Bulan yang benar benar dirindukan.
Sebelumnya mohon maaf,
Tahun lalu, betapa beruntungnya aku bisa mendapat pesan, pembelajaran, dan semangat darimu secara langsung. Bisa melakukan beberapa kegiatan.
Dan tahun ini pula aku merasa beruntung, kembalinya semangat dan perasaan positif untuk mengejar cita cita, walaupun pesan semangat yg ku tunggu darimu tak kunjung datang. Aku sangat beruntung, Allah masih menanamkan rasa positif dalam diri ini. Memberiku pengertian, semua keputusan yang kuambil adalah baik kepadaku, tidak ada penyesalan lagi, tidak ada kesedihan lagi.
Memang benar kata para bilioner dunia, betapa sakitnya sebuah proses. Betapa indahnya sebuah proses. Betapa bahagianya aku menjalaninya :)
May 6, 2019
May 4, 2019
Kenangan April
Bulan ke-4 aku mulai kembali mendapat semangat dari dalam diri. Bisa dibilang, beberapa hal dan kejadian terasa sangat menghancurkan. Lihatlah, betapa bodohnya aku.
Seorang perfectionist yg semua plan nya gagal, mendapati jalan lain yg bahkan tidak pernah terpikirkan. Pendiriannya kuat, sama seperti kuatnya besi menopang batu bata dan genteng. Seberapapu keras kepalanya si perfectionist ini, ada satu unsur yang bisa menyadarkannya untuk kembali normal dan sediakala. Dia kehilangan hal ini. Hilang begitu saja tanpa ada salam perpisahan.
Si perfectionist ini pun mencoba bangkit dan melanjutkam hidup apa adamya, dg ditemani kemalasan dan kepercayaan diri yang terus menerus turun. Sampai suatu hari dia menemukan suatu kegiatan yang bisa merasakan efek unsur itu hadir disekitarnya. Dia pun kembali mendapat semangat dibulan ke-4.
Walaupun kini buku hariannya bukan unsur tersebut, melainkan dirinya sendiri dan segala impiannya.
Seorang perfectionist yg semua plan nya gagal, mendapati jalan lain yg bahkan tidak pernah terpikirkan. Pendiriannya kuat, sama seperti kuatnya besi menopang batu bata dan genteng. Seberapapu keras kepalanya si perfectionist ini, ada satu unsur yang bisa menyadarkannya untuk kembali normal dan sediakala. Dia kehilangan hal ini. Hilang begitu saja tanpa ada salam perpisahan.
Si perfectionist ini pun mencoba bangkit dan melanjutkam hidup apa adamya, dg ditemani kemalasan dan kepercayaan diri yang terus menerus turun. Sampai suatu hari dia menemukan suatu kegiatan yang bisa merasakan efek unsur itu hadir disekitarnya. Dia pun kembali mendapat semangat dibulan ke-4.
Walaupun kini buku hariannya bukan unsur tersebut, melainkan dirinya sendiri dan segala impiannya.
February 14, 2019
Cerita di BRT
Kemanapun kaki menapak, pastikan salah satu tujuannya adalah untuk menambah ilmu. Pastikan - Yuan, 2019
Halo para pembaca blog ini. Kapan hari aku upload di ig ku (@yuantr_) kalau aku akan berbagi cerita di BRT pas hari itu.
Pertama aku jelasin dulu BRT Trans Semarang itu apa, apa ada yang udah tau. BRT (Bus Rapid Transit) adalah layanan angkutan umum yg beroperasi di kota semarang dan kabupaten semarang. Jadi BRT itu yaa bis yang ada di semarang, kalau di kota lain kek Trans Jakarta, Trans Jogja gitu gitu. Untuk biaya aku kasih tau juga (barangkali kalian nanti ada yg ke semarang) umum 3500 dan pelajar/mahasiswa 1000. Aku kan mahasiswa jadi aku muter kemana mana dan transit dimana mana bayarnya yaa cuma 1000 itu ππ». Oke lanjut ke ceritanya.
Hari itu aku sama Rahma mau pergi ke kota buat makan gelato. Pas rahma pulang kuliah aku cerita kalau aku pingin makan es mintcho dan ternyata di respon baik sama rahma haha. Awalnya rahma ngajak naik grab, tapi aku menawarkan buat naik BRT (rahma ga perna naik BRT karena kuliahnya dia kek serasa ujian tiap hari haha) naiklah BRT kita. Pas siang hari sekitar jam setengah 2 siang kita berangkat dan BRT full, otomatis kita berdiri. Di sisi tempat duduk laki laki terlihat ada sekitar 3 anak (antara 2 dan 3) yg *apa yaaa istilahnya* *bentar* oh iya, anak inklusi. Aku sama rahma berdiri di tengah tengah antara tempat duduk perempuan dan laki laki dan aku ke fokus sama mereka yang lagi ngobrol. Ngobrolnya pakai bahasa isyarat. Udah gitu aja (kenapa kalau tulis ceritanya jadi biasa aja ya :")
Terusssss, sampailah kita di halte Java Mall (tapi aku turunya di halte wonderia eaaa) nah di halte ini naiklah seorang bapak bapak yang *mohon maaf* kaki nya ada cacat. Bis udah full dan terharu aja ngelihat salah satu anak inklusi tadi berdiri dan mempersilahkan bapaknya duduk :")
Klimaksnya di itu si, udah gitu aja. Makasih udah dibaca ceritanya. Silahkan serap sendiri moral value nya :")
Kemudian ada salah satu adik kecil yang mempersilahkan anak inklusi yg berdiri tadi buat duduk, dan adik kecil nya turun di wonderia sama aku. Jadi adik tadi berdiri karenan memang udah mau turun
Udah selesai π€π€
Serius udah π
Ketika kita punya tuntutan buat nulis, kalau aku pribadi si ketika ada tuntutan malah buntu, tapi di setiap sela sela kegiatan aku mesti nulis sesuatu yg biasanya bisa aku kembangin lagi besok besoknya, misal kyk pas ada yg dm aku ttg kenapa mesti pakai rok terus nah detik itu jg kepikiran, tapi setelah itu yaa lupa mau ngebahas dari segi mana aja. Hmmm yaudahlah semoga besok besok bisa jadi penulis yang benar benar handal dan istiqomah dalam berlatih. Aamiin
Keterbatasan fisik, aku yakin jika kita semua bakal merasa sedih dan empati ketika melihat saudara kita yang memiliki hal ini. Sulit untuk di ekspresikan bagaimana agar kita bisa benar benar membantu mereka. Doa saja mungkin bisa, tapi alangkah lebih baik jika dalam dunia nyata kita jg bisa membantu mereka.
Belakangan ini aku kepikiran cara untuk bisa menjangkau mereka mereka yang membutuhkan tenaga muda sepertiku dalam membangun asa. Wadah untuk memaksimalkan hal hal seperti itu hanya terbatas. Belum ku temukan suatu wadah yg bisa ku masuki untuk terjun langsumg dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Semoga suatu saat nanti benar benar ada wadah bagi relawan yang bisa terjun langsung untuk membantu mereka, setidaknya ada walaupun mungkin hanya sebatas memberi hiburan dan semangat.
Halo para pembaca blog ini. Kapan hari aku upload di ig ku (@yuantr_) kalau aku akan berbagi cerita di BRT pas hari itu.
Pertama aku jelasin dulu BRT Trans Semarang itu apa, apa ada yang udah tau. BRT (Bus Rapid Transit) adalah layanan angkutan umum yg beroperasi di kota semarang dan kabupaten semarang. Jadi BRT itu yaa bis yang ada di semarang, kalau di kota lain kek Trans Jakarta, Trans Jogja gitu gitu. Untuk biaya aku kasih tau juga (barangkali kalian nanti ada yg ke semarang) umum 3500 dan pelajar/mahasiswa 1000. Aku kan mahasiswa jadi aku muter kemana mana dan transit dimana mana bayarnya yaa cuma 1000 itu ππ». Oke lanjut ke ceritanya.
Hari itu aku sama Rahma mau pergi ke kota buat makan gelato. Pas rahma pulang kuliah aku cerita kalau aku pingin makan es mintcho dan ternyata di respon baik sama rahma haha. Awalnya rahma ngajak naik grab, tapi aku menawarkan buat naik BRT (rahma ga perna naik BRT karena kuliahnya dia kek serasa ujian tiap hari haha) naiklah BRT kita. Pas siang hari sekitar jam setengah 2 siang kita berangkat dan BRT full, otomatis kita berdiri. Di sisi tempat duduk laki laki terlihat ada sekitar 3 anak (antara 2 dan 3) yg *apa yaaa istilahnya* *bentar* oh iya, anak inklusi. Aku sama rahma berdiri di tengah tengah antara tempat duduk perempuan dan laki laki dan aku ke fokus sama mereka yang lagi ngobrol. Ngobrolnya pakai bahasa isyarat. Udah gitu aja (kenapa kalau tulis ceritanya jadi biasa aja ya :")
Terusssss, sampailah kita di halte Java Mall (tapi aku turunya di halte wonderia eaaa) nah di halte ini naiklah seorang bapak bapak yang *mohon maaf* kaki nya ada cacat. Bis udah full dan terharu aja ngelihat salah satu anak inklusi tadi berdiri dan mempersilahkan bapaknya duduk :")
Klimaksnya di itu si, udah gitu aja. Makasih udah dibaca ceritanya. Silahkan serap sendiri moral value nya :")
Kemudian ada salah satu adik kecil yang mempersilahkan anak inklusi yg berdiri tadi buat duduk, dan adik kecil nya turun di wonderia sama aku. Jadi adik tadi berdiri karenan memang udah mau turun
Udah selesai π€π€
Serius udah π
Ketika kita punya tuntutan buat nulis, kalau aku pribadi si ketika ada tuntutan malah buntu, tapi di setiap sela sela kegiatan aku mesti nulis sesuatu yg biasanya bisa aku kembangin lagi besok besoknya, misal kyk pas ada yg dm aku ttg kenapa mesti pakai rok terus nah detik itu jg kepikiran, tapi setelah itu yaa lupa mau ngebahas dari segi mana aja. Hmmm yaudahlah semoga besok besok bisa jadi penulis yang benar benar handal dan istiqomah dalam berlatih. Aamiin
Keterbatasan fisik, aku yakin jika kita semua bakal merasa sedih dan empati ketika melihat saudara kita yang memiliki hal ini. Sulit untuk di ekspresikan bagaimana agar kita bisa benar benar membantu mereka. Doa saja mungkin bisa, tapi alangkah lebih baik jika dalam dunia nyata kita jg bisa membantu mereka.
Belakangan ini aku kepikiran cara untuk bisa menjangkau mereka mereka yang membutuhkan tenaga muda sepertiku dalam membangun asa. Wadah untuk memaksimalkan hal hal seperti itu hanya terbatas. Belum ku temukan suatu wadah yg bisa ku masuki untuk terjun langsumg dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Semoga suatu saat nanti benar benar ada wadah bagi relawan yang bisa terjun langsung untuk membantu mereka, setidaknya ada walaupun mungkin hanya sebatas memberi hiburan dan semangat.
January 6, 2019
Komentar
Selamat tahun baru 2019 semuanya, mon maap jarang cerita di akhir akhir 2018. Mon maap lagee aku nulis ini isinya buat ngomongin seseorang, yang nanti merujuk pada aku mengevaluasi diriku sendiri. Pagi pagi banget hari kamis (03/01) udah dibikin badmood aja hmmm. Hari itu aku UAS KDK, matkul yang isinya sejarah dan konsep konsep gitu, walaupun udah baca tapi tetep butuh pemikiran lebih ketika ujian. Nah, paginya aku ada matkul agama. Ceritanya aku berangkat buat matkul agama ketemu sama temenku, sebuta aja A. Si A ini lagi badmood sama kelompok agama nya gitu, dan dia cerita apa yang bikin dia badmood. Berdirilah kita di lift (padal biasanya naik tangga) ngantri sambil cerita.
Waktu berangkat dari kost qku ga ngelihat jam, yauda aku berangkat aja, penting engga sampai jam 7 udah ada di lingkungan kampus. Disaat aku berbincang dg si A, datanglah si B. Dengan santainya si B berkata “Tumben kamu dateng telat yu” lalu kujawab “oh udah jam tujuh po ? Aku udah disini lima menit yang lalu” dijawab lagi sama si B “iyakan tapi belum masuk kelas jadikan diitung telat, udah 07.01” (Ngomongnya sambil nyolot dan setengah menghina). Aku bingung ges, piye karepe cah iki ?
Jadinya, sepanjang kelas aku ga bertanya dan tida ngobrolkan apapun, padahal duduknya sebelahan.
Masih dg orang yang sama, si B, anak ini selalu mengomentari apapun (setelah aku pikir lagi) yamg aku lakukan. Bahkan hal mendetail yang kiranya banyak orang ga bakal notice. Sebenernya aku maunya diem aja, tiba tiba iseng nyari jurnal ttg penyakit sosial ini. Jurnal dari profesor Dustin Wood, Journal of Personality and Social Psychology.
Aku cerita dulu lagi ya, baca sampai bawah hehe
Cerita pertama : lokasi ujianku CBT itu 6,2 km dari kost ku, letaknya di kampus 3 sedangkan kuliahku sehari hari di kampus 1, jadi kost ku pasti deketnya sama kampus 1. Jika ujian CBT secara otomatis aku musti naik motor kan kesana, naik ojol selalu karena ga ada motor di semarang. Tapi, kalau mbak kost ku motornya lagi ga dipake biasanya aku dipinjemin, biasanya lo, jarang juga minjemin, seringnya aku naik ojol. Si B ini pernah bilang ke aku terkait ojol ke kampus 3 “Ihhhhhhhh..... yuan, kamu kenapa ga barengan aja sama anak asrama, mereka banyak yang kosong tuh daripada kamu naik gojek terus bolak balik biayanya mahal, sama kamu itu mestinya tanya tanya dulu gitulah jangan nunggu ditawarin dulu dan jangan diem aja, gini ni kamu rugi juga biasanya bisa dibuat makan lebih jadi dibuat gojek berkurang deh makannya, terus kamu jadi jarang makan banyak”
Beneran sepanjang itu ges. Dulu aku nanggepin kalimat sepanjang itu dg perasaan biasa biasa aja, tapi setelah aku inget inget ternyata menyakitkan juga. Lanjoott, akhirnya aku jawablah temanku yang suka menilai kehidupanku itu dg santai “alah gausa, kan aku punya banyak vocer haha, santai aja, kalau aku gabisa sendiri pasti aku tanya kok hehe” aku jawabnya itu beneran santai dan dia tetap nyolot “kamu itu ya dienakin malah ga makasih!”
Okeh lanjut dulu cerita kedua :v
Suatu hari lepiku update, posisinya dikelas dan aku musti buka buat ngirim tugas kelompok ke anggota lainnya. Update nya laptopku memang lama, bisa sampai sepuluh menit, apalagi waktu itu ada dua proses (90% 1 of 2). Lagi lagi si B nyolot “ihhhhhhhh yuan, kok lama banget updatenya, udah dari tadi lo” lagi lagi aku jawab dg guyon “iya ik lama bet” dijawab lagi sama si B “ihhhhh kok gitu sih, kok bisa gitu”, “iya, setauku windows sepuluh rata rata lama, punya temen kostku juga gini kalau update, agak lamaan” aku mgomongnya santai beut dan dia nyolot lagi “punyaku windows sepuluh ga selama ini kok!” (mana saya tau anjir :v
Cerita selanjutnya, mumpung barusan inget haha
Ceritanya aku beli liptint di @sakurahouse_ peripera gelato ink no. 1 warnanya merah beut dan memang aku pengen merah gini, yauda beli aja haha. Liptint lamaku warnanya pink oren gitu kan, peripera airy no. 2 jadi kayaknya si B notice beut kalau aku pakai liptint yang berbeda. Aku maju mau memoderatori presentasi dikelas, ek dengan santainya si B ngomong didepan temen temen kelas “ihhh yuan, kamu aneh pakai liptint merah, tapi kelihatan tambah putih, aneh ik” okedah saat itu aku cuman diem karena gatau musti ngerespon apa, dan temen temen yg lain ada yang pada ketawa lagi, jadi makin malu campur campur gimana gitu.
Sekarang mari kita membahas responku saat ini ketika mengingat beberapa kejadian diatas, kalau yang dicerita responku kebanyakan biasa aja kan, nah sekarang beda π
Cerita 1 : iya mungkin memang bener aku yang keseringan datang lebih awal daripada anda, tapi kira kira enak aja ngga pagi pagi udqh ada yang nanya sewot didepan umum ples banyak kating. Bercerminlah, maukah kau digitukan balik ? Walaupun mungkij niatmu basa basi tapi plis ya kalau mau ngomong apapun dipikir lagi. Semoga orang yang selalu kamu gituin Cuma aku, kalau orang lain yamg ada di posisi aku pasti kamu udah ditantang debat karena ga sopan.
Cerita 2 : selama aku bisa melalukan sesuatu tanpa merepoti orang lain aku akan melakukannya sendiri. Aku beda ya sama kamu yamg sukanya jadi benalu. Kusebut benalu aja biar gampang.
Cerita 3 : aku bukan orang yg pinter di perlaptopan :v kalau anda kepo laptop saya kok gitu pikir sendiri aja ya, kan anda pinter sering gabawa hp kalau kuliah.
Cerita 4 : entah pakai liptint pink, merah, ungu, biru, oren, atau apapun itu, yamg beli aku yaa aku musti pakai, kenapa beli yaa karena untuk dipakai. Lagi lagi dan lagi bercerminlah, kayak kamu gaperna ganti liptint aja, aku notice banget ketika gincumu ganti, tapi yaa buat apa aku komen ? Toh ga ngehasilin uang. Sori ya kalau didepanmu aku milih diem, karena aku gapumya waktu buat debat sama bocah.
Tetep dibaca yaa sampai bawah
Dari jurnal nya yang aku baca itu, bisa aku tuliska intinya dibawah ini :
Orang yang memberikan penilaian positif pada orang lain menunjukan dirinya pumya kepribadian yang positif. Sebaliknya, orang yang sering menilai negatif pertanda tidak mau dikalahkan dan anti sosial.
Cara seseorang menilai orang lain sama saja dengan menceritakan kesehatan mental diri mereka sendiri. Perspektif negatif mengenai orang berhubungan erat dengan timgginya narsisme diri. Tapi juga tidak menutup kemungkinan bahwa yang di ‘katain’ tadi memang terjadi pada orang yg di bicarakan (dikomentari tadi)
Kalai kesimpulan dari aku :
Intinya, mengomentari orang boleh boleh aja si, toh aku sendiri juga kadang seperti itu. Tapi kalau mengomentari sesuatu yang berbobot dikit lah, supaya terjalin hubungan saling membangun, jadi jengkelnya itu jengkel yang membangun. Dengan kondisi seperti ini bisa memicu kita untuk berubah menjadi lebih baik lagi karena komentar yg membangun tadi. Aku pribadi termasuk orang yamg suka menerima komentar dari berbagai pihak, jadi yaa gapapa komen aja. Komentar yang membikin aku mikir, bukan komentar yang membikin aku ingin membalikan lagi ke anda :v
Yaahhh gimana yaa, intinya gitu dah, semoga kita selalu dijauhkam dari hal buruk dan kesombongan. Selalu diberi kesehatan mental dsn fisik. Dssnnn yaaa terimakasih sudsh membaca sampai akhir, tinggalkan Δ·omentar ‘yang membangun’ dibawah yaa.
Waktu berangkat dari kost qku ga ngelihat jam, yauda aku berangkat aja, penting engga sampai jam 7 udah ada di lingkungan kampus. Disaat aku berbincang dg si A, datanglah si B. Dengan santainya si B berkata “Tumben kamu dateng telat yu” lalu kujawab “oh udah jam tujuh po ? Aku udah disini lima menit yang lalu” dijawab lagi sama si B “iyakan tapi belum masuk kelas jadikan diitung telat, udah 07.01” (Ngomongnya sambil nyolot dan setengah menghina). Aku bingung ges, piye karepe cah iki ?
Jadinya, sepanjang kelas aku ga bertanya dan tida ngobrolkan apapun, padahal duduknya sebelahan.
Masih dg orang yang sama, si B, anak ini selalu mengomentari apapun (setelah aku pikir lagi) yamg aku lakukan. Bahkan hal mendetail yang kiranya banyak orang ga bakal notice. Sebenernya aku maunya diem aja, tiba tiba iseng nyari jurnal ttg penyakit sosial ini. Jurnal dari profesor Dustin Wood, Journal of Personality and Social Psychology.
Aku cerita dulu lagi ya, baca sampai bawah hehe
Cerita pertama : lokasi ujianku CBT itu 6,2 km dari kost ku, letaknya di kampus 3 sedangkan kuliahku sehari hari di kampus 1, jadi kost ku pasti deketnya sama kampus 1. Jika ujian CBT secara otomatis aku musti naik motor kan kesana, naik ojol selalu karena ga ada motor di semarang. Tapi, kalau mbak kost ku motornya lagi ga dipake biasanya aku dipinjemin, biasanya lo, jarang juga minjemin, seringnya aku naik ojol. Si B ini pernah bilang ke aku terkait ojol ke kampus 3 “Ihhhhhhhh..... yuan, kamu kenapa ga barengan aja sama anak asrama, mereka banyak yang kosong tuh daripada kamu naik gojek terus bolak balik biayanya mahal, sama kamu itu mestinya tanya tanya dulu gitulah jangan nunggu ditawarin dulu dan jangan diem aja, gini ni kamu rugi juga biasanya bisa dibuat makan lebih jadi dibuat gojek berkurang deh makannya, terus kamu jadi jarang makan banyak”
Beneran sepanjang itu ges. Dulu aku nanggepin kalimat sepanjang itu dg perasaan biasa biasa aja, tapi setelah aku inget inget ternyata menyakitkan juga. Lanjoott, akhirnya aku jawablah temanku yang suka menilai kehidupanku itu dg santai “alah gausa, kan aku punya banyak vocer haha, santai aja, kalau aku gabisa sendiri pasti aku tanya kok hehe” aku jawabnya itu beneran santai dan dia tetap nyolot “kamu itu ya dienakin malah ga makasih!”
Okeh lanjut dulu cerita kedua :v
Suatu hari lepiku update, posisinya dikelas dan aku musti buka buat ngirim tugas kelompok ke anggota lainnya. Update nya laptopku memang lama, bisa sampai sepuluh menit, apalagi waktu itu ada dua proses (90% 1 of 2). Lagi lagi si B nyolot “ihhhhhhhh yuan, kok lama banget updatenya, udah dari tadi lo” lagi lagi aku jawab dg guyon “iya ik lama bet” dijawab lagi sama si B “ihhhhh kok gitu sih, kok bisa gitu”, “iya, setauku windows sepuluh rata rata lama, punya temen kostku juga gini kalau update, agak lamaan” aku mgomongnya santai beut dan dia nyolot lagi “punyaku windows sepuluh ga selama ini kok!” (mana saya tau anjir :v
Cerita selanjutnya, mumpung barusan inget haha
Ceritanya aku beli liptint di @sakurahouse_ peripera gelato ink no. 1 warnanya merah beut dan memang aku pengen merah gini, yauda beli aja haha. Liptint lamaku warnanya pink oren gitu kan, peripera airy no. 2 jadi kayaknya si B notice beut kalau aku pakai liptint yang berbeda. Aku maju mau memoderatori presentasi dikelas, ek dengan santainya si B ngomong didepan temen temen kelas “ihhh yuan, kamu aneh pakai liptint merah, tapi kelihatan tambah putih, aneh ik” okedah saat itu aku cuman diem karena gatau musti ngerespon apa, dan temen temen yg lain ada yang pada ketawa lagi, jadi makin malu campur campur gimana gitu.
Sekarang mari kita membahas responku saat ini ketika mengingat beberapa kejadian diatas, kalau yang dicerita responku kebanyakan biasa aja kan, nah sekarang beda π
Cerita 1 : iya mungkin memang bener aku yang keseringan datang lebih awal daripada anda, tapi kira kira enak aja ngga pagi pagi udqh ada yang nanya sewot didepan umum ples banyak kating. Bercerminlah, maukah kau digitukan balik ? Walaupun mungkij niatmu basa basi tapi plis ya kalau mau ngomong apapun dipikir lagi. Semoga orang yang selalu kamu gituin Cuma aku, kalau orang lain yamg ada di posisi aku pasti kamu udah ditantang debat karena ga sopan.
Cerita 2 : selama aku bisa melalukan sesuatu tanpa merepoti orang lain aku akan melakukannya sendiri. Aku beda ya sama kamu yamg sukanya jadi benalu. Kusebut benalu aja biar gampang.
Cerita 3 : aku bukan orang yg pinter di perlaptopan :v kalau anda kepo laptop saya kok gitu pikir sendiri aja ya, kan anda pinter sering gabawa hp kalau kuliah.
Cerita 4 : entah pakai liptint pink, merah, ungu, biru, oren, atau apapun itu, yamg beli aku yaa aku musti pakai, kenapa beli yaa karena untuk dipakai. Lagi lagi dan lagi bercerminlah, kayak kamu gaperna ganti liptint aja, aku notice banget ketika gincumu ganti, tapi yaa buat apa aku komen ? Toh ga ngehasilin uang. Sori ya kalau didepanmu aku milih diem, karena aku gapumya waktu buat debat sama bocah.
Tetep dibaca yaa sampai bawah
Dari jurnal nya yang aku baca itu, bisa aku tuliska intinya dibawah ini :
Orang yang memberikan penilaian positif pada orang lain menunjukan dirinya pumya kepribadian yang positif. Sebaliknya, orang yang sering menilai negatif pertanda tidak mau dikalahkan dan anti sosial.
Cara seseorang menilai orang lain sama saja dengan menceritakan kesehatan mental diri mereka sendiri. Perspektif negatif mengenai orang berhubungan erat dengan timgginya narsisme diri. Tapi juga tidak menutup kemungkinan bahwa yang di ‘katain’ tadi memang terjadi pada orang yg di bicarakan (dikomentari tadi)
Kalai kesimpulan dari aku :
Intinya, mengomentari orang boleh boleh aja si, toh aku sendiri juga kadang seperti itu. Tapi kalau mengomentari sesuatu yang berbobot dikit lah, supaya terjalin hubungan saling membangun, jadi jengkelnya itu jengkel yang membangun. Dengan kondisi seperti ini bisa memicu kita untuk berubah menjadi lebih baik lagi karena komentar yg membangun tadi. Aku pribadi termasuk orang yamg suka menerima komentar dari berbagai pihak, jadi yaa gapapa komen aja. Komentar yang membikin aku mikir, bukan komentar yang membikin aku ingin membalikan lagi ke anda :v
Yaahhh gimana yaa, intinya gitu dah, semoga kita selalu dijauhkam dari hal buruk dan kesombongan. Selalu diberi kesehatan mental dsn fisik. Dssnnn yaaa terimakasih sudsh membaca sampai akhir, tinggalkan Δ·omentar ‘yang membangun’ dibawah yaa.
Subscribe to:
Comments (Atom)