UN Terakhir yeeyyy....
Maksutnya UN SMA kan udah yg terakhir wkwk, nanti pas kuliah ketemunya bukan UN, tapi sama sama ujian dengan nama lain (?) -iyain aja dah-
Hari hari UN biasanya diisi ngapain ya ? Kalau UN kita pulang lebih awal kan yaa, apakah temen temen masih siswa siswi yang mengejar akademis secara perfectionis? -tiba tiba formal gitu ya- -yaah tijel-
Hari ini mau sharing aja, ceritanya aku di tempat les curhat sama tentorku. Bukan curhat sih, iseng iseng cerita, maklum lah yaa Yuan sukanya cerita dan ternyata ada beberapa poin nih yang aku dapat.
Percaya akan Keajaiban Allah
Sedikit mengganggu UN, ada beberapa pikiran yang membuat diriku sendiri kurang optimis dan minder. Bahkan perasaanku sudah sampai pada titik "kayaknya goals ku ga ada yang kesampaian nih". Nah ga sengaja cerita gini ke tentorku beliaunya menjawab, "Keajaiban Allah selalu diluar akal sehat kita Yu, dan ibu percaya karena sudah pernah mengalami sendiri, target ibu dulu sebeum anak anak masuk TK sudah harus punya rumah, dan Alhamdulillah ibu bisa beli rumah dengan uang 5Juta, hayoo masuk akal nggak ? ya tapi ini memang yang terjadi."
Pikiranku langsung kebuka aja, setelah beliau cerita seperti itu.Beberapa hari ini sedikit mempelajari tentang keajaiban kekuatan pikiran. Jadi langsung kebayang. Mungkin kalian bisa mempelajari sendiri, disini aku tidak akan membahas lebih banyak tentang ini.
Beliau juga menceritakan kepadaku mengenai ke-perfectionist-an.
Adik beliau bukannya orang yang malas atau tidak pandai, malah adik beliau adalah anak rajin dan pandai dan termasuk orang yang perfectionist. Mungkin waktu itu adik beliau sedang dalam masa kritis -seperti aku saat ini- yang cukup parah hingga membuatnya tidak lulus UJian Nasional. Kebayang ? anak rajin dan pintar bisa tidak lulus ujian nasional, waktu itu pilihannya mengulang atau kejar paket. Otomatis adik beliau memilih mengulang. Titik beratnya adalah pada proses pemulihan terpuruknya dari kejadian yang tak terduag tersebut. Selama 2 bulan keluarganya kesulitan untuk bisa mengembalikan semangatnya. Tetapi atas izin Allah juga akhirnya adik beliau kembali seperti sedikala dan membuktikan kalau bisa saat dibangku perkuliahan.
Intinya, menjadi perfectionist boleh boleh aja, tetep realistis walaupun ada beberpa kehendak Allah yang terjadi berada diluar nalar kita. Mengapa demikian ? karena memang sifat sifat ini manusiawi tetapi jika tidak dikendalikan juga bisa menyebabkan akibat fatal, tidak lain adlah masalah psikis.
Lagi lagi kita harus selalu mengembalikan semuanya kepada Allah, entah perasaan susah senang atau perasaan yang lain. Solusi dari semua masalah kita adalah bantuan dari yang memiliki alam semesta ini.
Pesan dari sini, jika beberapa dari temen temen ada yang merasa ingin berbagi bebannya silahkan datang ke aku, sebisa mungkin kita sama sama saling support supaya tidak sampai mengalami keadaan sepeti yang aku alami atau seperti yang adik tentorku alami. Walaupun mungkin dari aku tidak akan dapat solusi setidaknya beban kalian 60persen sudah terbagi dan akan merasa lebih lega.
Hal ini juga akan melatih kecerdasan emosional kita.
Itu aja yang mau aku sampaikan dan bagikan, semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua.
Semangat UN pejuang UNBK 2018, percaya dapat nilai sempurna semua, siapa tau Kuasa Allah menyertai kita semua.
No comments:
Post a Comment