Saat itu kelas 4 SD, ada pemilihan kader UKS, anak ini yang dulunya gasuka banyak ribet dengan berbagi kegiatan, akhirnya mulai berubah dengan mengikuti pemilihan kader UKS ini. Yaaa karena anak ini termasuk anak yang dominan dikelas, dikenal banyak guru jadi yaa langsung bisa masuk dengan posisi yang lumayan.
Dari sinilah anak ini memutuskan untuk berani dan mulai berambisi untuk selalu jadi pemimpin.
Mengambil keputusan semacam memanah anak panah, harus teliti agar tepat sasaran dan harus berani untuk melepaskannya.
Beberapa hari ini ada satu hal yang cukup memakan banyak ruang dipikiranku. Masalahnya ada di cara pengambilan keputusan. Memang, jika disuatu perkumpulan tidak ada yang pasti siapa pemimpinnya, setiap pengambilan keputusan bisa jadi rumit, ujung ujungnya ga ada keputusan yang diambil. Apalagi jika partner kita kurang percaya diri dalam mengambil segala keputusannya. Selalu dalam segala hal dipertanyakan, padahal ada beberapa hal yang tidak perlu dibicarakan, tetapi bisa langsung dikerjakan.
singkat saja, jika kita terus menerus bergantung kepada anggota yang lain dan tidak berani dalam mengambil keputusan, bagaiman kita bisa lebih maju ? bagaimana kita bisa lebih mandiri kedepannya, jika dalam hal apapun kita hanya bisa bilang 'terserah' dan ragu ragu dalam bertindak
Kita sama sama belajar untuk menjadi lebih baik.
Dalam hal ini, semuanya gaharus menunggu dari pemimpin, karena tim yang solid itu ketika pemimpinnya gaada, tapi tetap bisa jalan - AR
Dalam hal ini, semuanya gaharus menunggu dari pemimpin, karena tim yang solid itu ketika pemimpinnya gaada, tapi tetap bisa jalan - AR