September 30, 2018

Who Am I ?


Halo pembaca setiakuuuu.... sudah berapa bulan aku ga nulis ya ? hehe maafkan. Mulai sekarang diusahakan tiap bulan akan ada topik yang aku bahas disini. Btw, aku sekarang udah jadi mahasiswa :D tepatnya mahasiswa S1 perawat di salah satu univ swasta jawa tengah. Lho kok jawa tengah ? kayak di jawa timur ga ada univ aja :v eittsss

Every Happen for a Reason

Perjalanan masuk kuliahku tergolong pejalanan yang bisa kalian temukan di ig :v (you know what i mean :v). “Terimakasih, setelah ditolak 8x akhirnya aku di UGM”, “Makasih ITB tolakannya, aku masuk FEB tebaik di Indonesia #UGM”, “Dari 10 PTN, hanya Undip yang mau menerimaku”. Iyappp betul banget, aku mirip dengan mereka,hanya saja aku di univ swasta, bukan univ negeri yang hits seperti di ig itu.

Jika kalian mengenal saya, kalian pasti tau bahwa passion ku adalah didunia medis, kelihatan banget karena dar SMP s.d. SMA hidupku yang utama ada di PMR J karena memang betul, karena aku dulu PMR jadi materi dasar ketika kuliah aku udah ngerti lebih dulu. Jadi kalian yang ikut PMR kalian ga bakal nyesel hehe.

Hmmm kok bahas PMR yaa jadinya :” , oke lanjut, jadi aku dulu ikut seleksi masuk perguruan tinggi dengan berbagai jalur, dan total 10 kali aku ditolak. Aku tidak akan menceritakan detailnya karena nanti akan dijumpai satu kata, kedokteran. Intinya, aku 8 kali ikut seleksi PTN memilih prodi kedokteran, karena apa, karena ini memang yang aku ‘inginkan’. Kalau kalian kepo PTN nya apa aja, semua PTN di jatim, jateng dan jogja. Sampai ke 8 kali, aku masih belum menemukan titik terang di kedokteran. Akhirnya, 2 tes yang ke 9 dan 10, aku ikut vokasi di ugm sama unair. Nihil, ga diterima juga. Akhirnya, sampai agustus temen temen ku udah pada kuliah, aku belum dapat bangku kuliah. Tes 11 dan 12 aku ambil di univ swasta.

Sebenernya aku hanya ingin satu tes aja di swasta,  karena udah capek aja gitu, tes kemana mana haha. Tapi yaudahlah yaa, awalnya jadwal nya itu ga ada tabrakan. Aku daftar univ swasta di malang dan semarang, pengumuman di malang yang lebih dulu, dan pengumuman semarang satu hari sebelum pembayaran di malang. Univ yang malang aku tida bisa milih kedokteran, jadi aku masih berharap di semarang, misal di semarang diterima kedokteran, aku akan ke semarang, tapi jika bukan kedokteran, aku akan ambil yang di malang. Ini rencana awal.

Tetapii......

Jadwal di semarang berubah total :””””
Pengumumannya akhir bulan :” dan aku sedikit was was, karena aku masih berharap bisa masuk di kedokteran. Tanggal 27 di malang sudah harus di bayar (di malang prodi fisioterapi), dan disemarang baru tanggal 31 pengumuman, misal aku diterima kedokteran ‘beneran’ betapa menyesalnya aku, buang uang 26 juta buat ngunci yang dimalang. Bahkan disaat saat terakhir, masih aja diuji :”

Jika menginginkan sesuatu yang besar, kita juga harus siap dengan resiko yang besar.

Menunggu. Akhirnya aku memutuskan suatu hal yang resikonya lebih besar. Aku tidak memasuki yang dimalang, aku lebih memilih menunggu sesuatu yang mungkin saja pilihan yang salah. Orang orang disekitarku lebih menyarankan : “udahlah ambil aja yang dimalang, yang pasti pasti aja, soale kamu udah kepepet”.

Tapi ...

Tetep aja, yuan yang keras kepala tidak mudah luluh seperti itu. Aku memutuskan menunggu di semarang yang mana jika aku tidak diterima di kedokteran maupun perawat, mau tida mau aku harus gapyear dan hanya mengenang 12 kali aku jungkir balik berusaha masuk univ ditahun aku lulus SMA. Padahal di malang udah ada fisioterapi yang menungguku.


Kelihatannya ga berat yaa kalau dicerita :D biasa biasa aja kalau dimasukan dalam cerita blog abal abal haha. Mau tau ngga rasanya ketika lebih dari 3 bulan harus melewati itu semua?
Aku doakan jangan sampai temen temen disini ikut merasakan hal yang sama. Semoga temen temen disini dipermudah dalam urusan urusannya. Aamiin

Pernah suatu waktu aku merasa “aku lo bukan tipikal anak malas yang susah dapat univ”, “nilaiku aman aman aja”, “pengalaman organisasiku juga lumayan, jadi ketua umum menurutku suatu hal hebat dan piagamku juga berbobot”, “bahkan aku les sbm tiap hari pp 1 jam dan mengeluarkan biaya lagi karea beda dg les ku ketika un”, “apasih yang kurang dari aku ?”

Sejauh itu :”)

Dan sekarang...
Bersyukur, bersyukur dan bersyukur.
Betapa beruntungnya aku, mengeluarkan keringat lebih asin dari teman temanku yang lain. Mengeluarkan biaya yang aku bahkan gabisa menghitung habisnya berapa :”) (padahal aku peritungan), semua tabungan habis seketika daftar ujian mandiri. Belajar soal soal masuk univ yang modelan kayak gitu sampai agustus dan temanku yang lain udah di prodi mereka masing masing. Takut curhat ke ortu karena latar belakang keluargaku yang dingin. Setiap ditolak selalu ke SMA alasannya legalisir padahal mau curhat ke wali kelas :”) dear Bu Anis, dear Pak Win, dear Pak Tejo, Dear Pak Gik juga, terimakasih sudah membantu saya mengeluarkan air mata kekecewaan dan bangkit dengan soal soal ujian univ lagi. 

Bulan bulan itu, mengulang doa yang sama, masih bergantung pada harap yang sama, betapa diriku kala itu benar benar selalu menyebut sang pecipta :”) dimanapun dan dalam urusan apapun, selalu ku libatkan Dia. Terimaksih Yaa Allah, sudah berikan kekuatan hingga bisa sampai disini.

“Yuan yang di semarang bukan lagi Yuan yang di malang”

Kamu harus berproses, kamu harus berjuang, kamu harus terus berusaha. Ketika jalan yang kamu lalui terasa sulit, kamu tidak boleh menyerah.

Ingat, merantau sejauh ini bukan untuk main main, harus berani ‘terlahir’ kembali menjadi orang yang lebih baik. Karena kita semua tahu proses dan hasil tidak pernah saling mengkhianati. Selalu ada kesempatan untuk berubah.

Terimaksih sudah membaca sampai akhir :”) see yaa

1 comment:

  1. Semangat yuan, aku nangis walaupun cuma baca aja
    Maaf karena bisa liat dan baca aja
    Tetep semangat ya disana, kutunggu jadimu

    ReplyDelete