June 18, 2018

Hanya dengarkan saya!!


Aku pernah nulis blog yang ceritanya tidak sampai selesai yaa, itu dulu nulisnya di aplikasi di HP dan aku gatau kalau ternyata ga selesai hehe. Nah kayaknya mau aku selesain, soalnya udah beberapa bulan yang lalu aku inget lagi kejadiannya.

Jadi awal cerita dimulai saat aku pergi ke samsung, mau nyervis HP. HP aku yang lama itu rusaknya kayak gini, posisi layar mati tapi suara wa, line, dm itu masuk semua. Jadi selama beberapa waktu aku harus mengkonekkan wa ke laptop, agar tetap bisa dipakai hehe. Biaya buat servisnya sekitar 700ribu, akhirnya papa bilang beli hp baru aja yang rusak biar rusak. Yaudah akhirnya aku beli HP baru hehehe.

Setelah selesai transaksi, sama mas nya pasti dikasih tau cara caranya gitu yaa. Nah, disebelahku ada customer yang menyervis HP nya empat jam yang lalu. Cust itu datang datang ke CS sama marah marah. Aku kira HP nya jadi lebih rusak atau kenapa,ternyata orang ini marah marah karena merasa difitnah (?.

Empat jam yang lalu, mas customer ini servis HP, bilang ke mbak CS kalau ga kena air, habis itu beli belum sampai setahun jadi bebas biaya servis kan karena HP tidak kena air. Oke, sama mbak nya dikasih tau kalau mau dilihat dulu kerusakannya ada dimana. Habis itu mas cust ini di telfon kalau sebenarnya HP nya kena air. Naahh karena merasa difitnah –merasa hp nya tidak pernah disiram/kena air-- mas mas cust ini datang sama marah marah, “saya tidak masalah untuk bayar biaya servis asalkan saya tidak difitnah” “bisa jadi pegawai kalian didalam tiba tiba nyiramkan air ke HP saya” “Asal mbak tau aja ya saya beli hp baru tombol back nya udah gak fungsi, saya harus download aplikasi supaya bisa back” dan kalimat amarah yang keluar lainnya (yang aku ingat Cuma ini).

Mas mas ini marah sekali seolah olah mas nya yang paling tersakiti karena pihak samsung memfitnah masnya. Heboh se samsung siang hari itu. Orang ini ngoceh teruss sampai mbak CS nya mau menjelaskan prosedur dan lain lain kepotong terus.  

Pertama, aku ngelihat mas ini kayak alay aja gitu, kalau di logika yaa mana mungkin pegawai samsung ngerusakin HP yang harusnya mereka servis, pihak samsung pasti milih pegawai yaa yang orang bener, misal diniatin buat nyari untung lebih pastinya ada cara yg lebih gampang daripada ngerusak barang yang harus di servis.

Kedua, first impression aku sama orang kyk gini (cust) udah banyak jeleknya. Menerima masukan dari orang lain dan mendengar penjelasan orang lain merupakan salah satu ciri orang yang bijaksana. Ada waktu untuk kita berdiri didepan dan menjelaskan dan ada waktu dimana kita duduk dan mendengarkan. Orang ini marah, protes dan mengolok olok CS disana tanpa mau mendengar sepatah penjelasan dari CS nya. Salah paham ada untuk diluruskan, luka ada untuk disembuhkan. Ayolaaahhh, kesalahan kesalahan kecil yang tidak kita sadari jangan sampai ketika kita sadar kita lemparkan kesalahan itu kepada orang lain.

Ketiga, di tempat umum siapapun kita, apapun pekerjaan kita, setinggi apa jabatan kita hendaknya selalu menjaga sopan santun dan ketenangan dimuka umum. Membuat kerusuhan hanya karena masalah yang tidak terlalu jelas --karena alasan difitnah dalam konteks diatas menurutku kurang masuk akal-- . Ketika sedang emosi aku paham kalau kita pasti tidak akan bisa berpikir dampak apa yang akan terjadi selanjutnya. Setelah emosi dan pergi dari tempat kejadian, pasti kita akan menyesal dan baru bisa berpikir lebih logis. Maka dari itu, untuk meminimalisir anggapan buruk orang orang terhadap kita dan agar tubuh kita tidak terlalu terbebani secara psikis, mari kita tingkatkan kesopanan dan menjaga perilaku ditempat umum.


Not just smart, be wise – Yuan Tamara

June 16, 2018

Awal Baru

Aku telah menguraikan simpul yang terikat itu
Aku juga membuang tambang yang sudah putus
Tanpa ada yang tersisa
Tanpa ada penyesalan

Aku menegakkan posisiku
Dengan perasaan damai
Dan pikiran yang penuh percaya diri

Aku menghapus hari kemarin
Dengan harapan ...
Esok yang lebih baik

Merepotkan


Salah satu penyakit buruk yang menimpa dalam diriku adalah penyakit dori. Sebenarnya nih yaa, minggu lalu udah ada satu tulisan, tapi pas lagi enak enak nulis lupa materinya apa alhasil berhenti dulu kan ya, nah karena berhenti dan mencoba mengingat ingat ini lah yang membuat segala macam tulisanku yang udah berkonsep terhenti di tengah jalan dan gatau jg materinya apa sebenernya. Harusnya yaudahlah yaa gausah terlalu berpikir yang macem macem, tulis aja yang kamu ingin sampaikan :”)
Sekilas awalan yang tidak jelas, curhatan hati ceritanya hehehe
Masa masa ketika seorang remaja yang terbiasa melakukan apapun sendiri.
Waktu masih SMA dulu : Duduk dikelas sendiri, istirahat dikelas sendiri, ke kantin sendiri, ke kamar mandi sendiri, ke perpus sendiri, duduk di paving sendiri, nonton drama sendiri, nonton film sendiri, ngerjain tugas kelompok sendiri :D , ngerjakan apa apa sendiri. Sendiri sendiri sendiri
Sekarang : tinggal dirumah sendiri, duduk sendiri, makan sendiri, masak sendiri, belanja sendiri. Sama aja sih sebenernya kayak pas masih SMA. Haha
“Mbak lek samen sendirian ayo nang rumah” , “Yuan ndek rumah iki sendirian ? emang berani ?” , “Sekarang yuan sama siapa e ?” , “Dewean a ?”, “ketok ngenes tapi asline engga, oalah iyowes yu sembarang.”
Kalimat yang sering terdengar sampai aku udah gasuka ngejawab haha. Di masyarakat kita, hidup sendiri itu kesannya gimana sih ? seburuk itukah ? se-ngenes itu kah ?
Masa lalu yang sulit : trauma berteman dekat, sebagai tambal ban dalam pertemanan, penghianatan dalam organisasi, kepercayaan dan kepedulian yang tidak diemban dg tanggung jawab. Semua hal sulit yang terjadi dalam kurun waktu 6 tahun ini membawaku dalam 1 kesimpulan : ‘begitu sulit mempercayai sesama makhluk, aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri dan jika mampu biarkan orang lain yang mengandalkanku, yang merepotiku, asalkan jangan aku yang merepoti mereka’.  
Salah satu prinsip hidupku yg mungkin bisa kalian ikuti : ‘jangan merepotkan’
 Kalau kebanyakan temen temen lebih suka “Ah diem aja daripada nanti disuruh jadi kita yang repot” , aku lebih seneng “apa yang bisa kukerjakan ?” “gapapa istirahat aja biar aku lanjutkan”. Orangtuaku selalu menanamkan hal hal yang berhubungan untuk memikirkan kenyamanan dan kesejahteraan orang lain.
Dalam pelaksanaan untuk selalu melakukan kebaikan kepada orang lain, ada kalanya kita membutuhkan waktu sendiri untuk berpikir lebih dalam. Kalau untuk aku pribadi, kenapa aku lebih sering melakukan semua hal sendiri, karena memang aku lebih produktif ketika sendiri. Saat bersama tim aku jg produktif, tetapi ide ide dan gagasan gagasan baru akan muncul ketika aku sedang sendirian.
Karena aku punya prinsip yang sudah saya sebutkan diatas, ada kalanya saya lelah dan menunggu ke pekaan dari orang orang di lingkungan sekitar. Dalam kerja tim, sudah terbagi rata semua pekerjaan yang harus kita selesaikan sesuai deadline, karena aku merasa kita adalah tim, aku selalu berusaha mengerjakan tugasku sebelum deadline dan membuatku sempat untuk membantu tim yang lain. Jika kalian peka kalian akan bisa membayangkan ini dan akan paham maksut dari ke peka an yang aku inginkan.
Dalam hati saya tidak boleh merepotkan yang lain, tetapi fisik ini sudah lelah. Memang, punya prinsip yang menurutku luar biasa sulit menyinkronisasikan dengan dua hal ini bikin lelah lebih cepat muncul. Jika saya sudah mencapai di tingkat ini, hanya istighfar dan mengingat yang diatas yg bisa saya lakukan. Saya harus berani dan sanggup bertanggung jawab terhadap apa yang sudah saya tentukan.
Sesekali mengingat masa lalu yang suram, dimana tinggal di kandang kambing dan berusaha mencukupi kebutuhan sehari hari. Menunggu untuk sanak saudara mengerti dan berharap pada bantuannya, tetapi sampai saat susah itu hilang tidak ada sedikitpun bantuan dari yang diharapkan. Jangan jadi orang seperti ini ya yun, senantiasa saling tolong menolong, jangan merasa di repotkan.
Tetap tabah dalam menjalani pahit manisnya hidup. Berharap segala keinginan tercapai, terkhusus bulan dan tahun ini. Semoga beberapa kata diatas bisa bermanfaat untuk kita semua. Jika ada yang ingin disampaikan silahkan dm di ig/twitter : @yuantr_