January 29, 2018

Memperberat Psikis

Saat ini kelas 12 SMA lagi sibuk sibuknya mempersiapkan ujian mereka.Aku juga kelas 12 SMA dan besok ujian akhir tahun (disekolahku biasa disebut PAT). Hari hari mendekati ujian tugas tugas dan remedial harus diselesaikan agar bisa mengikuti PAT.

Kondisi seperti ini mengingatkan pada seseorang yang bercerita ke aku mengenai hal kecurangan. Dibenak kalian mungkin contek mencontek, membuat krepek atau salinan materi dan dibawa ke tempat ujian itu hal yang biasa dilakukan untuk melakukan kecurangan di sekolah. Tapi hal ini berbeda dengan cerita seseorang ini .

Ambisi bisa merugikan seseorang yang menghalalkan segala cara. Inilah cerita dari orang tersebut. Kecurangan kecurangan yang dilakukan bukan lagi saling menyontek dan mengkrepek tetapi sudah merambah kedalam mencuri soal dan melakukan kerja sama sesama geng. Bahkan mereka rela untuk menulisakan soal yang diujikan disaat teman mereka yang lain hari itu tidak mengikuti ujian. Hal yang mengejutkan bukan ?

Betapa ruginya orang orang seperti mereka yang hanya ingin memenuhi ambisi belaka terkait deretan angka, yang aku pikirkan disini adalah tekanan batin mereka dan psikis mereka.

Setelah beberapa kali mengamati, tekad mereka melakukan hal seperti itu tidak lain adalah rasa tidak atau kurang puas terhadap kemampuan sendiri, tekanan dari lingkungan mereka dan tuntutan keluarga.

Dari sinilah muncul kebohongan dan rasa ketakutan. Mereka tidak akan mengerti, dengan terus menerus melakukan hal semacam ini, dapat lebih menjatuhkan mereka daripada tetap menjadi orang yang apa adanya dengan dasar jujur  dan menghargai diri sendiri.

Pengamatanku juga, sebenarnya manusia adalah makhluk yang senantiasa jujur. Otak mereka akan merasa tertekan jika mereka berbohong. Tubuh akan merasa tidak siap untuk melakukan kebohongan. Tubuh juga sebenarnya tidaklah menginginkan kebohongan itu.

Pembuktian dari diriku sendiri adalah ketika ulangan harian bertanya kepada teman disampingku, sebenarnya aku sangat gemetar dan merasa sangat sulit untuk melakukan hal itu. Setelah ulangan pun aku akan merasa sangat sedih dan menyesal kenapa tadi aku memaksa tubuhku untuk melakukan hal tersebut.

Kita tidak akan mau melakukan hal yang tidak kita inginkan atau hal yang tidak kita butuhkan. Intinya seperti itulah tubuh kita menolak kebohongan.

Jika kita melakukan kebohongan tersebut dan berlanjut, tubuh kita akan semakin tertekan dan tertekan, karena sekalinya orang berbohong dan bisa menutupi kebohongan itu, mereka akan terus menerus berbohong lagi lagi dan lagi untuk melanjut cerita kebohongan mereka.
Bisa dibayangkan bagaimana beban yang ditanggung tubuh kita ?

Jika saja kebohongan ini terbongkar, dampaknya bukan lagi pada fisik, melainkan pada psikis. Jiwa mereka akan sangat tertekan karena kebohongan terbongkar dan tidak lagi dipercaya orang.

Lalu mengapa masih banyak orang yang tidak jujur dan memperberat psikis mereka sendiri ? bukankah jujur lebih memudahkan segala urusan ?

Janganlah risau teman teman, kita harus senantiasa mensyukuri apa yang kita miliki, dengan begini Allah akan senantiasa memberikan nikmat yang lebih kepada kita. Don't lose hope   

January 6, 2018

Teknologi menggantikan manusia

Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi semakin bertambah canggih juga. Pernah suatu waktu mengikuti seminar nasional yang didalamnya membahasan mengenai teknologi.Beberapa wacana menyebutkan seorang pegawai bank akan segera digantikan oleh mesin, sehingga para pegawainya akan di do semua. Saat ini banyak sekali mahasiswa di ilmu sosial, terlebih lagi ekonomi dan akuntan. Ini artinya sebagian kemajuan teknologi bukannya membuka lapangan pekerjaan, tetapi malah teknologi yang mengambil pekerjaan itu.

Hal ini memiliki dampak positif dan negatif, mungkin positifnya pemikiran beberapa orang akan terbuka bahwa banyak sekali bidang pekerjaan, tidak hanya menjadi pegawai bank. Akan tetapi, dampak negatifnya bisa saja orang tersebut sudah menjadi pegawai bank selama bertahun tahun dan pada akhirnya harus keluar dari pekerjaannya karena teknologi itu tadi. 

Tidak hanya dibidang ekonomi, saat ini juga banyak berita mengenai tekonologi yang sudah terlalu melampaui batas di dunia kesehatan. Pemateri dalam seminar tersebut mengatakan bahwa pasien yang akan dioperasi berasal dari indonesia yang membutuhkan operasi oleh dokter luar negeri tidak perlu jauh jauh menemui dokternya untuk operasi, karena saat ini sudah ada robot yang mampu melakukan operasi dan dipantau langsung oleh dokter dari luar negeri tersebut. Meskipun itu masih wacana, apakah para petugas medis bisa menerima ini ? 

jaman sekarang bukan lagi manusia yang memperbaiki robot, tetapi robot yang memperbaiki manusia

Tidak hanya itu, dokter yang bertugas untuk daerah pesisir dan pulau kecil juga mulai digantikan dengan teknologi medis jarak jauh (saya lupa sebutannya), dengan hanya melakukan tes sendiri dirumah dan mengirimkan hasilnya ke dokter tersebut. Mungkin beberapa orang mengira dengan hal ini para dokter tidak akan kesulitan untuk memeriksa pasien tersebut ke daerah pulau pulau, padahal sebenarnya para dokter ini lebih kesulitan karena tidak bertemu pasien secara langsung. Bagaimana mungkin seseorang yang sakit melakukan pemeriksaan sendiri tanpa menemui dokter, ya bisa saja sih, tetapi jika dilogika, pasien yang melakukan pemeriksaan secara langsung saja bisa terjadi salah diagnosa, apalagi yang tidak bertemu secara langsung ? 

Di beberapa bidang, teknologi memang sangat sangat sangat dibutuhkan dan diperlukan, tetapi memang ada beberapa bidang yang harus dikerjakan oleh manusia, tidak semua bisa digantikan oleh robot atau hal lainnya, seperti dibidang ekonomi dan kesehatan ini. 

opini saya tentang kemajuan teknologi yg berdampak

January 1, 2018

Kesepian bukan sepi

Bagi para introvert, sepi membuat pikiran kreatif mereka lebih terasah dan lebih bisa bekerja, baik itu di tempat sepi (kemngkinan masih ada orang) atau saat benar benar sedang sendiri. Inilah keadaan yang para intrv sukai yaitu suasana sepi. 

Kesepian

Seseorang merasa tertekan dikarenakan tekanan hidup seperti  masalah pelajaran, mendapat hasil yang kurang baik, masalah ekonomi, karena uang bulanan habis ? -iya yu- atau hal hal lainnya yang membawa mereka pada rasa kesepian. Ini adalah hal yang sering kita temui, tetapi kita tidak bisa menangani.

Kenapa kita tidak bisa menangani hal ini ?

Bila dilihat sebagian orang menganggap kesepian itu adalah hal sepele, mungkin mereka akan melampiaskan rasa kesepiannya pada hal seperti mengubungi teman dekat atau saudara atau lainnya.
Ini hanya dilakukan dari sebagian orang yang memang berkarakter lebih suka menceritakan masalahnya agar lebih baik dan tau bagaimana cara menceritakannya. Bagaiman dengan orang yang tidak bisa memulai cerita tentang masalah hidupnya tetapi dia butuh untuk menceritakannya ?

Sebenarnya, seluruh karakter baik itu intvr atau ekstrv tetap membutuhkan sesosok yang bisa "mendengar" segala isi hati mereka. dan disinilah nilai dari ke-peka-an kita dinilai, sudah sampai mana rasa perduli kita ? 

Jangan menunggu "sesosok" untuk mau mendengar kita, tetapi jadilah "sesosok" yang peka dan mau mendengar isi hati mereka.

Bagi kalian yang sedang dilanda masalah, kuatlah, semua pasti akan berakhir. Ingat bahwa semua orang disini pasti memiliki masalah, tinggal bagaimana kita mengcover hal ini. Menceritakan masalah ke teman atau keluarga tidak akan ada salahnya, jika kita bisa memilah siapa yang pantas mendengar cerita kita. Semua mempunyai tempat masing masing dan bercerita ini tujuannya tidak untuk mendapat solusi tetapi hanya untuk membagi beban sesaat.

kembali kepertanyaan

Mungkin kita tidak bisa menangani ini karena pengetahuan kita tentang kesepian dan dampaknya kurang dan kita tidak peka terhadap teman disekitar kita. Jadilah individu yang peka terhadap lingkungan sosialnya dan belajarlah menjadi pendengar yang baik.

Solusi hidup kita cari sendiri, tujuan teman dan keluarga disisi kita hanya untuk membantu dan mendengar kita agar tidak sampai terlalu tertekan dan depresi.

itu semua opini saya tentang kesepian dan peran teman