March 17, 2018

m.g


Gaya belajar setiap orang berbeda beda. Ada yang belajar dengan mendengarkan penjelasan orang lain, menonton video pembelajaran, merangkum atau membaca berulang ulang. Kategori yang dipakai untuk membedakan gaya belajar ada 3: visual, auditori dan kinestetik. Setiap karakternya pasti berbeda, bahkan dalam satu jenis pun bisa saja gaya belajar mereka berbeda. Contoh aku sama temenku yang sama sama visual, aku kalau belajar harus melihat dan membaca, lalu aku tulis dan aku juga bisa belajar dengan mendengarkan lagu (tapi sedikit). Lain hal nya dengan temanku (yang satu ini -_-) sama sama visual tetapi gabisa belajar kalau ada suara berisik (walaupun Cuma sedikit).

Dengan adanya perbedaan ini, maka ..........

Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam berusaha mencapai cita cita mereka. [Dan aku menghargai itu]

Dan janganlah kamu mematahkan semangat orang lain dikarenakan kamu tidak bisa meraih suatu hal.[ ini perbuatan yang jahat sekali :”( ]

Masih banyak temen temen diluar sana yang secara tidak langsung membuat temennya yang lain patah semangat. Caranya banyak sekali,salah satunya adalah dengan melontarkan kata kata yang berpengaruh dan diucapkan berkali kali. Beberapa  kata yang terngiang dalam pikiranku adalah berikut : “Ojo sinau wes, lapo.. garap yo sak isomu” , “haduh gajelas i lo, mboh wes loss”, “haduhh angel, mboh wes” , “mboh kah aku wingi gasinau” .

Risih nggak kalau kita denger hal macam itu setiap hari ?? Entah kenapa mereka bicara langsung bicara tanpa memperhatikan aspek aspek dalam bertutur kata. Okelah jika kita kesel dan gabisa dalam sesuatu,  cukup aja simpan dalam hati serta perbaiki diri agar bisa mencapai hal itu, selesai kan ?

Gaperlu lah kita teriak teriak dengan mengatakan kata kata yang membuat orang lain disekitar kita menjadi patah semangat juga.  Jangan jadi orang yang kalau lagi susah diperlihatkan kepada orang lain tetapi kalau lagi seneng atau kalau lagi bisa digunakan sendiri.

Berubah itu perlu temen temen. Jangan sampai kita menjadi orang yang tetep berdiri dititik kita saat ini, dan tidak mau menerima perubahan dan MASUKAN DARI ORANG LAIN. Selain itu, MENGHARGAI TEMEN TEMEN YANG LAIN UNTUK BELAJAR adalah hal penting lainnya.

Yuan Tamara
maaf, tulisan yang ini agak sensitif

March 10, 2018

Pengabdian atau ?

Masa masa akhir SMA penuh dengan realita. Entah kenapa semakin akan berpisah semakin ada aja kendala. Masalah masalah lebih sering bermunculan, guru guru juga banyak yang baper dan masih adalagi.

Supaya berkesan baik, sebagai siswa harusnya kita memberikan kesan terakhir yang baik untuk sekolah. Walapun, tahun ini banyak masalah (seperti yang diatas) sehingga kita (rasanya) tidak diperdulikan bahkan merasa harus berjuang mati-matian demi masa depan kita sendiri. Meskipun seperti itu, sekolah telah memberikan kita lebih banyak hal daripada yang kita berikan.

Misal saja ekskul, kita diberi banyak wadah untuk menyalurkan bakat dan minat kita. Dengan hal ini, kita tidak hanya mendapat ilmu dan pengetahuan dibidang akademis saja, tetapi dibanyak bidang.

Kita ambil contoh kepemimpinan, kita belajar hal ini secara mendetail tidak didalam kelas bukan ? Kita belajar kepemimpinan karena kita aktif di organisasi atau beberapa kepanitiaan di luar kelas.

Tetapi ....

Sudah diberi jalan dan wadah seluas itu, tetap ada saja siswa yang merasa 'sekolah hanya butuh kita untuk akreditasi mereka' 'sekolah hanya butuh kita supaya piala makin banyak' 'sekolah tidak peduli kita nanti masuk perguruan tinggi bagaimana' dan banyak lagi perkataan yang memojokan sekolah.

Kembali lagi

Menurutku, aku cukup bisa memanfaatkan wadah dan kesempatan disekolah, sehingga aku bisa menjadi individu yang lebih baik. Tak hanya itu, aku cukup merasa wawasanku menjadi lebih bertambah semenjak sekolah disini, dan aku sangat menghargai itu.

Jika ada siswa yang mengatakan sekolah hanya butuh nilai kita untuk akreditasi, aku tidak setuju.
Bukankah nilai kita adalah untuk kita sendiri ? jika saja nilai kita baik yaa menurutku memang itu salah satu bentuk pengabdian kita kesekolah kita. Jika kita berusaha menjadi lebih baik agar sekolah kita maju, apa ada yang salah dengan hal ini ? Tentu kita tidak ingin sekolah kita dikategorikan sekolah yang kurang bermutu bukan ? Lalu atas dasar apa bisa berpikir hal yang demikian ?

Seharusnya kita lebih membuka mata dan berani terjun langsung mengambil kesempatan - kesempatan yang ada. Bukan hanya duduk dan melihat. Sekiranya kalian begini, kalian akan berfikir lagi, kesan terhadap sekolah yang kalian sebutkan itu.

---