June 18, 2020

Semua keinginanmu akan tercapai

Setahun berlalu dan aku gaperna cerita apa apa ke kalian, rindu sekali huhu. Bagaimanapun aku berharap kalian sudah berubah, setidaknya 1 step lebih maju dari postingan terakhirku ramadhan 2019. 

Akupun berubah, jalan hidupku dimasa transisi remaja ke dewasa ini sangat tak terduga. Terlalu banyak lika liku yang tak terbayang menemani hari hariku setelah aku membuat keputusan yang termasuk besar dalam hidupku. Tapi dibalik itu semua aku merasakan banyak manfaat dari setiap kejadian yang terjadi di aku, yang kiranya membuat aku menjadi berubah satu langkah lebih dewasa. 

Pertama aku mau cerita mengenai keinginan dan doa. Serius dan bener bangettt kata Wirda Mansur, apapun yang kita inginkan, minta kepada Allah pasti dikasih. Bener bener kerasa 2019 lalu, semua to do list yang aku tulis tercapai semua. Padahal, 2018 aku ga dapat apapun yg aku inginkan, kecuali bisa merasakan merantau jauh dari orangtua. Apapun yang kita inginkan, selain kita usahakan dengan tenaga dan pikiran kita harus dibarengi sama doa. Doa setiap saat kamu ingin sesuatu, minta sama Allah, dan pelajari saat atau kejadian doa dikabulkan. Intinya selalu minta sama Allah. 

Pencapaiann 2019 ku tidak ada yang salah, semua sama persis sama yg aku tulis di to do list ku tahun itu. Tapi anehnya, ketika hari dimana semua to do list ku tercapai, ada perasaan kurang puas yang aku rasakan. Aku baru menyadarinya sekarang, fase itu adalah fase ketika aku belum mengerti. Fase dimana ambisi butaku masih terlalu mendominasi logika dan perasaanku ga cukup berani buat menegasinya. Setalah waktu menyembuhkan, akhirnya aku sadar bahwa semua yang kutulis itulah yang terjadi. Contoh nya ini, aku berkeinginan buat masuk kedokteran lewat SBMPTN, dan kalian tau kah apa yang aku tulis di buku belajarku ? 

Apakah aku lulus SBMPTN 2019 ? Lulus, tapi pilihan kedua :D intinya aku lulus kan, dan to do list ku tercapai. Ada yang lucu lagi di to do list ku 2019, aku nulis ingin belajar untuk mengobati sesama karena aku merasa ini sudah panggilan hatiku, apakah tercapai ? Tercapai, aku belajar bikin obat, ga cuma belajar cara ngobatinya :"D, apakah susah ? Banget. Satu lagi, 2019 aku ingin punya bisnis brandku sendiri, alasanku karena aku udah gapyear jadi aku harus ada skill lain. Tercapai ? Iya tercapai, tapi harus belok dulu muter modal jd reseller masker organik selama setengah tahun, akhirnya nekat bisa produksi 200pcs koleksi, apakah terjual habis ? Engga, aku nangis nangis dan ragu apakah 2020 aku bisa bertumbuh dan apakah memang disini rezekiku ? 

Hal yang aku ingin sampaikan disini adalah, ketika kita menuliskan sesuatu dan memintanya kita harus benar benar spesifik. Kalau engga spesifik kejadiannya pasti demikian. Inginnya belajar ngobati orang, tapi ya ga bikin obatnya juga :"(((((( 
Harusnya saat itu aku menuliska ingin belajar ilmu untuk mendiagnosa penyakit orang, kan spesifik yaa. Ingin lulus SBMPTN pilihan pertama, pasti masuk pspd, nah karena aku nulisnya cuma lolos SBMPTN 2019 ya bisa jadi aku lolos di pilihan 2, dan ini yamg terjadi :D. 

Teruss yu, gitu itu kamu sek nyesel ta ? 

Awal awal aku masih susah buat nerima, tapi setelah ku renungin, ku buka semua catatan keluh kesah naik turunmya hidup. Ternyata semua itu yaaa memang keinginanku, dan harus dan wajib banget aku mempertanggungjawabkan. 

Ngomong ngomong tentang tanggujawab nih, masih banyak persepi menerjamahkan tanggungjawab artinya harus mengerjakan sampai akhir. Menurutku tidak seperti itu, tanggungjawab disini maskutku lebih kearah aku membawa kemana diriku setelah kejadian ini ? Pilihannya bisa akan kulanjutkan atau akan ku restart ? Nah, poin ini banyak yg membuatku dg beberapa temanku cekcok karena persepsi ku ini dianggap ga benar dan cenderung egois. 

Harus kita ingat kalau semua keputusan ada di tangan kita, semua keputusan orang pasti sudah dipertimbangkan secara matang. Jika pada suatu waktu orang yang bersangkutan mengatakan bahwa ada penyesalan terhadap keputusannya, itu hal wajar karena blm tentu kamu merasakan apa yang sudah di lewati seseorang. Kamu gatau susahnya dan pergolakan batin yang deep banget ketika masa masa sulitnya, dan blm tentu kamu ada disana untuk menguatkan. Sebenernya ga ada seorang pun yg ada ketika aku sedang dalam keadaan butuh, hanya percaya sama doa yang bisa kulakukan. 

Berubah untuk bertumbuh, itu kata orang orang.