April 25, 2018

Time

Ini akan menjadi tulisan yang sangat frontal

Waktu kelas XII kemarin, pernah suatu waktu (tepatnya jam 7 pagi di smaba sebelum foto ekskul BTS)  sharing sama salah satu member jatimpark group. Saya tidak akan menyebutkan nama beliau. Tujuan beliau kesekolah sebenanrnya ada urusan dengan pembina PMR. Tetapi karena jika tidak ada jam latihan yg tanggung jawab saya, akhirnya saya yang menemui beliau.

Bisa menebak apa yang disampaikan beliau ke saya ?

Ada banyak hal yang beliau sampaikan kepada saya, salah satunya adalah tentang waktu.

Seberapa besar seseorang menghargai waktu sama halnya dengan orang tsb menghargai orang lain.

Artinya jika seseorang tidak menghargai  waktu mereka sama saja dg orang tersebut tidak bisa menghargai orang lain.

Siapa yang tau tentang kesibukan seseorang jika bukan dia sendiri. Adanya pengelolaan waktu tujuannya supaya tidak ada waktu yg terbuang sia sia. Jadwal ada bukan untuk dipandang saja tetapi juga diterapkan. Saya pernah melakukan kesalahan dengan terlalu menenuhi waktu yang diberikan kepada saya. Hingga jadwal liburpun saya gunakan untuk aktivitas hari biasa. Harusnya jika orang yang cerdas dalam mengelola waktu, mereka akan tau kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya untuk istirahat. Saya mengakui ini dan saya merubah kebiasaan ini.

Kembali ke kesibukan seseorang. Jika saja kita mempunyai suatu janji untuk bertemu, harusnya kita menepati itu dengan sangat tanggung jawab. Misal janjian jam 11 siang yaudah jam segitu kalian sudah harus siap untuk menemui, jangan mengulur waktu berharga ini. Mindset kalian pasti masih tetap "jam e indonesia jam e molor" (jam nya indonesia selalu molor) aku beranggapakan jika kalian yang masih berfikiran seperti ini adalah orang yg tidak tau dunia luar itu seperti apa. Orang orang sukses diluar sana pelit terhadap waktu mereka. Apalagi orang bule bule itu, terlambat 5 menit perjanjian pekerjaan yang harusnya jadi akhirnya dibatalkan (Kebetulan salah satu member jatimpark group yang saya temui punya homestay diwiliyah batu, jadi beliau cerita seperti ini dan bisa merubah pola pikir saya). Intinya, jangan membiasakan diri untuk molor dan buang jauh jauh pemikiran jika suatu pertemuan pasti akan molor. Hal ini akan menjadi kebiasaan yang sangat buruk ruk ruk ruk.

Sekarang coba bayangkan, saya termasuk orang yang mobilitasnya tinggi (menurutku yg tau diriku sendiri). Setiap hari (setelah UN ini tepatnya) aku harus bolak balik malang batu naik sepeda motor untuk mengurus seluruh kepentinganku, baik mengenai pendidikan ataupun bisnis. Dalam minggu ini saja, customer yang memiliki janji denganku sudah menghilangkan waktuku berkali kali, padahal dalam 1 hari yang harus aku selesaikan tidak hanya berbisnis. Mulai jam 6 pagi sampai jam 5 sore aku harus aktif muter muter kesana kemari. Tetapi mereka dengan 'entengnya' menyepelekan semua susah payahku. Kalian tidak akan pernah berfikir atau bahkan kalian tidak akan membayangkan bagaimana jika berada di posisi ini. Aku berusaha kerasss menghargai kalian tetapi kalian ?

Hanya sebesar ini kah rasa menghargai kalian terhadap orang lain ?

Bahkan detik ini pun masih ada orang yang ingkar janji sampai aku spam dan aku telfon tdk diangkat. Dan orang ini tidak akan pernah tau berapa saja urusanku yang gagal karena orang ini, dan orang ini tidak akan merasa bersalah. Jika saja jawabannya nanti mengecewakan, mungkin pikirku memang benar, jika sulit mepercayai orang orang disekitar sini yang mempunyai pola pikir kurang luas.

April 9, 2018

let's learn together

UN Terakhir yeeyyy....
Maksutnya UN SMA kan udah yg terakhir wkwk, nanti pas kuliah ketemunya bukan UN, tapi sama sama ujian dengan nama lain (?) -iyain aja dah- 

Hari hari UN biasanya diisi ngapain ya ? Kalau UN kita pulang lebih awal kan yaa, apakah temen temen masih siswa siswi yang mengejar akademis secara perfectionis? -tiba tiba formal gitu ya- -yaah tijel- 

Hari ini mau sharing aja, ceritanya aku di tempat les curhat sama tentorku. Bukan curhat sih, iseng iseng cerita, maklum lah yaa Yuan sukanya cerita dan ternyata ada beberapa poin nih yang aku dapat.

Percaya akan Keajaiban Allah 

Sedikit mengganggu UN, ada beberapa pikiran yang membuat diriku sendiri kurang optimis dan minder. Bahkan perasaanku sudah sampai pada titik "kayaknya goals ku ga ada yang kesampaian nih". Nah ga sengaja cerita gini ke tentorku beliaunya menjawab, "Keajaiban Allah selalu diluar akal sehat kita Yu, dan ibu percaya karena sudah pernah mengalami sendiri, target ibu dulu sebeum anak anak masuk TK sudah harus punya rumah, dan Alhamdulillah ibu bisa beli rumah dengan uang 5Juta, hayoo masuk akal nggak ? ya tapi ini memang yang terjadi."

Pikiranku langsung kebuka aja, setelah beliau cerita seperti itu.Beberapa hari ini sedikit mempelajari tentang keajaiban kekuatan pikiran. Jadi langsung kebayang. Mungkin kalian bisa mempelajari sendiri, disini aku tidak akan membahas lebih banyak tentang ini.

Beliau juga menceritakan kepadaku mengenai  ke-perfectionist-an.

Adik beliau bukannya orang yang malas atau tidak pandai, malah adik beliau adalah anak rajin dan pandai dan termasuk orang yang perfectionist. Mungkin waktu itu adik beliau sedang dalam masa kritis -seperti aku saat ini- yang cukup parah hingga membuatnya tidak lulus UJian Nasional. Kebayang ? anak rajin dan pintar bisa tidak lulus ujian nasional, waktu itu pilihannya mengulang atau kejar paket. Otomatis adik beliau memilih mengulang. Titik beratnya adalah pada proses pemulihan terpuruknya dari kejadian yang tak terduag tersebut. Selama 2 bulan keluarganya kesulitan untuk bisa mengembalikan semangatnya. Tetapi atas izin Allah juga akhirnya adik beliau kembali seperti sedikala dan membuktikan kalau bisa saat dibangku perkuliahan.

Intinya, menjadi perfectionist boleh boleh aja, tetep realistis walaupun ada beberpa kehendak Allah yang terjadi berada diluar nalar kita. Mengapa demikian ? karena memang sifat sifat ini manusiawi tetapi jika tidak dikendalikan juga bisa menyebabkan akibat fatal, tidak lain adlah masalah psikis.

Lagi lagi kita harus selalu mengembalikan semuanya kepada Allah, entah perasaan susah senang atau perasaan yang lain. Solusi dari semua masalah kita adalah bantuan dari yang memiliki alam semesta ini.

Pesan dari sini, jika beberapa dari temen temen ada yang merasa ingin berbagi bebannya silahkan datang ke aku, sebisa mungkin kita sama sama saling support supaya tidak sampai mengalami keadaan sepeti yang aku alami atau seperti yang adik tentorku alami. Walaupun  mungkin dari aku tidak akan dapat solusi setidaknya beban kalian 60persen sudah terbagi dan akan merasa lebih lega.

Hal ini juga akan melatih kecerdasan emosional kita.

Itu aja yang mau aku sampaikan dan bagikan, semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua.

Semangat UN pejuang UNBK 2018, percaya dapat nilai sempurna semua, siapa tau Kuasa Allah menyertai kita semua.

April 1, 2018

High School Never Ends

Jarang jarang aku nunda deadline yang udah aku targetin sendiri. Harusnya aku nulis ini udah hari kamis kemarin, tapi kok ya ga diselesai selesain gitu yaa. Sekedar cerita aja, kertas aku yang isinya tulisan minggu ini udah hilang :") dan sebenarnya pas jumat libur itu aku udah ketik di HP. Ehhhh... HP ku mati lagi :") dan sekarang aku lupa mau nulis tentang apa, LTM sih.

Sambil inget inget aja, kayaknya aku mau cerita tentang ini.

Intinya hari apa gitu aku siang siang ketiduran, habis pulang ujian. (Udah hampir selesai aja nih USBN). Aku itu anaknya jarang mimpi, tapi kebetulan di hari itu aku mimpi. Gak terlalu ingat juga sih mimpinya gimana, yang aku inget itu aku mimpi hari dimana satu angkatan dikumpulin di paving tengah H-1 USBN (Tepatnya hari kamis). Baper aja sih intinya, kayak baru kemarin kumpul satu angkatan di paving tengah, sore hari lihat kaka kakak osis SUC (padahal mereka adalah kakak kakak yang galak) tiba tiba udah selesai aja masa belajar di SMAN 1 Batu :") .

"Hari ini, saya nyatakan kalian telah menyelesaikan KBM di SMAN 1 Batu...."

Kurang lebih kalimat itu yang ada di mimpiku :"). Baper lagii, hari itu HP ku maish hidup, aku buka instagram dan ada postinganku waktu MOPDB 2015. Hmmmmm.....

Kalau ada yang nanya, masa sekolah mana yang kamu sukai, aku ragu jika aku akan menjawab masa SMA. Tapi aku juga bingung mau jawab apa jadinya >.< (mungkin ini tulisan bakal tidak jelas wkwk)

Sampai hari ini aku masih bingung, apakah aku sudah bisa berguna bagi SMA ku ? Dalam hati kayak kesel aja misalkan sampai akhir pertemuan aku belum bisa berbuat apa apa untuk sekolahku. Ini sih yang aku  pikirkan terus menerus dari mulai terbangun di mimpiku itu.

Walaupun begitu, aku berharap kecemasanku yang tidak beralasan itu bisa teratasi dan terjawab.

Sekolah disini rasanya menyiksa tapi juga menyenangkan. Eh kenapa ya kok pengaruh negatif yang selalu dominan di pikiran ? kasih tau jawaban kalian di komentar yaa (yang mau aja wkwk). Oke kembali ke topik.

Suka duka nya sekolah disini itu beranekaragam. Entah kenapa aku gabisa mengeksprisakan di kata kata ya :") (yaa gini nih kalau gatau cara nulis yang bener wkwk). Apalagi kalau dikelas, hmmm kayak susah gitu bikin suasana nyaman dikelas, yaah mungkin karena aku memang seorang alien sih. Tapiii,,, ada beberapa hal yang sangat membuat aku bersyukur bisa masuk dikelasku yang sekarang ini. Apakah alasannya ituuuu ? Hanya ada dipikiranku wkwk

Semoga angkatan 38 SMAN 1 Batu ini bisa sukses semua. Amiinn

dan kalau misalkan yang baca ini dari angkatan 38 aku mengucapkan terimakasih sudah bisa berteman denganku dan aku juga senang bisa mengenal kalian semua. See u on top 38, kebanggaanku.

dan untuk pembaca juga, mungkin ini tulisan sangat hancur dan tidak tertata , tapi apa boleh buat, aku masih ingin menulis ini. Dan kalian juga jangan baper sama tulisan tuisanku yang lain, intinya ini blog adalah diary dan juga self reminder. Perasaan perasaan yang tidak bisa kuungkapkan dalam percakapn lisan.