Ini akan menjadi tulisan yang sangat frontal
Waktu kelas XII kemarin, pernah suatu waktu (tepatnya jam 7 pagi di smaba sebelum foto ekskul BTS) sharing sama salah satu member jatimpark group. Saya tidak akan menyebutkan nama beliau. Tujuan beliau kesekolah sebenanrnya ada urusan dengan pembina PMR. Tetapi karena jika tidak ada jam latihan yg tanggung jawab saya, akhirnya saya yang menemui beliau.
Bisa menebak apa yang disampaikan beliau ke saya ?
Ada banyak hal yang beliau sampaikan kepada saya, salah satunya adalah tentang waktu.
Seberapa besar seseorang menghargai waktu sama halnya dengan orang tsb menghargai orang lain.
Artinya jika seseorang tidak menghargai waktu mereka sama saja dg orang tersebut tidak bisa menghargai orang lain.
Siapa yang tau tentang kesibukan seseorang jika bukan dia sendiri. Adanya pengelolaan waktu tujuannya supaya tidak ada waktu yg terbuang sia sia. Jadwal ada bukan untuk dipandang saja tetapi juga diterapkan. Saya pernah melakukan kesalahan dengan terlalu menenuhi waktu yang diberikan kepada saya. Hingga jadwal liburpun saya gunakan untuk aktivitas hari biasa. Harusnya jika orang yang cerdas dalam mengelola waktu, mereka akan tau kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya untuk istirahat. Saya mengakui ini dan saya merubah kebiasaan ini.
Kembali ke kesibukan seseorang. Jika saja kita mempunyai suatu janji untuk bertemu, harusnya kita menepati itu dengan sangat tanggung jawab. Misal janjian jam 11 siang yaudah jam segitu kalian sudah harus siap untuk menemui, jangan mengulur waktu berharga ini. Mindset kalian pasti masih tetap "jam e indonesia jam e molor" (jam nya indonesia selalu molor) aku beranggapakan jika kalian yang masih berfikiran seperti ini adalah orang yg tidak tau dunia luar itu seperti apa. Orang orang sukses diluar sana pelit terhadap waktu mereka. Apalagi orang bule bule itu, terlambat 5 menit perjanjian pekerjaan yang harusnya jadi akhirnya dibatalkan (Kebetulan salah satu member jatimpark group yang saya temui punya homestay diwiliyah batu, jadi beliau cerita seperti ini dan bisa merubah pola pikir saya). Intinya, jangan membiasakan diri untuk molor dan buang jauh jauh pemikiran jika suatu pertemuan pasti akan molor. Hal ini akan menjadi kebiasaan yang sangat buruk ruk ruk ruk.
Sekarang coba bayangkan, saya termasuk orang yang mobilitasnya tinggi (menurutku yg tau diriku sendiri). Setiap hari (setelah UN ini tepatnya) aku harus bolak balik malang batu naik sepeda motor untuk mengurus seluruh kepentinganku, baik mengenai pendidikan ataupun bisnis. Dalam minggu ini saja, customer yang memiliki janji denganku sudah menghilangkan waktuku berkali kali, padahal dalam 1 hari yang harus aku selesaikan tidak hanya berbisnis. Mulai jam 6 pagi sampai jam 5 sore aku harus aktif muter muter kesana kemari. Tetapi mereka dengan 'entengnya' menyepelekan semua susah payahku. Kalian tidak akan pernah berfikir atau bahkan kalian tidak akan membayangkan bagaimana jika berada di posisi ini. Aku berusaha kerasss menghargai kalian tetapi kalian ?
Hanya sebesar ini kah rasa menghargai kalian terhadap orang lain ?
Bahkan detik ini pun masih ada orang yang ingkar janji sampai aku spam dan aku telfon tdk diangkat. Dan orang ini tidak akan pernah tau berapa saja urusanku yang gagal karena orang ini, dan orang ini tidak akan merasa bersalah. Jika saja jawabannya nanti mengecewakan, mungkin pikirku memang benar, jika sulit mepercayai orang orang disekitar sini yang mempunyai pola pikir kurang luas.
No comments:
Post a Comment