Sampai sekarang aku masih belum tau kuliah dimana, tapi hari hariku sudah terisi seolah olah aku tidak ada masalah dg kuliah. But, memang aku sedikit tidak terlalu memikirkannya, karena dalam pikiran kecil diotakku ada suatu hal simpel yang pasti akan aku lakukan di minggu depan. Aku tinggal tes dan mungkin saja tes yang ke-8 ini aku diterima . Aamiin atas izin Allah.
Aku malu kepada diriku sendiri, ketika kemarin kemarin aku berpikir perjuanganku sangat besar dan diberi cobaan bertubi tubi. Padahal dalam kenyataannya bisa sjaa aku merasa aku sudah berlari tetapi para pesaingku diluar sana sudah terbang ke langit -lupa aku kutip dari siapa-.
Rencana selalu ada,plan A, plan B, plan C bahkan plan Z. Harusnya aku lebih terbantu dg segala persiapan yang sudah saya rencanakan dg baik. Tetapi lagi lagi Allah tidak merestuinya. Sedih, pastinya, tetapi jangan sampai rasa kecewa terus menerus menguasai diri -walaupun sempat-, karena sesungguhnya selain tambah ditolak tambah semangat, rasa minder dan kurang pd sering kali datang. Aku bisa mengatasinya, tetapi juga selalu tangisanku bisa dihentikan dalam semalam.
Again and again aku bersyukur mengenalnya, seseorang yang bisa membantuku untuk selalu posthink. Background keluarga yang dingin kadang membuatku cukup kesulitan untuk menumpahkan segala rasa amarah kecewa dan hal negatif lainnya kepada lingkunganku. Tetapi syukur bisa kebantu.
Pernah gak sih kalian merasa jika kalian pernah suatu waktu terpuruk sendiri, tetapi ga ada yang bisa diajak berbagi. Akhirnya kita sakit sakit sendiri tetapi kemudian bangkit bangkit sendiri ?
Aku sering dalam bertahun tahun aku disebut sebagai remaja merasakan hal demikian. Merasa paling bisa mengatasi segala kepahitan hidup ini, merasa paling bisa bangkit dari keterpurukan tanpa orang lain. Tapi, after I though it over again, that is a big mistake.
Setelah kupelajari, tingkat ke-Perfectionist-an turut menyumbang perilaku ini. Nyatanya, seorang intrv pun butuh setidaknya 1 orang anggota keluarga yang bisa membantu bangun ketika terlanjur menangis dan terbaring dalam keterpurukan. Aku rasa ketika ada seseorang yang merasa dirinya sendiir yang bisa mengatur semuanya dan bangga mengatakan be myself, again, i think it also a big mistakes. You can read danang girindrawardana's book with title is MOU Maximum of U.
Dulu saya jga orang yang demikian, yang merasa apapun bisa kulakukan sendiri tanpa bantuan siapaun, yang merasa apapun tidak bisa dibagi dan tidak bisa patungan. Tetapi,agama dan lingkungan pernah berkata bahwa berbagi itu indah. Memang, tidak semua keterpurukan bisa kita bagi, tetapi apa salahnya untuk meminta saran dari orang lain ?
untung untung untuk upgrade diri lah dapat saran dari orang lain
"Selagi ada kesempatan hidup, selalu ada kesempatan untuk berubah." - Be The New You a book by Wirda Mansur (buku yang waktu mau ke jogja masih ada, pulang dari jogja udah ilang aja)
Jangan lupa bersyukur dan selalu bahagia. Nikmat dan cobaan selalu menyertai kita semua kok hmmm
Semangat selalu Yuan. Jika aku boleh bicara ngawur Tuhan adalah kamu. Tuhan yakin bila kamu yakin. Jika kamu yakin dari dalam hatimu yang paling dalam itu adalah suatu bentuk cermin dari sebuah kesiapan berkat usaha yang meyakinkan pula. Allah selalu sejalan dengan hambaNya yang berjuang.
ReplyDeleteAku juga mendoakanmu untuk hal hal terbaik untukmu
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteSering sering bercerita kepada orang yang kamu percaya. Setidaknya jika kamu tidak yakin mereka akan membantu menyelesaikan masalah atau memberi saran paling tidak kamu sudah bercerita padanya. Bercerita membuatmu memunculkan ekspresi yang dibutuhkan untuk kamu keluarkan. Jangan terlalu sering menyembunyikan semuanya sehinggga berbohong tentang perasaanmu lewat hal hal yang nampak pada dirimu dengan hal hal yang kau tutupi untuk tetap terlihat biasa biasa saja . Kurangi pikiran pikiran yang menyulitkanmu dengan mengekspresikannya. Jangan sungkan, cari orang yang kamu percaya
ReplyDelete