kecewa terus menerus menguasai diri -walaupun sempat-, karena sesungguhnya selain tambah ditolak tambah semangat, rasa minder dan kurang pd sering kali datang. Aku bisa mengatasinya, tetapi juga selalu tangisanku bisa dihentikan dalam semalam.
Again and again aku bersyukur mengenalnya, seseorang yang bisa membantuku untuk selalu posthink. Background keluarga yang dingin kadang membuatku cukup kesulitan untuk menumpahkan segala rasa amarah kecewa dan hal negatif lainnya kepada lingkunganku. Tetapi syukur bisa kebantu.
Pernah gak sih kalian merasa jika kalian pernah suatu waktu terpuruk sendiri, tetapi ga ada yang bisa diajak berbagi. Akhirnya kita sakit sakit sendiri tetapi kemudian bangkit bangkit sendiri ?
Aku sering dalam bertahun tahun aku disebut sebagai remaja merasakan hal demikian. Merasa paling bisa mengatasi segala kepahitan hidup ini, merasa paling bisa bangkit dari keterpurukan tanpa orang lain. Tapi, after I though it over again, that is a big mistake.
Setelah kupelajari, tingkat ke-Perfectionist-an turut menyumbang perilaku ini. Nyatanya, seorang intrv pun butuh setidaknya 1 orang anggota keluarga yang bisa membantu bangun ketika terlanjur menangis dan terbaring dalam keterpurukan. Aku rasa ketika ada seseorang yang merasa dirinya sendiir yang bisa mengatur semuanya dan bangga mengatakan be myself, again, i think it also a big mistakes. You can read danang girindrawardana's book with title is MOU Maximum of U.
Dulu saya jga orang yang demikian, yang merasa apapun bisa kulakukan sendiri tanpa bantuan siapaun, yang merasa apapun tidak bisa dibagi dan tidak bisa patungan. Tetapi,agama dan lingkungan pernah berkata bahwa berbagi itu indah. Memang, tidak semua keterpurukan bisa kita bagi, tetapi apa salahnya untuk meminta saran dari orang lain ?
untung untung untuk upgrade diri lah dapat saran dari orang lain
"Selagi ada kesempatan hidup, selalu ada kesempatan untuk berubah." - Be The New You a book by Wirda Mansur (buku yang waktu mau ke jogja masih ada, pulang dari jogja udah ilang aja)
Jangan lupa bersyukur dan selalu bahagia. Nikmat dan cobaan selalu menyertai kita semua kok hmmm
July 29, 2018
Berubahku karena dia ?
Sekarang aku lagi ditempat favorit aku sambil minum kopi yang bikin perut aku sakit :v Rizky Oppa bakal tau nih aku dimana, yaap aku numpang wifi karena indosat error dan jika aku dirumah pekerjaan rumah tangga akan menyita waktu untuk menikmati hobiku.
Sebenernya ini udah aku catat di bukuku, cuman aku lupa tida nulis tanggal, jadi gatau ini aku tulis tanggal berapa. Tulisan ini kuberi judul 'Apa benar kita berubah dengan inisiatif kita sendiri ?'
Kini, usiaku 18 tahun, jujur aja menginjak usia ini aku sering baper gegara mengagumi seseorang. Tapi asal tau aja yaa aku mengagumi nya udah lama sekali, tapi kesempatan untuk diskusi barusan didapat beberapa tahun belakang ini.
Nih orang merubah aku cukup banyak. Hal hal positif yang aku dapat cukup kerasa, btw makasih yaa barangkali situ baca blog saya, maaf saya tidak tahu malu :((
Selalu hati hati, berfikir lebih kritis, selalu posthink, intinya aku lebih hati hati. Sekarang, habis baca blognya gitasav http://gitasavitri.blogspot.com/2018/07/akhirnya-hari-untuk-gita.html aku jadi tersadar lagi dan lagi,
Apakah hal positif itu akan bertahan jika rasa kagum kepada manusia itu hilang ?
Karena aku tau, aku berubahnya bukan karena sang pemberi hidup, aku berubah karena sesama ciptaannya. Aku tau diriku memiliki karakter seperti apa, tida mungkin goyah atau apalah itu, tapi aku takut jika tiba tiba sama Allah di goyahkan dan aku roboh. (Takut kepada hal yang mungkin saja tidak terjadi) tidapapalah sebagai selfreminder aja.
-Dari Sesosok YUAN yang berusia 18 Tahun-
July 27, 2018
Bulan Juli - Full of Happiness
Mungkin kalian pada kangen sama tulisanku yang katanya kalau pas baca kayak lagi nonton vlog gitu :VV (serius ada yang bilang gini hehe inisialnya galih)
Ku ingin cerita tapi gatau mau cerita apa :(( intinya bulan ini full of happiness dah. Aku sering keluar kota, pagi nya di surabaya tiba tiba siangnya udah rapat di batu haha. engga engga bukan itu, intinya 2 bulan terakhir penuh rasa bahagia jadi semua tulisan otomatis bahagia, mau membagikannya sangat sayang, mendng ku bagikan dibuku perdana nanti . EAAAAA.....
Mari kita membuletkan cerita :vvv
Sebenernya bulan ini termasuk bulan yang hari harinya terasa berat. Tapi Alhamdulillah hikmahnya sangat banyak sekalii. Banyak pelajaran yang selama 18 tahun ini baru aku dapat di bulan ini.
Sabar, tabah, ikhlas, sesuatu -yang aku pribadi- cukup sulit untuk bisa dipertahankan dan diterapkan berkelanjutan -Istiqomah-.
Aku menulis ini bukan bertujuan untuk dipahami, aku hanya bercerita hehe
Jaauuuhh dalam lubuk hati, rasa amarah dan emosi sering sekali menumpuk dan tak bisa dikendalikan. (Sebenarnya ku sangat keras kepala dan PERFECTIONST)
Kalau boleh di ibaratkan sama lagu, lagu kecewa yang biasanya dinyanyiin Gopal adalah yang cocok. Eh salah BCL wkwk.
'Ku ingin marah, melampiaskan, tapi ku hanyalah sendiri disini'
Tapiiii... lagi lagi pikiranku ini berproses lagi dan berkata 'gaboleh kecewa heee' (but ancen aku kecewa nang opo yaa)
intinya aku bahagia. banyak proses yang saya lewati lebih terjal dari yang lain. keringat yang saya keluarkan lebih asin dari lainnya. bersyukur disini karena jalan saya berbeda dg jalan yang biasa mereka lewati.
Berbeda bukan berarti gagal
Salah satu teman saya berkata : kamu sekarang gagal 7 kali tes, setiap daftar dan tes, kamu belajar, kamu berdoa, mengulang hal yang sama 7 kali, mengulang hal yang tidak dilakukan orang lain. Apa yng kamu kecewakan ? aku bangga punya teman kayak kamu (serius auto nangis) karena pada akhirnya kamu lebih mengingat setiap pelajaran daripada mereka yang hanya 2-3 kali gagal. karena kamu mengulang doa dan usaha.
entahlah aku menulis sesuatu yang harusnya tidak kutulis :((
Buat temen temen khususnya yang lulus 2018. Selamat sudah lulus dari SMA yang menyusahkan tapi menyenangkan ini. Selamat sudah dapat PTN/PTS/Politeknik/tempat kuliah lainnya. semangat kuliah, menjalani hari hari yang baruu. Doakan aku segera di terima kuliah juga teman teman. (Barangkali besok sudah diterima). AAMIIN
July 7, 2018
June 18, 2018
Hanya dengarkan saya!!
June 16, 2018
Awal Baru
Aku telah menguraikan simpul yang terikat itu
Aku juga membuang tambang yang sudah putus
Tanpa ada yang tersisa
Tanpa ada penyesalan
Aku menegakkan posisiku
Dengan perasaan damai
Dan pikiran yang penuh percaya diri
Aku menghapus hari kemarin
Dengan harapan ...
Esok yang lebih baik
Merepotkan

May 19, 2018
Goresanku
Goresan yang kubuat
Membuat suara yang selalu teringat
Raut wajahmu yang sulit dibayangkan
Membuat goresan ini akan selalu terkenang
Tak ada interaksi yang kuinginkan
Selain hanya ikatan doa malam
April 25, 2018
Time
Ini akan menjadi tulisan yang sangat frontal
Waktu kelas XII kemarin, pernah suatu waktu (tepatnya jam 7 pagi di smaba sebelum foto ekskul BTS) sharing sama salah satu member jatimpark group. Saya tidak akan menyebutkan nama beliau. Tujuan beliau kesekolah sebenanrnya ada urusan dengan pembina PMR. Tetapi karena jika tidak ada jam latihan yg tanggung jawab saya, akhirnya saya yang menemui beliau.
Bisa menebak apa yang disampaikan beliau ke saya ?
Ada banyak hal yang beliau sampaikan kepada saya, salah satunya adalah tentang waktu.
Seberapa besar seseorang menghargai waktu sama halnya dengan orang tsb menghargai orang lain.
Artinya jika seseorang tidak menghargai waktu mereka sama saja dg orang tersebut tidak bisa menghargai orang lain.
Siapa yang tau tentang kesibukan seseorang jika bukan dia sendiri. Adanya pengelolaan waktu tujuannya supaya tidak ada waktu yg terbuang sia sia. Jadwal ada bukan untuk dipandang saja tetapi juga diterapkan. Saya pernah melakukan kesalahan dengan terlalu menenuhi waktu yang diberikan kepada saya. Hingga jadwal liburpun saya gunakan untuk aktivitas hari biasa. Harusnya jika orang yang cerdas dalam mengelola waktu, mereka akan tau kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya untuk istirahat. Saya mengakui ini dan saya merubah kebiasaan ini.
Kembali ke kesibukan seseorang. Jika saja kita mempunyai suatu janji untuk bertemu, harusnya kita menepati itu dengan sangat tanggung jawab. Misal janjian jam 11 siang yaudah jam segitu kalian sudah harus siap untuk menemui, jangan mengulur waktu berharga ini. Mindset kalian pasti masih tetap "jam e indonesia jam e molor" (jam nya indonesia selalu molor) aku beranggapakan jika kalian yang masih berfikiran seperti ini adalah orang yg tidak tau dunia luar itu seperti apa. Orang orang sukses diluar sana pelit terhadap waktu mereka. Apalagi orang bule bule itu, terlambat 5 menit perjanjian pekerjaan yang harusnya jadi akhirnya dibatalkan (Kebetulan salah satu member jatimpark group yang saya temui punya homestay diwiliyah batu, jadi beliau cerita seperti ini dan bisa merubah pola pikir saya). Intinya, jangan membiasakan diri untuk molor dan buang jauh jauh pemikiran jika suatu pertemuan pasti akan molor. Hal ini akan menjadi kebiasaan yang sangat buruk ruk ruk ruk.
Sekarang coba bayangkan, saya termasuk orang yang mobilitasnya tinggi (menurutku yg tau diriku sendiri). Setiap hari (setelah UN ini tepatnya) aku harus bolak balik malang batu naik sepeda motor untuk mengurus seluruh kepentinganku, baik mengenai pendidikan ataupun bisnis. Dalam minggu ini saja, customer yang memiliki janji denganku sudah menghilangkan waktuku berkali kali, padahal dalam 1 hari yang harus aku selesaikan tidak hanya berbisnis. Mulai jam 6 pagi sampai jam 5 sore aku harus aktif muter muter kesana kemari. Tetapi mereka dengan 'entengnya' menyepelekan semua susah payahku. Kalian tidak akan pernah berfikir atau bahkan kalian tidak akan membayangkan bagaimana jika berada di posisi ini. Aku berusaha kerasss menghargai kalian tetapi kalian ?
Hanya sebesar ini kah rasa menghargai kalian terhadap orang lain ?
Bahkan detik ini pun masih ada orang yang ingkar janji sampai aku spam dan aku telfon tdk diangkat. Dan orang ini tidak akan pernah tau berapa saja urusanku yang gagal karena orang ini, dan orang ini tidak akan merasa bersalah. Jika saja jawabannya nanti mengecewakan, mungkin pikirku memang benar, jika sulit mepercayai orang orang disekitar sini yang mempunyai pola pikir kurang luas.
April 9, 2018
let's learn together
Maksutnya UN SMA kan udah yg terakhir wkwk, nanti pas kuliah ketemunya bukan UN, tapi sama sama ujian dengan nama lain (?) -iyain aja dah-
Hari hari UN biasanya diisi ngapain ya ? Kalau UN kita pulang lebih awal kan yaa, apakah temen temen masih siswa siswi yang mengejar akademis secara perfectionis? -tiba tiba formal gitu ya- -yaah tijel-
Hari ini mau sharing aja, ceritanya aku di tempat les curhat sama tentorku. Bukan curhat sih, iseng iseng cerita, maklum lah yaa Yuan sukanya cerita dan ternyata ada beberapa poin nih yang aku dapat.
Percaya akan Keajaiban Allah
Sedikit mengganggu UN, ada beberapa pikiran yang membuat diriku sendiri kurang optimis dan minder. Bahkan perasaanku sudah sampai pada titik "kayaknya goals ku ga ada yang kesampaian nih". Nah ga sengaja cerita gini ke tentorku beliaunya menjawab, "Keajaiban Allah selalu diluar akal sehat kita Yu, dan ibu percaya karena sudah pernah mengalami sendiri, target ibu dulu sebeum anak anak masuk TK sudah harus punya rumah, dan Alhamdulillah ibu bisa beli rumah dengan uang 5Juta, hayoo masuk akal nggak ? ya tapi ini memang yang terjadi."
Pikiranku langsung kebuka aja, setelah beliau cerita seperti itu.Beberapa hari ini sedikit mempelajari tentang keajaiban kekuatan pikiran. Jadi langsung kebayang. Mungkin kalian bisa mempelajari sendiri, disini aku tidak akan membahas lebih banyak tentang ini.
Beliau juga menceritakan kepadaku mengenai ke-perfectionist-an.
Adik beliau bukannya orang yang malas atau tidak pandai, malah adik beliau adalah anak rajin dan pandai dan termasuk orang yang perfectionist. Mungkin waktu itu adik beliau sedang dalam masa kritis -seperti aku saat ini- yang cukup parah hingga membuatnya tidak lulus UJian Nasional. Kebayang ? anak rajin dan pintar bisa tidak lulus ujian nasional, waktu itu pilihannya mengulang atau kejar paket. Otomatis adik beliau memilih mengulang. Titik beratnya adalah pada proses pemulihan terpuruknya dari kejadian yang tak terduag tersebut. Selama 2 bulan keluarganya kesulitan untuk bisa mengembalikan semangatnya. Tetapi atas izin Allah juga akhirnya adik beliau kembali seperti sedikala dan membuktikan kalau bisa saat dibangku perkuliahan.
Intinya, menjadi perfectionist boleh boleh aja, tetep realistis walaupun ada beberpa kehendak Allah yang terjadi berada diluar nalar kita. Mengapa demikian ? karena memang sifat sifat ini manusiawi tetapi jika tidak dikendalikan juga bisa menyebabkan akibat fatal, tidak lain adlah masalah psikis.
Lagi lagi kita harus selalu mengembalikan semuanya kepada Allah, entah perasaan susah senang atau perasaan yang lain. Solusi dari semua masalah kita adalah bantuan dari yang memiliki alam semesta ini.
Pesan dari sini, jika beberapa dari temen temen ada yang merasa ingin berbagi bebannya silahkan datang ke aku, sebisa mungkin kita sama sama saling support supaya tidak sampai mengalami keadaan sepeti yang aku alami atau seperti yang adik tentorku alami. Walaupun mungkin dari aku tidak akan dapat solusi setidaknya beban kalian 60persen sudah terbagi dan akan merasa lebih lega.
Hal ini juga akan melatih kecerdasan emosional kita.
Itu aja yang mau aku sampaikan dan bagikan, semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua.
Semangat UN pejuang UNBK 2018, percaya dapat nilai sempurna semua, siapa tau Kuasa Allah menyertai kita semua.
April 1, 2018
High School Never Ends
Sambil inget inget aja, kayaknya aku mau cerita tentang ini.
Intinya hari apa gitu aku siang siang ketiduran, habis pulang ujian. (Udah hampir selesai aja nih USBN). Aku itu anaknya jarang mimpi, tapi kebetulan di hari itu aku mimpi. Gak terlalu ingat juga sih mimpinya gimana, yang aku inget itu aku mimpi hari dimana satu angkatan dikumpulin di paving tengah H-1 USBN (Tepatnya hari kamis). Baper aja sih intinya, kayak baru kemarin kumpul satu angkatan di paving tengah, sore hari lihat kaka kakak osis SUC (padahal mereka adalah kakak kakak yang galak) tiba tiba udah selesai aja masa belajar di SMAN 1 Batu :") .
"Hari ini, saya nyatakan kalian telah menyelesaikan KBM di SMAN 1 Batu...."
Kurang lebih kalimat itu yang ada di mimpiku :"). Baper lagii, hari itu HP ku maish hidup, aku buka instagram dan ada postinganku waktu MOPDB 2015. Hmmmmm.....
Kalau ada yang nanya, masa sekolah mana yang kamu sukai, aku ragu jika aku akan menjawab masa SMA. Tapi aku juga bingung mau jawab apa jadinya >.< (mungkin ini tulisan bakal tidak jelas wkwk)
Sampai hari ini aku masih bingung, apakah aku sudah bisa berguna bagi SMA ku ? Dalam hati kayak kesel aja misalkan sampai akhir pertemuan aku belum bisa berbuat apa apa untuk sekolahku. Ini sih yang aku pikirkan terus menerus dari mulai terbangun di mimpiku itu.
Walaupun begitu, aku berharap kecemasanku yang tidak beralasan itu bisa teratasi dan terjawab.
Sekolah disini rasanya menyiksa tapi juga menyenangkan. Eh kenapa ya kok pengaruh negatif yang selalu dominan di pikiran ? kasih tau jawaban kalian di komentar yaa (yang mau aja wkwk). Oke kembali ke topik.
Suka duka nya sekolah disini itu beranekaragam. Entah kenapa aku gabisa mengeksprisakan di kata kata ya :") (yaa gini nih kalau gatau cara nulis yang bener wkwk). Apalagi kalau dikelas, hmmm kayak susah gitu bikin suasana nyaman dikelas, yaah mungkin karena aku memang seorang alien sih. Tapiii,,, ada beberapa hal yang sangat membuat aku bersyukur bisa masuk dikelasku yang sekarang ini. Apakah alasannya ituuuu ? Hanya ada dipikiranku wkwk
Semoga angkatan 38 SMAN 1 Batu ini bisa sukses semua. Amiinn
dan kalau misalkan yang baca ini dari angkatan 38 aku mengucapkan terimakasih sudah bisa berteman denganku dan aku juga senang bisa mengenal kalian semua. See u on top 38, kebanggaanku.
dan untuk pembaca juga, mungkin ini tulisan sangat hancur dan tidak tertata , tapi apa boleh buat, aku masih ingin menulis ini. Dan kalian juga jangan baper sama tulisan tuisanku yang lain, intinya ini blog adalah diary dan juga self reminder. Perasaan perasaan yang tidak bisa kuungkapkan dalam percakapn lisan.
March 17, 2018
m.g
Dengan adanya perbedaan ini, maka ..........
March 10, 2018
Pengabdian atau ?
Supaya berkesan baik, sebagai siswa harusnya kita memberikan kesan terakhir yang baik untuk sekolah. Walapun, tahun ini banyak masalah (seperti yang diatas) sehingga kita (rasanya) tidak diperdulikan bahkan merasa harus berjuang mati-matian demi masa depan kita sendiri. Meskipun seperti itu, sekolah telah memberikan kita lebih banyak hal daripada yang kita berikan.
Misal saja ekskul, kita diberi banyak wadah untuk menyalurkan bakat dan minat kita. Dengan hal ini, kita tidak hanya mendapat ilmu dan pengetahuan dibidang akademis saja, tetapi dibanyak bidang.
Kita ambil contoh kepemimpinan, kita belajar hal ini secara mendetail tidak didalam kelas bukan ? Kita belajar kepemimpinan karena kita aktif di organisasi atau beberapa kepanitiaan di luar kelas.
Tetapi ....
Sudah diberi jalan dan wadah seluas itu, tetap ada saja siswa yang merasa 'sekolah hanya butuh kita untuk akreditasi mereka' 'sekolah hanya butuh kita supaya piala makin banyak' 'sekolah tidak peduli kita nanti masuk perguruan tinggi bagaimana' dan banyak lagi perkataan yang memojokan sekolah.
Kembali lagi
Menurutku, aku cukup bisa memanfaatkan wadah dan kesempatan disekolah, sehingga aku bisa menjadi individu yang lebih baik. Tak hanya itu, aku cukup merasa wawasanku menjadi lebih bertambah semenjak sekolah disini, dan aku sangat menghargai itu.
Jika ada siswa yang mengatakan sekolah hanya butuh nilai kita untuk akreditasi, aku tidak setuju.
Bukankah nilai kita adalah untuk kita sendiri ? jika saja nilai kita baik yaa menurutku memang itu salah satu bentuk pengabdian kita kesekolah kita. Jika kita berusaha menjadi lebih baik agar sekolah kita maju, apa ada yang salah dengan hal ini ? Tentu kita tidak ingin sekolah kita dikategorikan sekolah yang kurang bermutu bukan ? Lalu atas dasar apa bisa berpikir hal yang demikian ?
Seharusnya kita lebih membuka mata dan berani terjun langsung mengambil kesempatan - kesempatan yang ada. Bukan hanya duduk dan melihat. Sekiranya kalian begini, kalian akan berfikir lagi, kesan terhadap sekolah yang kalian sebutkan itu.
---
February 24, 2018
Take your decision
Dalam hal ini, semuanya gaharus menunggu dari pemimpin, karena tim yang solid itu ketika pemimpinnya gaada, tapi tetap bisa jalan - AR
February 9, 2018
Bertanya dan Mempengaruhi, Menyindir dan Memberi Saran
Kepedulian yang pembawaannya bersifat keras dan mengkritik, tidak serta merta dipahami maksudnya, bahkan bisa jadi kepedulian tersebut diartikan sebagai pengaruh negatif yang harus dibuang jauh jauh, atau kepedulian itu hanya pura pura saja.
Menurut kejadian yang biasa aku alami, hal ini bisa mengakibtakan banyaknya respon berbentuk sindiran yang dilontarkan. Yang lebih menjengkelkan, hal ini terjadi terus menerus. Seolah olah semakin kita peduli, bahkan khawatir, semakin besar pula sindiran yang dilontarkan. (Mungkin ini yang namanya kritik dibalas dengan kritik)
Aneh lagi, kepedulian dengan pembawaan sopan dan lembut juga tidak bisa langsung dipahami. Begitu juga respon yang diberikan, sama seperti hal yang tertulis diatas.
Bayangkan saja jika kepedulian seseorang dibawakan dengan bentuk sindiran ?
Akibat apalagi yang akan terjadi
Jika situasi seperti ini terus menerus terjadi, bagaimana sikap saling peduli bisa tumbuh dimasa depan ? Padahal sikap saling peduli dan saling memahami berhubungan langsung dengan kehidupan sosial individu, dimana setiap individu tersebut saling membutuhkan
January 29, 2018
Memperberat Psikis
Ambisi bisa merugikan seseorang yang menghalalkan segala cara. Inilah cerita dari orang tersebut. Kecurangan kecurangan yang dilakukan bukan lagi saling menyontek dan mengkrepek tetapi sudah merambah kedalam mencuri soal dan melakukan kerja sama sesama geng. Bahkan mereka rela untuk menulisakan soal yang diujikan disaat teman mereka yang lain hari itu tidak mengikuti ujian. Hal yang mengejutkan bukan ?
Betapa ruginya orang orang seperti mereka yang hanya ingin memenuhi ambisi belaka terkait deretan angka, yang aku pikirkan disini adalah tekanan batin mereka dan psikis mereka.
Setelah beberapa kali mengamati, tekad mereka melakukan hal seperti itu tidak lain adalah rasa tidak atau kurang puas terhadap kemampuan sendiri, tekanan dari lingkungan mereka dan tuntutan keluarga.
Dari sinilah muncul kebohongan dan rasa ketakutan. Mereka tidak akan mengerti, dengan terus menerus melakukan hal semacam ini, dapat lebih menjatuhkan mereka daripada tetap menjadi orang yang apa adanya dengan dasar jujur dan menghargai diri sendiri.
Pengamatanku juga, sebenarnya manusia adalah makhluk yang senantiasa jujur. Otak mereka akan merasa tertekan jika mereka berbohong. Tubuh akan merasa tidak siap untuk melakukan kebohongan. Tubuh juga sebenarnya tidaklah menginginkan kebohongan itu.
Pembuktian dari diriku sendiri adalah ketika ulangan harian bertanya kepada teman disampingku, sebenarnya aku sangat gemetar dan merasa sangat sulit untuk melakukan hal itu. Setelah ulangan pun aku akan merasa sangat sedih dan menyesal kenapa tadi aku memaksa tubuhku untuk melakukan hal tersebut.
Kita tidak akan mau melakukan hal yang tidak kita inginkan atau hal yang tidak kita butuhkan. Intinya seperti itulah tubuh kita menolak kebohongan.
Jika kita melakukan kebohongan tersebut dan berlanjut, tubuh kita akan semakin tertekan dan tertekan, karena sekalinya orang berbohong dan bisa menutupi kebohongan itu, mereka akan terus menerus berbohong lagi lagi dan lagi untuk melanjut cerita kebohongan mereka.
Bisa dibayangkan bagaimana beban yang ditanggung tubuh kita ?
Jika saja kebohongan ini terbongkar, dampaknya bukan lagi pada fisik, melainkan pada psikis. Jiwa mereka akan sangat tertekan karena kebohongan terbongkar dan tidak lagi dipercaya orang.
Lalu mengapa masih banyak orang yang tidak jujur dan memperberat psikis mereka sendiri ? bukankah jujur lebih memudahkan segala urusan ?
Janganlah risau teman teman, kita harus senantiasa mensyukuri apa yang kita miliki, dengan begini Allah akan senantiasa memberikan nikmat yang lebih kepada kita. Don't lose hope
January 6, 2018
Teknologi menggantikan manusia
January 1, 2018
Kesepian bukan sepi
Kesepian
Seseorang merasa tertekan dikarenakan tekanan hidup seperti masalah pelajaran, mendapat hasil yang kurang baik, masalah ekonomi, karena uang bulanan habis ? -iya yu- atau hal hal lainnya yang membawa mereka pada rasa kesepian. Ini adalah hal yang sering kita temui, tetapi kita tidak bisa menangani.
Kenapa kita tidak bisa menangani hal ini ?
Bila dilihat sebagian orang menganggap kesepian itu adalah hal sepele, mungkin mereka akan melampiaskan rasa kesepiannya pada hal seperti mengubungi teman dekat atau saudara atau lainnya.
Ini hanya dilakukan dari sebagian orang yang memang berkarakter lebih suka menceritakan masalahnya agar lebih baik dan tau bagaimana cara menceritakannya. Bagaiman dengan orang yang tidak bisa memulai cerita tentang masalah hidupnya tetapi dia butuh untuk menceritakannya ?
Sebenarnya, seluruh karakter baik itu intvr atau ekstrv tetap membutuhkan sesosok yang bisa "mendengar" segala isi hati mereka. dan disinilah nilai dari ke-peka-an kita dinilai, sudah sampai mana rasa perduli kita ?
Jangan menunggu "sesosok" untuk mau mendengar kita, tetapi jadilah "sesosok" yang peka dan mau mendengar isi hati mereka.
Bagi kalian yang sedang dilanda masalah, kuatlah, semua pasti akan berakhir. Ingat bahwa semua orang disini pasti memiliki masalah, tinggal bagaimana kita mengcover hal ini. Menceritakan masalah ke teman atau keluarga tidak akan ada salahnya, jika kita bisa memilah siapa yang pantas mendengar cerita kita. Semua mempunyai tempat masing masing dan bercerita ini tujuannya tidak untuk mendapat solusi tetapi hanya untuk membagi beban sesaat.
kembali kepertanyaan
Mungkin kita tidak bisa menangani ini karena pengetahuan kita tentang kesepian dan dampaknya kurang dan kita tidak peka terhadap teman disekitar kita. Jadilah individu yang peka terhadap lingkungan sosialnya dan belajarlah menjadi pendengar yang baik.
Solusi hidup kita cari sendiri, tujuan teman dan keluarga disisi kita hanya untuk membantu dan mendengar kita agar tidak sampai terlalu tertekan dan depresi.
