August 30, 2018

Setiap Hari

Aku menulis ini di bukuku hari sabtu tanggal 4 agustus 2018, kayaknya lumayan juga untuk di share disini

---

Hari ini seharian aku bergelutan dg soal soal matematika standar masuk PTN. Aku mulai menerapkan hal hal yang kupelajari dari beberapa youtuber :v (clarin hayes sama gitasav:). Belajar setengah jam setelah itu istirahat sepuluh menit, setelah itu lanjut lagi setengah jam dan begitu seterusnya. Memang bener sih, 5 jam gakerasa gicuu.. wkwk. Ditambah kebiasaanku setiap pagi ngerjakam soal TPA sampai jam 6 pagi, baru beraktivitas.

Kebetulan nih, waktu istirahat sepuluh menit, aku main instagram. Di timeline muncul suatu video dari akun bisnis yang aku follow. Aku share aja isi dari video tersebut.

"Kehidupan seorang pengusaha"
Kebanyakan orang hanya melihat hasil akhir seorang pengusaha dan beranggapan bahwa dirinya tidak lebih beruntumg dari seorang pengusaha tsb (paham kan?). Mereka jadi merasa tidak bisa meraih kesuksesan seperti hal nya pengusaha sukses tsb. Bagi para pengusaha, kebanyakan hal yang tidak dilihat orang lain adalah yg sebenarnya terjadi (silahkan dicerna dulu kalimat ini). Perjuangan, setiap penolakan, rumor, kritikan, pengkhianatan, rekening yang kosong. Setiap malam mereka mencoba berfikir agas visi mereka dapat terwujud. Kalian bisa melihat perbandingan antara yang menyerah dan yang tidak dari mereka. Bagi yang tidak menyerah, mereka 'selalu' berusaha SETIAP HARI. Bekerja keras SETIAP HARI. Mereka semangat SETIAP HARI. ngalaman SETIAP HARI. Mereka memperbaiki diri SETIAP HARI.

Pasti kalian berpikiran sama denganku, bukan hanya seorang pengusaha yang harusnya melakukan hal yang sama. Apapun profesi kita. Istiqomah dan tawakkal. Jika terjebak pada rasa jenuh, yang harus dilakukan adalah : pertama istirahat , ibaratin aja cara belajar yg aku dapat dari clarin hayes, bekerja keras 30 menit istitahat 10 menit agar tdk jenuh, kedua ingat lagi niat, tujuan, motivasi, visi dan misi kita kenapa kita memilih jalan ini. InsyaAllah, apa yang kita inginkan akan bisa kita wujudkan. 

August 29, 2018

Atlas


Geografi, pelajaran mengenai bentuk bumi, ukuran bumi, intinya tentang seluk beluk  langit dan bumi. Aku teringat sebuah hadiah yang dulunya aku pandang sepele, tetapi ternyata sangat membekas manfaatnya. 10 tahun yang lalu, saat hal hal yang tak bisa kupikir dengan seksama, dimana sabar dan keikhlasan kita diuji, ketika waktu cepat datang dan cepat pergi.
***
“Ting ting ting, ting ting ting, tiring ting ting ting” , “Mak, aku belikan es krim dua, rasa coklat dan stroberi”, terdengar suara kakak sepupuku berteriak meminta es krim. Kakak sepupuku itu laki laki, tetapi manjanya lebih dari anak perempuan.
Di keluarga yang berketurunan cina, ada kepercayaan bahwa cucu laki laki adalah keberuntungan. Bisa dipastikan, setiap cucu laki laki orang cina sangat disayang dan sangat dimanja. Inilah realita yang kutemui di kehidupanku. Setiap orang dirumah harus bisa menuruti apa maunya, bahkan mamaku juga.
Mamaku anak ketiga dari tiga bersaudara. Ya, mamaku adalah anak bungsu, yang dalam cerita anak bungsu selalu paling dimanja, paling disayang, dan hal lain yang bersifat melebihkan. Tetapi hal itu tidak terjdi pada mamaku.
Dulu, setelah 2 tahun menikah kongku dan makku belum juga memiliki anak, akhirnya mengadopsi pamanku. Sekitar 1 tahun setelah mengadopsi pamanku, makku hamil bibiku. Hari yang telah ditunggu makku telah tiba, akhirnya bibiku lahir. Sejak kecil setiap keinginan bibiku selalu terpenuhi. Bisa dibilang semua kasih sayang mak dan kongku telah dimiliki bibi. Hanya selisih 3 tahun, makku melahirkan mamaku. Hal yang sama tidak terjadi. Mamaku selalu berjuang dalam masa mudanya, tidak semua keinginannya terpenuhi, berbeda sekali dengan paman dan bibiku yang mendapat kasih sayang lebih dari Mak dan Kongku.
***
Setiap Minggu pagi, Mak dan Kongku pergi ke gereja. Setelah selesai dari gereja, mereka pergi ke pasar untuk membeli lauk sarapan, kami tidak sempat memasak karena setiap minggu pagi ada kerja bakti di kampung. Hari itu ketika di pasar, kong tidak hanya membeli lauk, kong juga membelikan jam tangan untuk aku dan kakak. Jam tangan itu berbentuk baju, warna ungu untukku dan yang warna merah untuk kakakku.
“Kakak warna merah, adik warna ungu. Ini sama, cuma warnanya beda, gaboleh rebutan ya Nak,” kata Kong.
“Terimakasih Kong,”  kataku sambil memeluk Kong. Kakakku diam tak berkata apapun.
Mak membelikan kami lauk sayur dengan telur dadar dan bakmi goreng. Aku dan seluruh keluarga sarapan bersama. Sayangnya Mak tidak bergabung karena kakakku marah tanpa alasan. Kakak diam saja dan sibuk  melihat TV dengan volume yang sangat keras.
“Kak, kenapa kamu? kok marah marah gajelas, minta apa se? bilang ta nek mau sesuatu, gausah bikin emosi Mak!” kata Mak dengan nada tinggi.
“Adek dibelikan jam tangan warna ungu, aku mau warna ungu, aku gamau merah,jawab kakakku sambil menangis dengan nada manja.
“Dek, adek sini Nak,” suara Mak memanggilku.
Aku berlari kearah Mak dengan mulut yang penuh bakmi.
“Adek, jam tangan e ini biar di pakai kakak dulu ya, adek  nanti dibelikan lagi sama Kong.  Gapapa ya Nak, kakak e kasihan, ” tanya Makku.
Papaku datang dan bertanya kepada Mak, “Ada apa ? ”
Iki lo, kakak e minta jam sing ungu, adek sek ngalah, tak tukar uang sek dibeli kan Mama e,” jawab Mak kepada Papa.
Gausah Ma, enggak perlu ditukar uang, ” jawab Papa.
Aku memberikan jam tangan itu. Setelah itu Papa menggendongku kekamar, aku melihat Papaku menangis. Saat itu aku tak mengerti, kenapa karena hal kecil saja papaku sampai mengeluarkan air mata. Saat itu aku tak mengerti apa yang ada di pikiran orang dewasa.
***
Kongku menderita penyakit kencing manis. Walaupun begitu, kong masih kuat di usia nya untuk berkegiatan, padahal teman teman kong yang lain hanya duduk dirumah saja.
Kong itu orangnya pelit. Jika beliau memiliki rezeki, sulit baginya untuk berbagi, bahkan kepada anak anaknya. Walaupun begitu, jika kong memberikan sesuatu, beliau pasti membagi rata kepada ketiga anaknya dan tidak pilih kasih.
Saat aku masuk TK A, dan kakakku masuk TK B, kongku meninggal dunia. Masih teringat hari itu, dihari kepergian Kongku. Aku berjalan kedepan dan duduk dikursi.Tiba  tiba kakakku datang dan mendorong kursiku sampai aku terjatuh. Aku hanya menangis, dan entah kenapa kakakku juga ikut menangis. Papa datang langsung menggendong dan mengusap air mataku, tetapi berbeda dengan  Makku yang datang langsung memeluk kakaku dan bertanya, “Siapa yang jatuh ?”
Sambil menangis kakakku menjawab, “Tadi adek menyiram air putih ke aku Mak,”
Bahkan dihari kematian Kongku, kakakku masih bisa bersikap seperti itu. Aku melihat Papa, terlihat wajah yang memendam amarah, tetapi karena aku masih kecil aku hanya bisa menangis ketika terluka.
***
Setelah kematian Kong, Makku memutuskan untuk pergi merantau ke Jakarta.  Bersama temannya, beliau bekerja di perusahaan konveksi pakaian. Walaupun Mak tidak disini, tetapi sifat manja kakakku masih berlanjut. Bibi baru saja menikah dan belum memiliki anak, akhirnya kakakku beralih manja kepada Bibi.
Aku dan Kakak bersekolah di SD yang sama. Waktu itu akan ujian kenaikan kelas, sore harinya kakakku bermain sepeda dan layangan bersama beberapa anak. Saat pulang, pelipis kiri kakaku sudah sobek dan kakaku menangis terjerit jerit. Orang serumah pun bergegas ke rumah sakit. Setelah di periksa, kakakku mendapat 6 jahitan di pelipis kirinya.
“Kok bisa kak sampai kayak gini ? ngapain ae ? disuruh belajar kok malah main layangan!” Tanya Bibi sambil menangis
Lah sepedaku tertarik benang layangan, terus aku tadi di tabrak sama sepeda temanku, kaki ku kegulung benang layangan dan kena gesekan batu di pelipis, sakit Bi,” Jawab kakakku membentak kepada Bibi
“Ya Tuhan, gangerti lah, terserah!”  Ucap Bibi sambil meninggalkan kami.
Karena kejadian ini, kakakku tidak masuk sekolah satu minggu dan tidak mengikuti ujian.
Hari pengambilan rapot, orang rumah mendapatkan dua hal mengejutkan, pertama aku mendapat peringkat pertama dan nilai matematika ku sempurna. Hal mengejutkan kedua, ternyata kakakku tidak naik kelas.
Orang rumah tidak bisa berkata apapun kepada kakak. Marah, kesal, jengkel semua terlihat menjadi satu di wajah mereka. Padahal liburan tahun ini Mak memberi kabar kalau akan pulang. Tetapi cucu kesayangannya tidak menyambutnya dengan baik.                    
***
Hari dimana Makku kembali dari Jakarta, semua orang menunggu dengan bahagia, walaupun kakak telah melakukan kesalahan, tetapi seakan tidak ada yang perlu di evaluasi dari setiap kesalahannya.
Jam satu siang, Mak sampai dirumah. Mak membelikan setiap orang hadiah. Papa dan paman diberi hadiah satu stel baju lengkap dengan celana, Bibi dibelikan perhiasaan emas, mama kakaku dibelikan baju, tetapi mamaku sendiri yang tidak diberi hadiah. Kakaku mendapat banyak hadiah, pakaian, mainan dan alat tulis, tetapi saat Mak memberiku hadiah, beliau berkata, “Aku kemarin itu lupa mau beli hadiah buat adik, akhirnya di bis ada orang jualan atlas sepuluh ribuan aku belikan buat adik, maaf ya Dik Mak lupa beli hadiah buat kamu,” .
Saat itu masih jelas jika aku tidak begitu faham, Apa itu atlas ? buku bendera bendera dunia ?
“Ah mungkin di kelas 2 nanti aku akan belajar dengan ini,” Ucapku dalam hati.
 Aku tetap menerimanya dengan senang. Bahkan mama yang tidak diberi hadiah tetap senang karena Mak sudah pulang dengan selamat.
***
Aku merasa sedikit iri ketika kakakku berganti pakaian baru dan bermain dengan mainannya yang baru. Kakak tidak naik kelas tetapi hadiahnya kok paling banyak?  kenapa aku tidak dibelikan juga? kenapa aku diberi buku yang bahkan aku belum bisa mempelajarinya? aku mulai bertanya tanya.
“Ma, atlas ini aku gabisa ngerti, kakak mainan baru banyak, bajunya yang baru juga banyak.”  Kataku kepada mama
“Atlas itu buku pelajaran, nanti sampai SMA kamu masih butuh ini.” Jawab mama, aku berusaha memahami walau sebenarnya aku masih bingung apa maksudnya.  
“Gini nak, yang namanya buku ilmunya pasti mengalir jika kita mengamalkannya.  Baju dan mainan, hanya beberapa tahun sudah tidak terpakai, jadi jangan merasa begitu sama kakak. Hadiah dari Mak tetap di simpan, jangan sampai hilang,” Mama menasihatiku, akupun mengangguk.
***
Nasihat mama waktu itu selalu kuingat. Bertahun tahun aku mencoba memahaminya, mencoba mengerti sebuah arti dari setiap kejadian yang tak kumengerti.
Jika hanya baju atau mainan, setahun dua tahun sudah tidak terpakai. Kenangannya pun lambat tahun akan terlupakan. Jika ilmu yang diberikan kepada kita , kita bisa memanfaatkannya sampai nanti. Inilah rasanya mendapat hadiah dari seorang nenek yang pilih kasih terhadap cucu cucunya.  
Bertahun tahun telah berlalu. Aku beranggapan bahwa sejatinya Mak lebih sayang kepadaku, karena beliau memberikan kasih sayangnya dengan atlas sederhana ini. Sampai kapanpun akan teringat sejarahnya, bukan hanya tentang bendera dunia dan peta dunia, tetapi semua yang ada dimasa kecilku itu, akan teringat setiap kali aku melihat hadiah sederhana yang penuh makna.

---


cerita diatas adalah permintaan temen ipa 3 yang pengen tugas cerpenku di upload :") oke ini udah aku upload yaa, akhirnya kalian bisa baca berulang ulang yaa
(Tugas SMA kelas XI)

August 20, 2018

Fight

Hulaaaaaa
Aku udah se-minggu nih dirumah, habis dari semarang verifikasi data buat ujian gelombang 3. Semoga ini adalah jalan saya dan saya berhasil diterima di perguruan tinggi ini. Aamiin

Jadi ingin cerita sedikit ttg keseharianku beberapa hari ini. Jadi hari senin aku sampai di malang, sampai rumah aku tidur aja si soalnya di bis aku tidur kebangun terus jadi agak pusing, dan bersihin barang barang bawaan gitu. Selasa aku dikasih tau mama kalau sodara ada yg mau nikah, dan dari hari minggu aku dicari cari nih hmmm. Tapi apalah daya ada beberapa hal yang harus aku kerjakan dirumah -yg mana adalah pekerjaan irt- jadi selasa jg masih dirumah. Rabuu, hari h nya sodaraku nikah jadi seharian ku disana, kesana kemari nyambut gawe hehe.

Salah satu mas sepupuku ada yg cerita cerita gitu, tentang kuliah. Aku di omongin banyak hal, salah satunya ttg menghadapi hasil yg kita dapat. Beliau terkagum kagum melihatku (hmmm masa seh) berjuang ke perguruan tinggi dan ditolak bolak balik tetapi tetap kuat (dan ga sampai depresi). Katanya, beliau menyesal, kenapa dulu beliau memilih jurusan yg sekiranya diterima gampang dan itu bukan passionnya. Yaahh untung untungan kalau asal milih tapi tetap passionnya, kan masih kuat gitu jalaninya. Nah, mas ku ini bakatnya di teknik tapi kuliah ambil biologi, yaudah buyar :")
Mungkin memang di awal awal enak, udah diterima, tetapi nyatanya harus putus ditengah jalan karena memang ga nyaman, bukan jatahnya malah diambil.

Jadi intinya dari kutipan diatas itu gini "jangan menyerah sebelum berperang". Papaku selalu mengatakan hal ini ketika aku 'ingin' melakukan suatu hal, tapi saat masih 'bayangin' aja aku udah minder. Papa selalu bilang, punyalah mimpi yang tinggi, cita cita yang tinggi asalkan kamu berguna buat sesama. Ditambah kutipannya Bung Karno yanf : Gantungkan cita cita mu setinggi langit, karena jika kamu terjatuh, kamu akan jatuh diantara bintang bintang.

Hehehe, makanya kok aku suka membayangkan hari dimana aku punya name tag tulisannya 'kepala UGD' dan name tag satunya 'C.E.O' :v

Tapi bener cuyy, jika kita punya cita cita, tapi blm melangkah untuk mengejar udah minder, artinya kita udah gagal, gagal yang lebih rendah lagii, karena gagalnya sebelum berjuang. Jangan takut untuk membayangkan masa depan yg indah, walaupun menurut kita tida mungkin bisa meraihnya. Yaa bukan karena apa apa sih, karena membayangkan ga bayar jadi yaa bayangin aja. Hmmm yaa enggaklah, tapi terserah sih ini cuman saran aja hehe

Daann satuu lagii...

Ketika aku melihat mas ku itu merasa dia sdh gagal karena blm mencoba mengejar mimpinya, aku melihat ada segenggam semangat yg lain, menyampaikan kepada adik adik dan saudaranya untuk tdk seperti dia. Inilah yg kumaksut, berguna untuk orang lain walaupun mungkin melalui cerita yg sedikit receh yang kelihatannya tdk begitu berguna.

Jadi itulah beberapa kesehariannku di minggu ini, karena sebenernya ada cerita lagi yang hari kamis jumat sabtu minggu, tapi kita stop dulu yaa karena topiknya beda hahah

Hope u enjoy this story n ambil aja yang berguna, yg lain biarin aja gapapa

"Tidak ada kata terlambat untuk terus memperbaiki diri" - WM 

August 3, 2018

Ashamed

Sampai sekarang aku masih belum tau kuliah dimana, tapi hari hariku sudah terisi seolah olah aku tidak ada masalah dg kuliah. But, memang aku sedikit tidak terlalu memikirkannya, karena dalam pikiran kecil diotakku ada suatu hal simpel yang pasti akan aku lakukan di minggu depan. Aku tinggal tes dan mungkin saja tes yang ke-8 ini aku diterima . Aamiin atas izin Allah.

Aku malu kepada diriku sendiri, ketika kemarin kemarin aku berpikir perjuanganku sangat besar dan diberi cobaan bertubi tubi. Padahal dalam kenyataannya bisa sjaa aku merasa aku sudah berlari tetapi para pesaingku diluar sana sudah terbang ke langit -lupa aku kutip dari siapa-.

Rencana selalu ada,plan A, plan B, plan C bahkan plan Z. Harusnya aku lebih terbantu dg segala persiapan yang sudah saya rencanakan dg baik. Tetapi lagi lagi Allah tidak merestuinya. Sedih, pastinya, tetapi jangan sampai rasa kecewa terus menerus menguasai diri -walaupun sempat-, karena sesungguhnya selain tambah ditolak tambah semangat, rasa minder dan kurang pd sering kali datang. Aku bisa mengatasinya, tetapi juga selalu tangisanku bisa dihentikan dalam semalam.

Again and again aku bersyukur mengenalnya, seseorang yang bisa membantuku untuk selalu posthink. Background keluarga yang dingin kadang membuatku cukup kesulitan untuk menumpahkan segala rasa amarah kecewa dan hal negatif lainnya kepada lingkunganku. Tetapi syukur bisa kebantu.

Pernah gak sih kalian merasa jika kalian pernah suatu waktu terpuruk sendiri, tetapi ga ada yang bisa diajak berbagi. Akhirnya kita sakit sakit sendiri tetapi kemudian bangkit bangkit sendiri ?

Aku sering dalam bertahun tahun aku disebut sebagai remaja merasakan hal demikian. Merasa paling bisa mengatasi segala kepahitan hidup ini, merasa paling bisa bangkit dari keterpurukan tanpa orang lain. Tapi, after I though it over again, that is a big mistake.

Setelah kupelajari, tingkat ke-Perfectionist-an turut menyumbang perilaku ini. Nyatanya, seorang intrv pun butuh setidaknya 1 orang anggota keluarga yang bisa membantu bangun ketika terlanjur menangis dan terbaring dalam keterpurukan. Aku rasa ketika ada seseorang yang merasa dirinya sendiir yang bisa mengatur semuanya dan bangga mengatakan be myself, again, i think it also a big mistakes. You can read danang girindrawardana's book with title is MOU Maximum of U.

Dulu saya jga orang yang demikian, yang merasa apapun bisa kulakukan sendiri tanpa bantuan siapaun, yang merasa apapun tidak bisa dibagi dan tidak bisa patungan. Tetapi,agama dan lingkungan pernah berkata bahwa berbagi itu indah. Memang, tidak semua keterpurukan  bisa kita bagi, tetapi apa salahnya untuk meminta saran dari orang lain ?
untung untung untuk upgrade diri lah dapat saran dari orang lain

"Selagi ada kesempatan hidup, selalu ada kesempatan untuk berubah." - Be The New You a book by Wirda Mansur (buku yang waktu mau ke jogja masih ada, pulang dari jogja udah ilang aja)

Jangan lupa bersyukur dan selalu bahagia. Nikmat dan cobaan selalu menyertai kita semua kok hmmm